[Fakta atau Hoaks] Benarkah Kementerian Agama Angkat Pendeta Sebagai Kepala Kemenag Gresik?

Selasa, 9 Juli 2019 14:39 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Kementerian Agama Angkat Pendeta Sebagai Kepala Kemenag Gresik?

Foto karangan bunga ucapan selamat atas dilantiknya Markus sebagai kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, menjadi viral di media sosial. Karangan bunga yang tertulis dari Pendeta Gereja Kemah Tabernakel, Hendry Hariyono, itu kemudian dinarasikan bahwa Markus beragama Kristen.

Foto karangan bunga yang menjadi viral di media sosial.

Foto itu sempat dibagikan di Facebook dan Whatsapp dengan isu Kementerian Agama mengangkat Markus yang beragama Kristen sebagai kepala Kantor Kemenag Gresik.

“Satu persatu urusan ummat Islam diurus oleh Non-Islam dan pendeta. Hancur-hancur dan bisa hancur umat Islam,” demikian narasi yang tersebar di WhatsApp seperti yang diunggah akun Achmad Shampton Masduqie di Facebook. 

Salah satu akun di Facebook yang menulis narasi yang sama adalah Jondra Vota. Ia memposting foto karangan bunga tersebut dengan narasi: “Woooo pak presiden itu kementrian agama apa kementrian pendeta.” 

Benarkah Kementerian Agama mengangkat Markus yang kristen sebagai kepala kantor Kemenag Gresik?

 

PEMERIKSAAN FAKTA

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan klarifikasi atas tersebarnya isu di media sosial tersebut. Melalui halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur di Facebook, @kemenagjawatimur, dijelaskan, bahwa Markus tidak beragama Kristen melainkan Islam.

Menurut Kemenag Jatim, pria kelahiran Madura itu menempuh pendidikan sejak sekolah dasar di lembaga pendidikan agama di bawah Kemenag. Yakni di Madratsah Ibtidaiyah Tarbiyatus Shibyan, Seratengah Bluto sumenep Madura;  MTs Annawari, Seratengah; MA Annawari, Seratengah.

Sedangkan pendidikan perguruan tinggi, ia tempuh di UNESA Surabaya. Pendidikan S2nya ia tempur di Jurusan Manajemen IMNI dan Jurusan Hukum UTM Madura. 

Bahkan sejak MI kelas 3, Markus menjadi santri di Pondok Pesantren Annawari, Seratengah Bluto , Sumenep, Madura sampai tingkat Aliyah (SMA).

Dalam situs media Duta, Markus menjelaskan, bahwa ia tidak mengenal pemberi karangan bunga yang fotonya menjadi viral di medsos. “Cuma dia bilang pengurus FKUB (forum komunikasi umat beragama). Jadi saya tidak tahu dan tak kenal siapa yang mengirim karangan bunga ucapan itu,” kata Markus Firdaus. 

Markus sendiri tidak mempersoalkan ramainya perbincangan di medsos dan tetap berkomitmen terhadap terciptanya toleransi. “Orang yang mempertanyakan itu wajar karena dari sisi nama seperti itu. Tapi mudah-mudahan kalau sudah kenal akan memahami siapa saya, bagaimana komitmen saya dengan toleransi. Kita semua pasti ingin aman dan nyaman,” katanya.

Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada orang yang mengirim karangan bunga ucapan tersebut walaupun ia tidak kenal.

“Kita harus saling menghormati dan menghargai demi kemajemukan bangsa tercinta ini, makanya sepatutnya tetap menghormati semua umat beragama, suku dan keberagaman harus tetap kita jaga untuk ke Indonesiaan kita bersama,” harap pria asli Sumenep ini.

“Kita harapkan dengan adanya kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik yang saya pegang sementara ini, bisa membawa kebaikan. mohon untuk didukung semua pihak untuk kebaikan Depag dan kebaikan kita bersama terutama warga Gresik,” harap Markus Firdaus.

Markus sendiri dilantik sebagai kepala kantor Kemenag Gresik pada Jumat 5 Juli 2019 oleh Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Pusat. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kepala Biro Humas Kanwil Kemenag Jatim selama 2 tahun lebih.

 

KESIMPULAN

Dari pemeriksaan fakta di atas, narasi yang menyebutkan bahwa Kemenag melantik seorang pendeta sebagai kepala kantor Kemenag Gresik adalah sesat.

 

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id