[Fakta atau Hoaks] Benarkah Minum Teh Panas yang Dicampur Perasan Lemon Bisa Bunuh Corona?

Rabu, 15 April 2020 19:21 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Minum Teh Panas yang Dicampur Perasan Lemon Bisa Bunuh Corona?

Pesan berantai dengan narasi bahwa minum teh panas yang yang dicampur dengan perasan lemon dapat membunuh virus Corona Covid-19 beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Menurut pesan berantai tersebut, informasi itu berasal dari Palestina.

Berikut narasi lengkap pesan berantai tersebut:

"KABAR ISTIMEWA
Palestina Covid-19 tidak ada yang mati
Berita Super...
Obat virus Covid-19 tercapai

Informasi dari Negara Islam Palestina... Virus Covid-19 tidak menyebabkan kematian.

Ternyata resepnya sangat sederhana tapi sangat ampuh.
1. Lemon
2. Teh

Minumlah teh panas setelah dicampur dengan perasan lemon.

Dapat segera membunuh virus covid-19 dan dapat sepenuhnya menghilangkan virus dari tubuh."

Gambar tangkapan layar pesan berantai mengenai teh panas dan lemon yang beredar di WhatsApp.

Artikel ini akan berisi pemeriksaan terhadap dua hal, yakni:

  • Apa benar teh panas yang dicampur dengan perasan lemon dapat membunuh virus Corona Covid-19?
  • Apa benar tidak ada warga Palestina yang meninggal akibat virus Corona Covid-19?

PEMERIKSAAN FAKTA

Klaim bahwa teh panas serta lemon bisa membunuh virus Corona Covid-19 pernah menyebar sebelumnya dalam dua pesan berantai yang berbeda. Pada akhir Maret 2020, beredar pesan berantai yang menyarankan pasien Covid-19 untuk minum teh panas. Sementara pesan berantai yang mengklaim makanan alkali, termasuk lemon, dapat membunuh virus Corona beredar pada awal April 2020.

Tim CekFakta Tempo telah memeriksa dua klaim itu. Terkait teh panas, informasi tersebut berasal dari para peneliti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Zhejiang, Cina. Dalam sebuah percobaan dengan sel yang dikultur secara in vitro, mereka menemukan bahwa teh, yang kaya polifenol, bekerja dengan baik dalam membunuh virus Corona secara ekstraseluler dan menekan proliferasi intraselulernya.

Namun, hal itu telah dibantah oleh seorang ahli imunologi yang diwawancara oleh China Daily. Menurut dia, virus Corona menginfeksi sel epitel alveolar di paru-paru. Sementara teh yang diminum tidak akan mencapai paru-paru. Bahkan, jika percobaan in vitro menunjukkan bahwa teh dapat membunuh virus Corona, tidak berarti bahwa minum teh bisa menghasilkan efek yang sama.

Menurut ahli tersebut, setelah tes in vitro pun, uji coba pada hewan harus dilakukan, kemudian dipertimbangkan untuk uji klinis pada manusia. Hasil tes in vitro tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa minum teh dapat membantu mencegah penularan Covid-19.

Saat ini, artikel yang dipublikasikan lewat akun WeChat CDC Zhejiang tersebut sudah dihapus. Staf CDC Zhejiang mengatakan temuan dari penelitian terbaru akan dipublikasikan melalui WeChat setelah prosedur-prosedur yang diperlukan diselesaikan.

Sementara terkait lemon, narasi yang beredar ketika itu menyatakan virus Corona memiliki derajat keasaman (pH) 5,5-8,5. Dengan derajat keasaman tersebut, virus Corona bisa dibunuh dengan konsumsi makanan alkali, termasuk lemon, yang mengandung pH lebih tinggi ketimbang pH virus.

Sebagai informasi, semakin rendah pH, suatu unsur akan semakin bersifat asam. Adapun makanan alkali adalah makanan yang mengandung pH basa atau pH di atas 7 (pH yang dianggap netral). Lemon memiliki pH sekitar 2, bukan 9,9 seperti yang disebut dalam pesan berantai itu.

