[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Sekolah di Indonesia dengan Murid Berpakaian Compang-camping?

Rabu, 2 September 2020 12:05 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Sekolah di Indonesia dengan Murid Berpakaian Compang-camping?

Sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah siswa tengah belajar di ruang sekolah yang beralaskan tanah dan tanpa dinding beredar di media sosial. Dalam foto itu, terlihat pula seorang murid yang mengenakan pakaian compang-camping. Foto ini diklaim sebagai foto kondisi sekolah di Indonesia.

Foto itu diunggah oleh akun Twitter @8R1774NS pada 26 Agustus 2020. Akun ini pun menuliskan narasi: "Hari kemerdekaan telah berlalu. Ada yg merayakan dng suka cita. Begitu jg pemerintah pusat meski hany seremonial tahunan biar di anggap Indonesia msh merdeka. Selogan Indonesia maju brsama dzancuk hrus terus dipoles. Kebobrokan hrus di tutupi. Yg vokal bungkam. Pada kenyataannya?"

Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @8RI774NS.

Apa benar foto tersebut adalah foto sekolah di Indonesia?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto itu dengan reverse image tool Source, Google, Yandex, dan TinEye. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu telah beredar di internet sejak 2015. Foto itu pun bukanlah foto yang memperlihatkan kondisi sekolah di Indonesia, melainkan di Kamboja.

Salah satu situs yang paling awal memuat foto itu, dan dengan kualitas yang lebih tinggi, adalah situs media Kamboja Postkhmer.com. Foto tersebut dimuat dalam dua artikel. Artikel pertama, terbit pada 26 Maret 2015, berjudul "Anak-anak kita, anak-anak mereka". Adapun artikel kedua, terbit pada 3 April 2015, berjudul "Pemerintah memberikan beasiswa kepada siswa miskin dari kelas 1 sampai 12".

Dalam keterangan foto di kedua artikel itu, foto tersebut diambil dari Facebook. Foto itu memperlihatkan kondisi sebuah sekolah di pedesaan Kamboja. Adapun artikel pertama merupakan artikel opini tentang sistem pendidikan Kamboja dan artikel kedua berisi berita tentang pemberian beasiswa kepada siswa miskin di sekolah umum dari kelas 1 hingga kelas 12 oleh pemerintah Kamboja.

Selain situs Postkhmer.com, situs yang paling awal memuat foto tersebut adalah situs Migrant.today, yakni pada 18 Agustus 2015. Selain foto tersebut, situs ini pun memuat foto yang memotret bocah-bocah yang sama namun dengan angle yang berbeda. Ada pula foto ketika bocah-bocah tersebut berkumpul di tengah ruangan kelas untuk berpose bersama.

Foto-foto itu terdapat dalam artikel yang berjudul "Sekolah Kamboja: kemiskinan bukanlah alasan untuk tidak belajar". Menurut artikel ini, di Kamboja, banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kamboja adalah negara yang sangat muda dengan banyak penduduk yang tidak bisa membaca dan menulis. Menurut data pada 2004, angka melek huruf penduduk adalah 73,6 persen (84,7 persen laki-laki dan 64,1 persen perempuan).

Saat ini, di Kamboja, terdapat berbagai organisasi internasional yang membantu anak-anak agar mereka bisa belajar. Banyak keluarga di Kamboja yang memiliki pemikiran bahwa, berkat sekolah, anak-anak mereka akan dapat menghasilkan lebih banyak uang di masa depan dan tidak lagi menunggangi kerbau, tapi Lexus atau Toyota.

Terkadang, selebriti lokal datang ke sekolah-sekolah untuk memanjakan para murid dengan makan siang. Selain itu, anak-anak sering diberi berbagai perlengkapan sekolah, karena di negara yang miskin, orang tua tidak selalu bisa memiliki uang untuk membeli pulpen, pensil, dan buku.

Di daerah termiskin di Kamboja, anak-anak belajar dalam kondisi seperti itu (merujuk pada foto tadi). "Tapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa situasinya semakin baik setiap tahun. Kenalan saya dari Kazakhstan, ketika datang ke Kamboja, selalu membawa berbagai perlengkapan sekolah untuk anak-anak. Saya berharap situasi pendidikan di Kamboja membaik dan anak-anak yang luar biasa ini akan menerima pendidikan yang layak. Bagaimanapun, kemiskinan tidak bisa menjadi penghalang bagi pengetahuan dan masa depan yang cerah di Kamboja," demikian isi artikel tersebut.

Foto ini pun telah diverifikasi oleh sejumlah organisasi pemeriksa fakta, salah satunya Mafindo. Di situsnya, Turnbackhoax.id, Mafindo menyatakan bahwa narasi yang menyertai foto itu, bahwa foto tersebut memperlihatkan sebuah sekolah di Indonesia, keliru. Foto itu merupakan foto kegiatan belajar-mengajar di sebuah desa di Kamboja.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas merupakan foto sekolah di Indonesia keliru. Foto tersebut bukanlah foto sekolah di Indonesia, melainkan foto kegiatan belajar-mengajar di sebuah desa di Kamboja. Foto ini beredar di internet sejak 2015 lalu.

IBRAHIM ARSYAD

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya