[Fakta atau Hoaks] Benarkah Sunita Williams adalah Astronot Perempuan India Pertama yang ke Bulan dan Kemudian Mualaf?

Kamis, 23 Januari 2020 11:41 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Sunita Williams adalah Astronot Perempuan India Pertama yang ke Bulan dan Kemudian Mualaf?

Sebuah foto yang diklaim sebagai astronot perempuan Sunita Williams beredar di media sosial. Menurut klaim itu, Sunita adalah astronot perempuan asal India pertama yang menginjakkan kaki di bulan dan kemudian mualaf.

Klaim tersebut menyebutkan bahwa Sunita akhirnya memeluk Islam setelah, dari bulan, ia melihat seluruh bumi gelap kecuali dua tempat, yakni Mekkah dan Madinah, yang terang dan bercahaya. Di bulan, ia juga menyatakan bisa mendengar suara azan.

Berikut ini isi lengkap klaim tersebut:

"Subhanallah, kesaksian yang mengejutkan dari Sunita Williams, astronot wanita India pertama yang pergi ke bulan. Dia berkata: 'Dari bulan, aku melihat seluruh bumi hitam dan gelap kecuali dua tempat yang terang dan bercahaya. Ketika aku lihat dengan teleskop, ternyata tempat itu adalah Mekkah dan Madinah. Dan yang lebih menakjubkan lagi, aku jelas sekali mendengar suara azan padahal semua orang tahu, di bulan, semua frekuensi suara tidak berfungsi'. Sesaat setelah ia kembali menginjakkan kakinya ke bumi, ia langsung memeluk agama Islam."

Salah satu akun yang membagikan narasi itu adalah akun Ahmad Irma InayaTul Izzah di grup Facebook Kisah Sahabat Rasullulah pada 18 Januari 2020.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ahmad Irma InayaTul Izzah yang memuat narasi keliru mengenai astronot perempuan Sanita Williams.

Artikel ini berisi pemeriksaan terhadap tiga hal, yakni:

  • Benarkah wanita dalam foto di atas adalah Sunita Williams?
  • Benarkah Sunita Williams adalah astronot perempuan India pertama yang pergi ke bulan?
  • Benarkah Sunita Williams mualaf setelah melihat cahaya di Mekkah dan Madinah serta mendengar suara azan dari bulan?

PEMERIKSAAN FAKTA

Bukan foto Sunita Williams

Untuk memverifikasi foto di atas, Tim CekFakta Tempo menggunakan reverse image tools TinEye. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut pernah dipublikasikan dalam sebuah artikel di situs berbahasa Iran, Vista News Hub, pada 6 Februari 2014.

Menurut situs tersebut, perempuan dalam foto itu adalah Hanieh Tavassoli, aktris Iran yang pernah menyabet Crystal Simorgh, penghargaan yang diberikan dalam festival film tahunan terbesar di Iran, Fajr International Film Festival. Lewat penghargaan itu, Hanieh dinobatkan sebagai aktris terbaik Iran pada 2012.

Foto yang sama juga ditemukan dalam kumpulan video dengan topik Hanieh Tavassoli di YouTube. Video yang memuat foto Hanieh tersebut diunggah oleh kanal Sia pada 19 Oktober 2016.

Dengan demikian, klaim bahwa wanita dalam foto tersebut adalah Sunita Williams keliru. 

Astronot perempuan India pertama yang pergi ke bulan?

Profil Sunita Williams banyak diulas oleh sejumlah situs luar negeri, termasuk situs resmi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) serta situs Space.com. Menurut situs-situs tersebut, Sunita lahir di Euclid, Ohio, AS pada 19 September 1965. Ayah Sunita berasal dari India yang kemudian bermigrasi ke AS.

Sunita pun menghabiskan masa pendidikannya di negeri Abang Sam. Pada 1983, ia bersekolah di Needham High School, Massachusetts. Kemudian, ia memperoleh gelar sarjana Ilmu Fisika di Akademi Angkatan Laut AS pada 1987. Sunita juga mengambil pendidikan master Ilmu Manajemen Rekayasa di Institut Teknologi Florida pada 1995.

Sejak dipilih sebagai astronot oleh NASA pada Juni 1998, tidak satu situs yang diteliti Tempo menyebut bahwa Sunita pernah menjalankan misi ke bulan. Menurut NASA, pengalaman penerbangan luar angkasa Sunita adalah misi pesawat ulang-alik, antara lain:

  • Ekspedisi 14 pada 9 Desember 2006 bersama awak STS-116. STS-116 merupakan misi penerbangan pesawat ulang-alik ke Stasiun Luar Angkasa Internasional oleh Space Shuttle Discovery. Dalam ekspedisi ini, Sunita menjabat sebagai Flight Engineer. Sunita kembali ke Bumi dalam Ekspedisi 15 bersama awak STS-117 pada 22 Juni 2007.
  • Ekspedisi 32 pada 14 Juli 2012 yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan bersama Komandan Soyuz Rusia, Yuri Malenchenko, dan Flight Engineer dari Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang, Akihiko Hoshide. Misi ini membawa Sunita ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Di sana, Williams menghabiskan waktu empat bulan untuk melakukan penelitian dan eksplorasi di laboratorium yang mengorbit. Dia kembali ke Bumi pada 18 November 2012.

Profil Sunita Williams di situs resmi NASA.

Dilansir dari Spacecenter.org, Sunita telah menempuh 3 ribu jam penerbangan di lebih dari 30 pesawat yang berbeda dengan berada selama 322 hari di luar angkasa. Pengalaman itu menjadikan Sunita menduduki peringkat kedua sebagai astronot wanita yang bertahan paling lama di luar angkasa.

Sementara Space.com menyebut Sunita sebagai perempuan keturunan India kedua yang pergi ke luar angkasa setelah Kalpana Chawla. Kalpana pernah menjalankan dua misi penerbangan pesawat ulang-alik pada 1997 dan 2003.

Dengan demikian, klaim bahwa Sunita Williams adalah astronot perempuan India pertama yang menginjakkan kaki di bulan keliru.

Mualaf setelah melihat cahaya dan mendengar azan dari bulan?

Sejumlah organisasi pemeriksa fakta membantah informasi bahwa Sunita Williams telah memeluk Islam. Boom Live, organisasi pemeriksa fakta India, menyatakan bahwa kabar palsu semacam itu telah beredar sejak 2008 dalam berbagai bahasa.

Pada Agustus 2019, misalnya, kabar palsu itu pernah viral di India melalui Facebook. Informasi tersebut dibagikan dalam bentuk video berbahasa Bengali yang berjudul "mengapa Sunita Williams memeluk Islam segera setelah kembali dari luar angkasa".

Narasi serupa juga pernah viral di Indonesia pada 2017, 2018, 2019, dan sekarang.

Sunita telah membantah kabar bahwa ia berpindah agama ke Islam dalam sebuah wawancara bersama majalah gaya hidup Conde Nast pada 2010. Williams mengatakan bahwa dia tidak punya favoritisme terhadap agama apa pun.

"Saya tidak tahu dari mana (rumor) itu dimulai. Saya tidak punya favoritisme terhadap agama apa pun. Tapi ayah saya Hindu dan saya tumbuh besar sembari berusaha memahami apa arti Krishna, Ram, dan Sita. Ibu saya Kristen, lalu, apa arti Yesus? Saya pribadi—tidak ada hubungannya dengan NASA—saya pikir ada sosok Tuhan dan seseorang yang mengawasi kita serta mencoba membimbing kita untuk menjalani kehidupan yang sangat bahagia dan produktif. Ada arti lainnya. Itu hanya pemikiran saya," kata Sunita.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta atas tiga klaim di atas, narasi bahwa Sunita Williams adalah astronot perempuan India pertama yang pergi ke bulan dan kemudian memeluk Islam merupakan narasi yang keliru. Foto yang diunggah akun Ahmad Irma InayaTul Izzah juga bukan Sunita, melainkan aktris Iran Hanieh Tavassoli.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya