[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Kepanikan Warga Cina karena Virus Corona?

Rabu, 29 Januari 2020 10:10 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Kepanikan Warga Cina karena Virus Corona?

Sebuah video yang dikalim sebagai video kepanikan warga Cina karena merebaknya virus Corona 2019-nCoV yang bermula di Wuhan beredar di media sosial. Video itu memperlihatkan kerumunan orang yang membawa koper sedang berlarian di sebuah stasiun kereta.

Akun yang membagikan video itu adalah akun Telegram Info Sham 33, yakni pada Jumat, 24 Januari 2020. Berikut narasi lengkap yang ditulis akun ini terkait video berdurasi 9 detik tersebut:

"China. Kepanikan luar biasa orang-orang China akibat #VirusCorona, lalu bagaimana kepanikan orang-orang #Uyghur saat kalian teror dengan teror di luar batas peri kemanusiaan? Ini hanya sedikit balasan dari Allah di dunia ini akibat China memusuhi Islam."

Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 1.000 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Telegram Info Sham 33 yang memuat narasi keliru mengenai video kepulangan warga Yulin, Cina, dari Guangdong untuk festival musim semi.

Benarkah video di atas adalah video kepanikan warga Cina karena munculnya virus Corona?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa kapan dan oleh siapa video itu pertama kali diunggah ke internet, Tim CekFakta Tempo menggunakan tools verifikasi video InVID. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu berasal dari unggahan akun Yulin Watch di situs Sina.com pada 21 Januari 2020.

Oleh Yulin Watch, video tersebut diberi keterangan "Orang Yulin yang bekerja di Guangdong telah kembali untuk festival musim semi". Tidak terdapat narasi bahwa video itu merupakan video "kepanikan warga Cina karena munculnya virus Corona".

Gambar tangkapan layar unggahan akun Yulin Watch di situs Sina.com.

Sina sendiri merupakan jaringan media digital yang berbasis di Cina. Perusahaan ini mengoperasikan situs Sina.com, aplikasi Sina Mobile, dan media sosial Weibo. Ketiga platform itu memungkinkan pengguna mengakses konten yang dibuat pengguna (user-generated content) dalam format multimedia.

Dikutip dari majalah sejarah online Historia.id, di negara asalnya, Tahun Baru Cina atau Imlek merupakan perayaan menyambut musim semi. Tradisi ini lekat dengan sistem penanggalan kalender Tionghoa yang berpatokan pada peredaran bulan berpadu peredaran matahari.

Sistem penghitungan tersebut dikenal dengan sebutan kalender Lunisolar di mana awal tahun bertepatan dengan masuknya musim semi. Karena itu, di Cina, Tahun Baru Imlek lebih dikenal dengan sebutan Chunjie (festival musim semi).

Imlek mulai dirayakan di hari pertama bulan pertama kalender Tionghoa dan berakhir dengan Cap Gomeh di tanggal kelima belas. Namun, sebelumnya, masyarakat Tionghoa membersihkan rumah, mendekor ulang rumah, serta melunasi atau mengurangi utang.

Virus Corona terkait dengan muslim Uighur?

Pada 27 Januari 2020, Tim CekFakta Tempo telah memverifikasi klaim-klaim yang mengaitkan munculnya virus Corona dengan perlakuan pemerintah Cina terhadap muslim Uighur. Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa munculnya virus Corona 2019 berkaitan dengan perlakuan Cina terhadap muslim Uighur adalah klaim yang menyesatkan.

Tidak ada kaitan sama sekali antara kemunculan virus Corona dengan bagaimana pemerintah Cina memperlakukan muslim Uighur. Penyebaran virus Corona telah menjadi tantangan kesehatan global setelah munculnya Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2002 dan Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV) pada 2013.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa video unggahan akun Telegram Info Sham 33 adalah video kepanikan orang Cina akibat virus Corona merupakan narasi yang menyesatkan. Video itu memperlihatkan suasana saat warga Yulin yang bekerja di Guangdong kembali ke kampung halamannya untuk merayakan festival musim semi.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya