[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Jutaan Warga Jerman yang Demo Terkait Covid-19 pada 1 Agustus 2020?

Kamis, 6 Agustus 2020 17:51 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Jutaan Warga Jerman yang Demo Terkait Covid-19 pada 1 Agustus 2020?

Foto yang memperlihatkan ribuan massa yang berkumpul di sebuah wilayah di dekat pelabuhan beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, terlihat pula deretan kapal yang tertambat di pelabuhan itu. Foto tersebut diklaim sebagai foto jutaan warga Jerman yang berdemonstrasi terkait Covid-19 pada 1 Agustus 2020 lalu.

Di Facebook, foto itu diunggah salah satunya oleh akun Muchlis Marshal Pakpahan, yakni pada 3 Agustus 2020. Akun ini pun menulis narasi sebagai berikut:

1 Agustus 2020, jutaan warga Jerman turun ke jalan menolak kemerdekaannya dirampas dengan dalih virus sepele. Kenapa menolak wajib masker? Karena jika menerimanya begitu saja, maka kita akan dipertemukan dgn kewajiban baru lagi; wajib vaksin. Jika wajib vaksin berhasil maka akan disusul dgn wajib ini wajib itu hingga kita benar-benar 100% di bawah kontrol "mereka".

Foto ini asli. Diunggah oleh seorang Dokter yg masih PUNYA OTAK @drtenpenny. Dan jika kalian anggap diksi yg saya tulis di atas hanyalah khayalan tanpa data, silakan cek unggahan2 Jendral @pongrekundharma88 dari Divisi Siber Indonesia.

Oya, foto/video demo di Jerman TIDAK AKAN kamu temui di media2 mainstream karena MSM dikontrol oligarki global pendukung skema CV19.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facevook Muchlis Marshal Pakpahan.

Apa benar foto tersebut adalah foto jutaan warga Jerman yang berdemonstrasi terkait Covid-19 pada 1 Agustus 2020?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri foto tersebut dengan reverse image tool Source dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut bukanlah foto demonstrasi terkait Covid-19 di Jerman pada 1 Agustus 2020, melainkan foto Zurich Street Parade 2019 di Swiss.

Foto yang identik pernah dimuat oleh laman Streetparade.com pada 16 Agustus 2019. Foto itu diberi keterangan, “Lihatlah momen terindah dari Street Parade 2019. Terima kasih banyak kepada semua artis, mitra sponsor, Love Mobile-Teams, Clubs, keluarga Elrow, Ants, Katermukke, Rakete, Daylight, dan semua penjelajah, yang telah berdansa bersama kami.”

Streetparade.com pun menyertakan tautan yang mengarah ke unggahan sebuah video di YouTube yang juga memperlihatkan momen-momen dalam Street Parade 2019. Video yang diunggah pada tanggal yang sama ini diberi judul "Official Street Parade Aftermovie 2019".

Foto-foto dokumentasi Zurich Street Parade 2019 lainnya juga dimuat oleh Streetparade.com dalam pengumumannya yang membatalkan Street Parade 2020. Acara yang rencananya digelar pada 8 Agustus 2020 ini dibatalkan karena pandemi Covid-19. Foto-foto dokumentasi Zurich Street Parade 2019 dicantumkan di bagian bawah pengumuman itu. Dalam daftar foto ini, terselip foto unggahan akun Facebook Muchlis Marshal Pakpahan.

Foto-foto dokumentasi Zurich Street Parade 2019 di situs Streetparade.com.

Artikel tentang Zurich Steet Parade 2019 juga pernah dimuat di situs resmi Platzhirsch Hotel & Bar pada 20 Juli 2019. Menurut artikel itu, Zurich Street Parade merupakan pesta musik tekno terbesar di dunia. Dalam Zurich Street Parade, ratusan ribu penggemar musik elektronik dan tekno yang hadir dapat berjoget sepuasnya di jalanan sekitar lembah danau Zurich.

Sejak digelar pada awal 1990-an, beragam jenis musik elektronik, mulai dari house, drum’n’bass, serta dubstep, juga ditampilkan dalam Zurich Street Parade selain trance dan tekno. Setelah gelaran utama Zurich Street Parade usai, digelar pesta di berbagai klub, dan acara "Lethargy" yang legendaris dirayakan di Roten Fabrik.

Demo terkait Covid-19 di Jerman

Jumlah peserta demonstrasi terkait Covid-19 di Jerman pun, menurut berbagai pemberitaan media, tidak mencapai jutaan, melainkan hanya ribuan. Dikutip dari BBC, jumlah peserta demonstrasi terkait Covid-19 di Jerman pada 1 Agustus 2020 mencapai sekitar 20 ribu orang.

Para demonstran menyatakan upaya-upaya pembatasan di tengah pandemi Covid-19, termasuk pemakaian masker, melanggar hak dan kebebasan mereka. Polisi membubarkan unjuk rasa itu dengan menyatakan bahwa penyelenggara tidak menghormati aturan terkait Covid-19, seperti menjaga jarak aman sejauh 1,5 meter dan memakai masker.

Menurut laporan BBC, sejumlah demonstran berasal dari kelompok kanan jauh dan pendukung teori konspirasi yang tidak percaya bahwa Covid-19 itu ada. Namun, beberapa demonstran lain merupakan masyarakat biasa yang hanya menolak pendekatan pemerintah Jerman terhadap pandemi Covid-19.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas merupakan foto jutaan warga Jerman yang berdemonstrasi terkait Covid-19 pada 1 Agustus 2020, keliru. Foto tersebut merupakan foto dokumentasi Zurich Street Parade di Swiss pada Agustus 2019. Selain itu, jumlah peserta demonstrasi terkait Covid-19 di Jerman tidak mencapai jutaan, melainkan hanya sekitar 20 ribu orang.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya