[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Bayi 5 Bulan yang Diculik di Angkot dan Ibunya Dihipnotis?

Senin, 2 Maret 2020 14:51 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Bayi 5 Bulan yang Diculik di Angkot dan Ibunya Dihipnotis?

Narasi bahwa ada bayi berusia 5 bulan yang diculik di angkot dan ibunya dihipnotis viral di media sosial. Menurut narasi itu, bayi yang berjenis kelamin perempuan tersebut diculik di angkot jurusan Lebak Bulus-Parung pada 29 Februari 2020.

Salah satu akun di Facebook yang menyebarkan narasi itu adalah akun Azizah Aziz, yakni pada 29 Februari 2020. Berikut ini narasi lengkap yang diunggah akun tersebut:

Telah diculik
Keponakan Dari ibu yulianah
Umur anak 5 bulan
Jenis kelamin perempuan
Kejadian d Angkot lebak bulus parung
Ibunda si bayi dihipnotis d Angkot
Diturunkan di pondok cabe oleh pelaku.penculikan
Kejadian Hari sabtu 29feb 2020 sekitar jam 16.00

Narasi tersebut dilengkapi dengan foto close-up seorang bayi. Bayi itu mengenakan baju berwarna biru muda. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Azizah Aziz telah dibagikan lebih dari 1.600 kali dan dikomentari lebih dari 300 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Azizah Aziz yang memuat narasi keliru mengenai penculikan bayi.

Apa benar ada bayi berusia 5 bulan yang diculik di angkot dan ibunya dihipnotis?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mencari pemberitaan terkait di media massa. Dikutip dari Kompas.com, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Wibisono, menegaskan bahwa informasi itu tidak benar. "Itu hoaks. Berita itu membuat resah masyarakat," kata Wibisono pada 1 Maret 2020.

Penjelasan juga diberikan oleh Polsek Pamulang di Instagram. Pada 29 Februari 2020, Polsek Pamulang memang menerima laporan dari seorang wanita bernama Aura Indah Permata mengenai penculikan bayi perempuannya di angkutan umum rute Lebak Bulus-Parung. Saat itu, Aura diturunkan di Jalan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.

Namun, setelah diinvestigasi, Aura ternyata membuat laporan palsu. "Yang dalam hal ini diakui oleh pelapor tidak memiliki seorang anak dan laporan yang dilakukan ke Polsek Pamulang adalah tidak benar. Hingga saat ini, pelapor masih dalam pemeriksaan Tim Reskrim Polresk Pamulang secara intensif untuk mengetahui motif dari laporan palsu tersebut."

Gambar tangkapan layar unggahan akun Instagram Polsek Pamulang.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pamulang, Inspektur Satu Totok Riyanto, mengatakan bahwa Aura sebenarnya tidak memiliki anak. Selama ini, Aura menerima uang dari kakaknya, Yulianah, untuk biaya hidup. Yulianah mau memberi uang karena setahu dirinya Aura memiliki bayi.

Selama ini, Aura tidak tinggal satu rumah dengan Yulianah sehingga sang kakak tidak mengetahui secara persis kondisinya. Karena itu, setelah tahu Yulianah ingin mengunjunginya, Aura mengarang kabar penculikan itu agak kedoknya tidak terbuka. Yulianah yang menerima kabar penculikan keponakannya pun langsung membuat kabar kehilangan di media sosial.

Berita ini juga dilaporkan ke Polsek Parung, Jawa Barat. Polsek Pamulang, yang menerima limpahan kasus dari Polsek Parung, lantas melakukan investigasi. Lewat olah tempat kejadian perkara (TKP) dan wawancara saksi, polisi menemukan kejanggalan. "Kita mengecek handphone si ibu bayi. Ada kejanggalan dari cara mendapat foto bayi itu. Ternyata, foto itu di-download dari Facebook," ujar Totok.

Akun Twitter TMC Polda Metro Jaya juga sempat mengunggah informasi mengenai "penculikan" bayi di angkot tersebut. Namun, belakangan, cuitan tersebut dihapus. Akun TMC Polda Metro Jaya pun mengunggah tweet baru bahwa kabar "penculikan" itu tidak benar alias hoaks.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa ada bayi berusia 5 bulan yang diculik di angkot dan ibunya dihipnotis adalah keliru. Polisi memang sempat menerima laporan dari seorang wanita bernama Aura Indah Permata mengenai penculikan bayi perempuannya di angkutan umum rute Lebak Bulus-Parung. Namun, setelah diselidiki, cerita itu hanyalah rekayasa agar kedok Aura kepada sang kakak tidak terbuka.

ANGELINA ANJAR SAWITRI

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya