[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Eksodus Rakyat Suriah Ketika Terjadi Perang Saudara di Negaranya?

Kamis, 27 Agustus 2020 16:18 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Eksodus Rakyat Suriah Ketika Terjadi Perang Saudara di Negaranya?

Foto yang diklaim sebagai foto eksodus rakyat Suriah ketika terjadi perang saudara di negaranya beredar di Facebook. Dalam foto itu, terlihat ribuan orang yang memenuhi sebuah gang yang diapit gedung-gedung yang telah hancur. Para wanita dalam foto tersebut tampak mengenakan jilbab.

Akun yang membagikan foto dengan narasi itu adalah akun KataKita, yakni pada 26 Agustus 2020. Akun ini pun menulis, "MEREKA HANCUR KARENA TAK ADA CINTA TANAH AIR. sejenak kita merenung... Ini bukannlah gambar cuplikan sebuah Film garapan Sutradara Hollywood,, Tetapi ini adalah eksodus besar besaran rakyat Suriah ketika perang saudara berkecamuk dinegara itu."

Menurut narasi yang ditulis akun tersebut, perang saudara itu terjadi akibat krisis ideologi dan pemaksakan suatu paham yang bertentangan dengan paham yang telah ada sebelumnya. Padahal, mereka adalah bangsa multi agama. "Jangan sampai hal yang sama terjadi pada bangsa kita yang multi kultural, dengan ras, budaya dan agama yang beragam ini.."

Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah disukai lebih dari 5 ribu kali, dikomentari lebih dari 500 kali, dan dibagikan sebanyak 592 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook KataKita.

Namun, apa benar foto tersebut merupakan foto eksodus rakyat Suriah ketika terjadi perang saudara di negaranya?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto di atas dengan reverse image tool Source dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut bukanlah foto eksodus warga Suriah, melainkan foto pengungsi Palestina di kamp Yarmouk, Damaskus, Suriah.

Foto itu adalah foto dokumentasi United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) di kamp Yarmouk pada Januari 2014. Kamp Yarmouk kerap disebut sebagai rumah bagi komunitas pengungsi Palestina terbesar di Suriah.

Situs resmi UNRWA memuat foto itu pada 26 Februari dalam artikel pendek yang berjudul "Pagi di Yarmouk". Selain foto itu, dalam artikel tersebut, ada pula 12 foto lainnya yang juga diambil dari lokasi yang sama. Foto itu sendiri diberi keterangan "Warga Yarmouk berkumpul menunggu pembagian makanan dari UNRWA pada Januari 2014".

Gambar tangkapan layar artikel pendek di situs resmi UNRWA.

Foto tersebut juga pernah dimuat oleh situs media The Washington Post pada 27 Februari 2014 dalam artikelnya yang berjudul "Foto dari Suriah ini mengerikan, tapi apakah melihatnya mengubah sesuatu?". Dalam keterangan fotonya, disebutkan bahwa foto tersebut diambil pada 31 Januari 2014.

Foto itu memperlihatkan penduduk kamp Palestina di Yarmouk, Damaskus, yang sedang mengantri untuk menerima persediaan makanan. Seorang pejabat PBB menyerukan bahwa para pihak yang bertikai di Suriah mesti mengizinkan petugas untuk tetap mendistribusikan makanan dan obat-obatan di kamp tersebut. Seruan itu muncul setelah Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon mendesak pemerintah Suriah untuk mengizinkan lebih banyak pekerja kemanusiaan bertugas di negaranya, yang hancur akibat konflik yang berlangsung bertahun-tahun.

Situs media The Guardian pun pernah memuat foto itu dalam artikelnya yang berjudul "Antrean makanan di kamp Yarmouk Suriah menunjukkan keputusasaan para pengungsi" pada 26 Februari 2014. Menurut laporan The Guardian, kerumunan warga Palestina yang terlihat dalam foto itu tengah menunggu bantuan di kamp Yarmouk, Damaskus, yang telah diblokade selama berbulan-bulan.

Ketika itu, kamp pengungsi Palestina tersebut hancur akibat perang di Damaskus. Foto tersebut menunjukkan pemandangan ketika ribuan orang Palestina yang putus asa dan terperangkap di dalam kamp di tepi ibu kota Suriah itu mengepung petugas yang sedang mendistribusikan paket makanan.

Lebih dari 18 ribu penghuni kamp Yarmouk berada di bawah blokade. Mereka kekurangan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya. Sebagian besar area kamp telah hancur akibat penembakan, dan upaya untuk mengirimkan bantuan kepada penghuni kamp terhambat oleh pertempuran yang berkelanjutan dalam perang saudara Suriah yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Para petugas PBB pun mengirimkan sekitar 7 ribu paket makanan selama beberapa pekan terakhir, menyusul negosiasi antara pemerintah Suriah, pasukan pemberontak, dan faksi Palestina di kamp Yarmouk. Pengiriman terakhir, sebanyak 450 paket, dilakukan pada 26 Februari 2014. PBB menyatakan bahwa bantuan itu ibarat "setetes air di lautan".

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas merupakan foto eksodus rakyat Suriah ketika terjadi perang saudara di negaranya, keliru. Foto tersebut diambil pada 31 Januari 2014 saat pengungsi Palestina di kamp Yarmouk, Damaskus, Suriah, sedang mengantri untuk menerima bantuan makanan yang sebelumnya terhambat oleh pertempuran yang berkelanjutan di Suriah.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya