Selasa, 22 Mei 2018

METODOLOGI

Bagaimana Kami Bekerja

Kanal CekFakta ini melakukan verifikasi atas klaim yang dipilih berdasarkan pertimbangan berikut ini:

(1) apakah topiknya penting untuk publik?
(2) apakah laporan itu diklaim sebagai fakta?
(3) apakah klaim itu menjadi bahan diskusi atau pembicaraan yang luas (viral)?
(4) apakah sumber laporan ini sudah pernah diverifikasi?

Untuk membantu redaksi memilih klaim yang akan diperiksa, kami bekerjasama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang mengelola situs periksa fakta sendiri dan media sosial.

Setelah memilih klaim yang hendak diverifikasi, kami harus memastikan apa yang sebenarnya substansi dari kabar yang beredar, atau konten dari klaim yang disampaikan oleh si empunya pernyataan. Mengandalkan laporan warga semata kadang tidak cukup akurat.

Karena itu, langkah pertama kami adalah melakukan riset awal untuk memastikan apakah pernyataan/klaim tersebut sudah diberitakan oleh media? Jika sudah, kami mempelajari bagaimana laporan media soal isu itu, dan apa konteks dari pernyataan itu.

Setelah memastikan bahwa klaim itu memang beredar secara meluas di masyarakat atau memang benar-benar diucapkan oleh pejabat publik, kami akan mencoba menghubungi pihak-pihak terkait. Jika sumber klaim bisa dihubungi, kami akan menanyakan apa bukti yang menjadi dasar dari klaim itu. Penegasan ini penting agar kami memahami konteks dari pernyataan yang akan diverifikasi.

Langkah berikutnya adalah melakukan riset untuk mencari semua sumber publik (terutama data yang bersifat terbuka dan bisa diakses semua orang) yang bisa diakses soal klaim atau pernyataan itu. Semua sumber yang tersedia akan dieksplorasi dan --jika digunakan, akan dicantumkan dalam artikel sehingga audiens bisa langsung memeriksa kesahihannya. Kami percaya transparansi metodologi dan sumber adalah kunci dari kredibilitas proses cek fakta yang kami lakukan.

Setelah semua riset rampung, jika dinilai perlu, redaksi kanal CekFakta akan mewawancarai pakar yang kompeten di bidang yang terkait dengan klaim ini. Wawancara ini penting untuk memastikan apakah kesimpulan redaksi mengenai klaim tersebut sudah cukup kuat atau tidak.

Penilaian

Setelah proses verifikasi selesai, redaksi kanal CekFakta ini akan memberikan kesimpulan atas klaim yang diperiksa. Ada lima (5) kategori penilaian yang kami gunakan:

BENAR : Berdasarkan semua sumber yang ada, pernyataan ini akurat.
SEBAGIAN BENAR : Berdasarkan semua sumber yang secara publik bisa diakses, sebagian pernyataan ini benar.
TIDAK TERBUKTI : Berdasarkan semua bukti yang bisa diperoleh, pernyataan ini tidak bisa disimpulkan akurat atau tidak.
SESAT : Berdasarkan sumber yang ada, pernyataan ini menggunakan fakta dan data yang benar, namun cara penyampaian atau kesimpulannya keliru serta mengarahkan ke tafsir yang salah.
KELIRU : Berdasarkan semua bukti yang ada, pernyataan ini tidak akurat.

Laporan, Usul dan Koreksi

Redaksi membuka pintu yang seluas-luasnya untuk publik memberikan laporan, masukan dan usul, bahkan kritik, untuk seluruh pemberitaan Tempo, termasuk konten di kanal ini. Caranya sebagai berikut:

Untuk melaporkan hoaks atau klaim yang diragukan akurasinya, kami mempersilakan pembaca untuk melaporkan melalui form ini. Caranya relatif mudah: Anda cukup mencantumkan nama, email yang bisa dihubungi, teks klaim atau hoaks yang ingin diperiksa serta bukti berupa screenshot hoaks tersebut.

Masukan, usul dan kritik mengenai metodologi maupun kesimpulan di kanal ini bisa disampaikan melalui email ke cekfakta@tempo.co.id. Email itu akan diperiksa secara berkala oleh redaksi dan ditindaklanjuti secara proporsional.

Redaksi juga tunduk pada pedoman pemberitaan media siber yang dirumuskan Dewan Pers. Pedoman itu mengatur mekanisme koreksi jika ada pemberitaan yang keliru. Setelah menerima informasi mengenai kekeliruan konten, redaksi secepatnya melakukan verifikasi dan memperbaiki kesalahan tersebut.

Siapa Kami

Penanggungjawab kanal CekFakta ini adalah Untung Widianto. Jurnalis senior ini dikenal dengan berbagai liputan lingkungan dan sains. Dia pernah meliput United Nations Framework of Climate Change Conference/Conference of Parties 13 di Bali pada 2007 dan konferensi serupa di Copenhagen, Denmark di 2009.

Untung juga menulis kebakaran hutan yang dipicu perkebunan sawit di Rawa Tripa, Aceh pada 2012. Pada 2010, dia menjadi Dewan Pembina dari The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ). Untung aktif memberikan pelatihan untuk jurnalisme lingkungan di seluruh Indonesia. Khusus untuk keterampilan cek fakta, Untung sudah mengikuti pelatihan tingkat lanjut (training of trainer) mengenai metode verifikasi dan cek fakta yang diadakan Google News Initiative bekerjasama dengan First Draft News, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Internews pada April 2018.

Dalam menjalankan kanal cekfakta ini, Untung mengkoordinasikan reporter, editor dan kontributor Tempo di seluruh Indonesia sesuai dengan konten pernyataan atau klaim yang hendak diperiksa. Susunan redaksi lengkap kami bisa dibaca di sini

Redaksi Tempo dituntut untuk menaati kode etik jurnalistik, selalu bersikap independen dan imparsial. Semua jurnalis Tempo tidak boleh terlibat dalam kegiatan politik praktis, menjadi pengurus partai politik atau aktif dalam advokasi isu-isu tertentu yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, termasuk aktif mengkampanyekan dukungan untuk kandidat dalam pemilihan politik.

Independensi Tempo terutama didukung oleh fakta bahwa tidak ada pemilik mayoritas dalam struktur kepemilikan sahamnya. Dengan demikian, bisa dipastikan konten kanal CekFakta tidak akan terpengaruh oleh intervensi pihak lain.

Sebagai perusahaan terbuka, Tempo juga melaporkan kondisi finansialnya secara transparan di pasar modal. Sumber pembiayaan Tempo terutama berasal dari iklan dan sirkulasi, dengan porsi lebih besar dari iklan.

Di luar itu, Tempo juga memiliki beberapa usaha lain seperti riset dan data, pelatihan, pelaksanaan kegiatan (event organizer) dan rumah produksi untuk berbagai layanan informasi. Ada garis api yang tegas, yang membatasi produksi informasi jurnalistik di redaksi Tempo dengan proses bisnis di luar redaksi. Itu juga yang membuat kami yakin isi kanal CekFakta cukup obyektif dan independen.