Menurut Euronews, mengkonsumsi makanan tertentu yang memiliki pH di bawah ataupun di atas 7 tidak akan mengubah derajat keasaman dalam tubuh. Pasalnya, tubuh telah mengatur derajat keasamannya dalam kisaran yang sangat sempit, terbatas pada pH 7,37-7,43, agar sel-sel tetap berfungsi.

Ahli virus Shaheed Jameel pun mengatakan virus tidak memiliki derajat keasaman. Karena itu, pernyataan yang mengaitkan makanan yang diklaim memiliki pH tinggi dengan virus Corona tidak berdasar. "Tidak ada organisme hidup yang memiliki nilai pH," kata Shaheed.

Sementara Oyewale Tomori, profesor virologi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa klaim tentang pH pada virus Corona keliru. "Virus Corona tidak ada hubungannya dengan perut. Jadi, bagaimana 'makanan alkali' mengalahkan virus? Klaim ini harus diabaikan," ujarnya.

Menurut laporan organisasi cek fakta FactCheck, klaim "campuran teh dan lemon bisa membunuh virus Corona Covid-19" juga pernah menyebar di Amerika Serikat pada awal April 2020. Pesan berantai yang beredar di sana identik dengan yang menyebar di Indonesia. Bedanya, negara yang disebut dalam pesan itu adalah Israel, bukan Palestina.

FactCheck pun menyatakan bahwa klaim "campuran teh dan lemon bisa membunuh virus Corona Covid-19" tidak berdasar. Menurut WHO, hingga saat ini, belum ada vaksin ataupun obat khusus untuk mencegah atau mengobati Covid-19. Sementara itu, dokter penyakit menular Krutika Kuppalli mengatakan, "Tidak ada data yang menunjukkan bahwa lemon atau teh panas akan membunuh virus."

Menurut direktur medis Monarch Athletic Club, Ryan M. Greene, manfaat lemon yang dicampurkan pada air hangat lebih kepada menguatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. "Serat buah lemon yang disebut pectin membantu memberi makan bakteri microbiome yang bermanfaat memperkuat sistem kekebalan tubuh," kata Greene pada 25 Maret 2020.

Green menambahkan bahwa pectin juga bisa meningkatkan produksi enzim pencernaan, meningkatkan fungsi usus secara teratur, dan membantu menghilangkan racun dalam tubuh. Selain itu, vitamin C yang terkandung dalam lemon bisa mengurangi durasi dan tingkat keparahan infeksi saluran pernapasan atas.

Tidak ada warga Palestina yang meninggal karena Covid-19?

Menurut data Worldometers per 15 April 2020, warga Palestina yang meninggal akibat terinfeksi virus Corona Covid-19 berjumlah dua orang. Adapun total kasus Covid-19 di Palestina mencapai 308 kasus di mana 62 kasus di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Adapun per 11 April 2020, dilansir dari Bisnis.com, juru bicara pemerintah Palestina Ibrahim Milhem mengatakan bahwa total kasus Covid-19 di Palestina mencapai 268 kasus. Sebanyak 1.750 orang juga sedang berada di pusat karantina milik negara. Adapun lebih dari 12 ribu orang menjalani karantina mandiri di rumah.

Selain itu, sejak Covid-19 merebak, dua warga Palestina meninggal akibat penyakit tersebut. Kasus pertama adalah seorang perempuan berusia 60 tahun dan kasus kedua adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahun. Keduanya memiliki riwayat penyakit kronis sebelum tertular virus Corona Covid-19.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa teh panas yang dicampur dengan perasan lemon bisa membunuh virus Corona Covid-19 keliru. Hingga kini, menurut WHO, belum ada vaksin ataupun obat khusus untuk mencegah atau mengobati Covid-19. Selain itu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa lemon atau teh panas akan membunuh virus. Manfaat lemon yang dicampurkan pada air hangat lebih kepada menguatkan sistem imun atau kekebalan tubuh.

IBRAHIM ARSYAD

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya