[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Keributan antara Polisi dengan Pelajar di KRL Depok?

Selasa, 1 Oktober 2019 16:16 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Keributan antara Polisi dengan Pelajar di KRL Depok?

Video yang memperlihatkan keributan antara polisi dengan pelajar di dalam sebuah kereta viral di media sosial. Video itu dibagikan oleh akun Twitter Republik Togog, @anonLokal, pada Senin, 30 September 2019. Akun itu juga menuliskan narasi bahwa polisi mengeluarkan pistol saat kericuhan yang terjadi dalam KRL di Stasiun Depok Baru itu.

Dalam video berdurasi 17 detik tersebut, pada detik ke-6, terlihat seorang polisi yang mengeluarkan suatu benda dari saku yang ada di ikat pinggangnya. Aksi polisi itu pun membuat beberapa pelajar mundur.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter Republik Togog yang menampilkan video berisi keributan antara polisi dengan pelajar di KRL.

Video tersebut juga dibagikan oleh akun Twitter Gelora News, @geloraco, pada 30 September lalu. Akun itu juga menulis narasi, “Viral Video Ricuh Sweeping di KRL, Polisi Keluarkan Pistol Ke Pelajar #KekuasaanDitanganRakyat”.

Selain itu, dalam unggahannya, akun Gelora News mencantumkan tautan artikel dari situsnya, Gelora.co, yang berjudul “Viral Video Ricuh Sweeping di KRL, Polisi Keluarkan Pistol ke Pelajar”.

Artikel itu menulis, berbarengan dengan demonstrasi di depan gedung DPR, aparat kepolisian melakukan penyisiran di sejumlah daerah untuk mengantisipasi para pelajar bergabung dalam aksi itu. Saat itulah video yang menampilkan kericuhan antara polisi dengan pelajar di KRL beredar.

Menurut artikel dalam situs Gelora.co, video tersebut ramai dibicarakan warganet setelah diunggah oleh akun Twitter Zoemint12, @dzoemient12.

Video itu sama dengan yang diunggah oleh akun Republik Togog. Menurut artikel dalam situs Gelora.co, sejarawan JJ Rizal juga me-retweet unggahan berisi video itu.

Benarkah terjadi keributan antara polisi dengan pelajar dalam rangkaian KRL di Stasiun Depok Baru?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, viralnya video yang memperlihatkan keributan antara polisi dengan pelajar itu diberitakan oleh laman Detik.com. Berita itu memuat penjelasan Kepala Polres Kota Depok Ajun Komisaris Besar Azis Andriansyah mengenai kejadian itu.

Dikutip dari laman Detik.com, Azis mengatakan bahwa polisi berjaga di Stasiun KRL Depok Baru untuk mencegah pelajar yang hendak mengikuti demonstrasi di depan gedung DPR, Jakarta. Namun, menurut Azis, polisi dikeroyok massa.

Azis pun menuturkan bahwa, saat pengeroyokan itu, massa juga hendak mengambil senjata milik anggota kepolisian. "Polisi dikeroyok dan senjata mau direbut massa," kata Azis seperti dilansir dari laman Detik.com.

Dikutip dari situs Suara.com, Kepala Polres Kota Depok Ajun Komisaris Besar Azis Andriansyah juga menyatakan akan memeriksa anggota polisi tersebut. Dia menekankan, dalam setiap apel pengamanan terkait demonstrasi, anggota Polres Kota Depok tidak pernah dibekali senjata.

"Saya cek apakah itu (terjadi) di Depok. Namun, setiap melakukan apel untuk pengamanan ini, diberlakukan beberapa minggu ini, tidak ada anggota yang dibekali senjata," kata Azis seperti dikutip dari laman Suara.com.

Bahkan, menurut Azis, sebelum diterjunkan dalam pengamanan, anggota Polres Kota Depok juga diminta mengumpulkan senjata api miliknya. Karena itulah dia berani memastikan bahwa tidak ada senjata api yang dibawa oleh anggota Polres Kota Depok dalam pengamanan terkait demonstrasi. "Nanti saya cek apakah itu anggota saya atau bukan," kata Azis.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, bisa disimpulkan bahwa keributan antara polisi dengan pelajar memang benar terjadi dalam rangkaian KRL, tepatnya di Stasiun Depok Baru. Menurut Kepala Polres Kota Depok Ajun Komisaris Besar Azis Andriansyah, saat mencegah pelajar yang hendak mengikuti demonstrasi, polisi dikeroyok massa dan hendak diambil senjatanya. Azis juga menyatakan bakal memeriksa anggota polisi yang diduga mengeluarkan senjata itu karena, dalam pengamanan terkait demonstrasi, anggota Polres Kota Depok tidak dibekali senjata.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id