[Fakta atau Hoaks] Benarkah Megawati Imbau agar Anak Dijauhkan dari Agama?

Jumat, 13 Desember 2019 11:44 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Megawati Imbau agar Anak Dijauhkan dari Agama?

Narasi bahwa Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengimbau agar anak dijauhkan dari agama muncul dalam sebuah artikel. Artikel itu dimuat dalam blog Operainf pada Rabu, 11 Desember 2019 dengan judul "Megawati: Jauhi Anak Dari Agama Jika Besarnya Nanti Hanya Untuk Membunuh Orang".

Artikel itu dilengkapi dengan foto Megawati yang berkemeja hitam yang didampingi dengan dua kader PDI Perjuangan. Adapun isi artikel itu adalah mengenai pidato Megawati saat membuka Workshop Wawasan Kebangsaan untuk para pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Sosial pada 9 Desember 2019.

Sebagian besar isi pidato Megawati dalam artikel itu menyinggung maraknya aksi-aksi para teroris dengan target kelompok yang berbeda agama. Presiden ke-5 RI ini juga menyinggung insiden penusukan terhadap mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto beberapa bulan yang lalu.

Gambar tangkapan layar artikel di blog Operainf yang memuat hoaks mengenai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Namun, benarkah Megawati mengimbau agar anak dijauhkan dari agama jika ketika dewasa hanya untuk membunuh orang, sebagaimana judul artikel di blog Operainf?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa isi artikel di blog Operainf itu, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan media arus utama. Dalam mesin perambah Google, Tempo memasukkan kata kunci "Megawati membuka Workshop Wawasan Kebangsaan untuk PNS Kemensos".

Hasilnya, Tempo menemukan berita asli yang dikutip oleh blog Operainf. Berita itu dipublikasikan oleh situs media kredibel, Kumparan, pada 9 Desember 2019. Isi artikel dalam blog Operainf di atas sama dengan isi berita Kumparan tersebut.

Namun, berita di Kumparan itu berjudul "Megawati: Ajari Anak Bukan Hanya Agama, Lalu Sudah Besar Bunuh Orang". Judul tersebut diambil dari salah satu bagian pidato Megawati pada paragraf ketiga berita Kumparan itu.

"Untuk apa kita diberikan sebagai seorang ibu? Apa itu peri kemanusiaan? Untuk membesarkan anak-anak kita menjadi orang yang pintar, orang yang punya budi pekerti. Bukan hanya beragama, lalu kerjanya setelah besar hanya bunuh orang," kata Megawati di Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata, Jakarta Selatan, pada 9 Desember 2019.

Tempo pun membaca isi berita Kumparan itu hingga selesai. Namun, tidak ada satu pun pernyataan Megawati yang menyebutkan "jauhi anak dari agama" dalam berita di Kumparan tersebut sebagaimana judul artikel dalam blog Operainf di atas.

Gambar tangkapan layar berita di situs Kumparan.

Bukan Media Kredibel

Blog Operainf bukanlah situs media yang kredibel karena hanya mengambil konten dari situs media lain tanpa menyebutkan sumbernya. Selain itu, blog tersebut tidak mencantumkan penanggung jawab dan alamat perusahaan.

Padahal, ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi "Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat, dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan."

Selain itu, dalam blog Operainf tidak ditemukan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Padahal, kewajiban untuk memuat Pedoman Pemberitaan Media Siber oleh perusahaan media juga tercantum dalam Pasal 8 Undang-Undang Pers.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, disimpulkan, narasi dalam judul artikel blog Operainf, bahwa Megawati mengimbau agar anak dijauhkan dari agama, adalah narasi keliru. Judul asli berita di situs Kumparan yang dikutip oleh blog tersebut adalah "Megawati: Ajari Anak Bukan Hanya Agama, Lalu Sudah Besar Bunuh Orang". Selain itu, dalam badan berita pun, tidak ada pernyataan bahwa Megawati menyebut "jauhi anak dari agama".

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya