[Fakta atau Hoaks] Benarkah Polisi Masuk Masjid untuk Kejar Mahasiswa Pendemo?

Kamis, 26 September 2019 11:48 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Polisi Masuk Masjid untuk Kejar Mahasiswa Pendemo?

Video yang menampilkan polisi masuk masjid untuk kejar mahasiswa pendemo viral di media sosial. Video itu diunggah oleh kanal Sahabat Alstro di YouTube pada Selasa, 24 September 2019. Pada hari itu, demonstrasi mahasiswa yang menolak revisi UU KPK, RKUHP, dan Undang-Undang bermasalah lainnya tengah berlangsung di sejumlah daerah.

Video yang berdurasi 58 detik itu berisi gabungan foto dan video. Video dibuka dengan tulisan "Polisi Masuk Masjid dan Polisi Pukuli Mahasiswa dengan Sadis". Lalu, ditampilkan foto dua polisi berseragam lengkap yang tengah berada di dalam masjid.

Gambar tangkapan layar video yang memperlihatkan polisi masuk masjid untuk kejar mahasiswa pendemo.

Pada detik ke-17, foto yang ditampilkan memperlihatkan sejumlah polisi bersenjata lengkap yang menangkap mahasiswa berjas hijau di halaman sebuah gedung.

Berikutnya, pada detik ke-23, ditampilkan video dua polisi bersenjata laras panjang yang memasuki sebuah masjid. Di dalam masjid itu, terhampar karpet berwarna hijau. Ada pula beberapa jamaah perempuan yang terdengar ketakutan.

Artikel ini akan memeriksa dua hal:

  • Benarkah terjadi penangkapan mahasiswa berjas hijau?
  • Benarkah polisi mengejar mahasiswa hingga masuk ke dalam masjid?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tim CekFakta Tempo memeriksa terlebih dahulu foto sejumlah polisi yang menangkap mahasiswa berjas hijau di halaman sebuah gedung. Menggunakan reverse image tools, foto itu identik dengan video yang tengah viral, yang salah satunya diunggah oleh kanal Pantau.com dengan judul “Video Viral Oknum Polisi Pukul Mahasiswa Pendemo di Medan” pada Rabu, 25 September 2019.

Dalam video itu, terlihat mahasiswa berjas hijau serta ornamen gedung di belakangnya yang sama dengan yang ada dalam video milik Sahabat Alstro.

Pantau.com menuliskan keterangan: "Beredar sebuah video sejumlah oknum polisi yang memukuli pendemo mahasiswa. Menurut informasi, kejadian tersebut terjadi di Medan saat mahasiswa berunjuk rasa di DPRD Sumatera Utara pada Selasa, 24 September 2019".

Tempo kemudian menelusuri kebenaran video itu melalui media arus utama. Lewat penelusuran itu, ditemukan video berita di kanal Tribun Medan di YouTube yang berjudul “Identitas Mahasiswa yang Dikeroyok Polisi saat Kerusuhan Unjuk Rasa di DPRD Sumut”. Pada video yang ditayangkan pada 24 September 2019 itu, Tribun Medan juga menayangkan video yang sama dengan yang diunggah oleh Pantau.com dan Sahabat Alstro.

Gambar tangkapan layar video Tribun Medan yang menampilkan mahasiswa dikeroyok polisi saat kerusuhan unjuk rasa di DPRD Sumatera Utara.

Tribun Medan menulis pemukulan polisi terhadap mahasiswa berjas hijau itu terjadi saat unjuk rasa mahasiswa di DPRD Sumatera Utara pada Selasa, 24 September 2019. Mahasiswa tersebut bernama Ali Mustawa dan berasal Universitas Islam Negeri Sumatera Utara atau UINSU.

Selain di kanal Tribun Medan di YouTube, berita mengenai pemukulan Ali Mustawa itu juga dipublikasikan di situs Tribun Medan.

Video Polisi Masuk Masjid

Video yang menampakkan polisi masuk masjid banyak diberitakan oleh media arus utama. Video itu juga diunggah oleh kanal Tribun Timur di YouTube.

Tempo.co juga menulis bahwa tindakan itu dilakukan oleh polisi di Sulawesi Selatan saat menyisir peserta demo mahasiswa di Makassar dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh pada Selasa, 24 September 2019.

Saat itu, polisi menyerbu ke dalam masjid yang berada di samping kantor DPRD Sulawesi Selatan. Ketika menangkap mahasiswa pendemo, polisi masuk masjid dengan berpakaian lengkap, termasuk sepatu dan pentungan.

Juru bicara Polda Sulawesi Selatan Komisaris Besar Dicky Sondani membenarkan insiden tersebut. "Pelaku bersembunyi dalam masjid, jadi petugas menangkapnya," ucap Dicky.

Dia juga mengatakan, saat itu, anggota tengah melakukan pengamanan di kantor DPRD Sulawesi Selatan. Namun, ada mahasiswa yang melempar dengan batu. Kemudian, polisi mengejarnya karena masjid dijadikan sebagai tameng untuk bersembunyi.

Di dalam masjid tersebut tidak hanya ada mahasiswa laki-laki, melainkan juga sejumlah perempuan. "Polda mohon maaf atas insiden itu," kata Dicky. Dia juga berjanji akan menindak tegas petugas itu. Satuan profesi dan pengamanan segera melakukan penyelidikan.

KESIMPULAN

Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan bahwa video yang diunggah oleh kanal Sahabat Alstro di YouTube yang menampilkan polisi masuk masjid untuk kejar mahasiswa pendemo adalah benar.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id