[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ribuan Ikan di Sungai Efrat Mati secara Misterius?

Sabtu, 14 Desember 2019 09:50 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ribuan Ikan di Sungai Efrat Mati secara Misterius?

Informasi tentang ribuan ikan mas yang mati di Sungai Efrat, sungai yang melintasi Turki, Suriah, dan Irak, beredar di media sosial. Dalam artikel di blog Kabar Muslim yang dimuat pada Selasa, 10 Desember 2019, kematian ribuan ikan itu disebut misterius dan dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat.

Artikel di blog Kabar Muslim tersebut diberi judul "Ribuan Ikan Mas Mati Mendadak di Sungai Efrat, Sabda Nabi Tentang Kiamat Jadi Kenyataan?". Artikel itu juga dilengkapi dengan foto sejumlah pria di atas dua perahu yang dikelilingi ribuan ikan mati yang mengapung di sebuah sungai.

Menurut artikel itu, Sungai Efrat semakin mengering. Ribuan ikan mas yang diternakkan di pinggir sungai itu juga mati secara misterius. "Tampaknya hadis dan riwayat Rasulullah SAW mulai menjadi kenyataan, segala fakta yang membuktikan semakin dekatnya kiamat satu per satu terungkap," bunyi paragraf pertama artikel tersebut.

Artikel itu juga menyebut bahwa Sungai Eufrat merupakan salah satu sungai yang memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan ajaran Islam. Menurut artikel tersebut, sungai yang menjadi sumber mata air di Anatolia, Turki, dan bermuara di Teluk Persia itu berkali-kali disebut dalam berbagai hadis.

Gambar tangkapan layar artikel di blog Kabar Muslim.

Benarkah ribuan ikan mas di Sungai Efrat mati secara misterius?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo pertama-tama mengecek foto yang diunggah blog Kabar Muslim. Berdasarkan penelusuran Tempo dengan reverse image tools Yandex, ditemukan bahwa foto itu terarsip dalam situs stok foto Getty Images pada 2 November 2018. Foto tersebut merupakan jepretan fotografer kantor berita AFP, Haidar Hamdani.

Menurut keterangannya, peristiwa dalam foto tersebut memang terjadi di Sungai Efrat, tepatnya yang mengalir di dekat Kota Saddat al-Hindiyah, Irak, pada 2 November 2018. Dalam keterangan foto itu, tertulis pula, "Nelayan Irak terpana dan marah setelah menemukan ribuan ikan mas mati secara misterius dan mengambang di Sungai Efrat."

Foto ribuan ikan mati di Sungai Efrat yang dijepret oleh jurnalis foto AFP, Haidar Hamdani.

Berbekal informasi itu, Tempo menelusuri pemberitaan di media arus utama terkait matinya ribuan ikan di Sungai Efrat. Dilansir dari berita di situs media Reuters pada 21 November 2018, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan bahwa kematian ribuan ikan di Sungai Efrat disebabkan oleh tingginya tingkat bakteri koliform, logam berat, dan amonia dalam air sungai tersebut.

Sebelumnya, tersebar isu bahwa matinya ribuan ikan di Sungai Efrat itu karena sengaja diracun. Menurut investigasi WHO bersama Kementerian Kesehatan dan Lingkungan Irak, kontaminasi yang terjadi di sungai tersebut tidak beracun dan tidak berbahaya bagi manusia.

Dilansir dari berita di situs media The National pada 6 Maret 2019, berdasarkan investigasi PBB, matinya ribuan ikan di Irak disebabkan oleh virus herpes koi atau KHV. Jenis herpes itu, menurut PBB, tidak berbahaya bagi manusia.

"KHV adalah penyakit yang sangat serius dan mematikan yang diketahui menyebabkan tingkat kematian hampir 100 persen pada ikan mas," kata Thomas Wahli, kepala Swiss Reference Laboratory for Notifiable Diseases, kepada The National.

Menurut Menteri Kesehatan dan Lingkungan Irak, Ala Alwan, kasus kematian ikan di Sungai Efrat pada November 2018 ini merupakan kasus pertama yang disebabkan oleh KHV. Kejadian ini membuat para petani ikan di Irak terpukul karena kehilangan pendapatan yang signifikan.

Gambar tangkapan layar rilis pers yang dimuat di situs resmi Program Lingkungan PBB.

Dikutip dari situs resmi Program Lingkungan PBB, terungkapnya penyebab kematian ribuan ikan di Sungai Efrat ini telah membantah asumsi bahwa ikan-ikan tersebut diracun. PBB pun meyakinkan masyarakat bahwa ikan yang diternakkan di Sungai Efrat aman untuk dimakan.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, ribuan ikan mas di Sungai Efrat tidak mati secara misterius. Blog Kabar Muslim mengutip berita yang masih merupakan informasi awal. Menurut investigasi PBB, kematian ikan-ikan itu disebabkan oleh wabah virus koi herpes. PBB menyatakan virus ini tidak berbahaya bagi manusia. Namun, perlu dicatat bahwa artikel ini tidak memverifikasi kematian ikan sebagai tanda kiamat dalam arti teologis.

ZAINAL ISHAQ

Catatan Koreksi: Artikel ini diubah pada 14 Desember 2019 pukul 13.00 di bagian judul serta kesimpulan. Redaksi mohon maaf.

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya