[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Warga Cina yang Berlomba-lomba Ikut Salat Karena Takut Virus Corona?

Senin, 10 Februari 2020 15:02 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Warga Cina yang Berlomba-lomba Ikut Salat Karena Takut Virus Corona?

Sebuah video yang diklaim sebagai video warga Cina yang berlomba-lomba ikut salat berjamaah karena takut dengan virus Corona Wuhan atau 2019-nCoV viral di media sosial. Di Facebook, video itu dibagikan oleh akun Mas Benk pada Jumat, 7 Februari 2020.

Video yang berdurasi sekitar 4 menit itu memperlihatkan sejumlah orang yang sedang salat berjamaah di halaman sebuah masjid, yang ditonton oleh orang-orang di sekitarnya. Tampak di seberang masjid itu deretan toko yang bertuliskan huruf Cina.

Akun Mas Benk pun memberikan narasi, "Warga China di Tiongkok, saking takutnya virus Corona, lihat umat Islam sholat Jumat, mereka berlomba-lomba ikut shalat walaupun menghadapnya bukan ke kiblat. Semoga saja ini menjadi pintu masuknya hidayah bagi mereka semua. Amin ya rabbal alamin."

Hingga artikel ini dimuat, unggahan video tersebut telah dibagikan lebih dari 6.700 kali, dikomentari lebih dari 500 kali, dan ditonton lebih dari 160 ribu kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Mas Benk yang memuat narasi keliru mengenai video yang diunggahnya.

Benarkah video tersebut adalah video warga Cina yang berlomba-lomba ikut salat berjamaah karena takut dengan virus Corona Wuhan?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tim CekFakta Tempo bekerja sama dengan Taiwan Fact-Check Center untuk mendapatkan lokasi masjid tersebut berdasarkan petunjuk nama-nama toko yang berhuruf Cina dalam video yang dibagikan akun Mas Benk.

Berdasarkan penelusuran Taiwan Fact-Check Center, dua toko dengan nama berhuruf Cina yang terlihat dalam video tersebut adalah "Rental Mobil Huida" yang beralamat di Jiangbin West Road Nomor 111, Yiwu, Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang, dan "Grosir Gandum, Daging Sapi, dan Kambing" dengan alamat Jiangbin West Road Nomor 111, Yiwu, Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang.

Lewat maps Baidu, terlihat bahwa dua toko itu memang bersebelahan dan terletak di seberang Masjid Yiwu. Kedua toko dan masjid tersebut dipisahkan oleh jalan raya yang bernama Jiangbin West Road. Saat lokasi masjid itu diklik, terlihat bahwa arsitektur Masjid Yiwu identik dengan arsitektur masjid dalam video, yakni memiliki sembilan kubah dan satu menara.

Gambar tangkapan layar lokasi dan penampakan Masjid Yiwu di maps milik Baidu.

Berbekal petunjuk lokasi tersebut, dengan YouTube, Tempo menelusuri asal-usul video unggahan akun Mas Benk. Mengingat warga yang salat di masjid tersebut cukup banyak, Tempo menduga bahwa aktivitas salat berjamaah itu dilakukan di hari Jumat atau di hari raya Idul Fitri. Tempo pun memasukkan kata kunci "Eid Yiwu" dan "Friday Prayer Yiwu" di kolom pencarian.

Dengan pencarian itu, Tempo menemukan sebuah video berbahasa Malayalam (bahasa resmi negara bagian paling selatan India, Kerala) yang identik dengan video unggahan akun Mas Benk. Video tersebut diunggah oleh kanal YouTube Deshabhimani, surat kabar berbahasa Malayalam milik Komite Negara Partai Komunis India.

Gambar tangkapan layar berita unggahan kanal YouTube Deshabhimani.

Video di kanal Deshabimani itu berjudul "Pesta di Cina? | Doa Idul Fitri Yiwu (China)" dan dipublikasikan pada 7 Juni 2019. Di bagian awal, terlihat seorang pria yang bercerita dalam bahasa Malayalam bahwa Masjid Yiwu adalah masjid terbesar di Cina.

Tertulis pula keterangan bahwa video itu didapatkan dari akun Facebook Mac Mohammed, pengusaha dari Kozhikode atau Calicut, kota di bagian barat daya India. Adapun dari menit 1:10 hingga selesai, terlihat suasana salat Idul Fitri di Masjid Yiwu yang sama dengan isi video unggahan akun Mas Benk.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, video unggahan akun Facebook Mas Benk bukanlah video warga Cina yang berlomba-lomba ikut salat berjamaah karena takut dengan virus Corona Wuhan. Video tersebut diambil saat salat Idul Fitri di Masjid Yiwu, Cina, pada Juni 2019, sebelum virus Corona Wuhan pertama kali dilaporkan pada Desember 2019. Dengan demikian, unggahan akun Facebook Mas Benk menyesatkan.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya