Menyesatkan, Video Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Bilang "Agama Islam Agama Pendatang"

Senin, 14 November 2022 18:19 WIB

Menyesatkan, Video Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Bilang

Tempo menerima permintaan cek fakta melalui WhatsApp tentang sebuah video berjudul Menteri Agama Yaqut Cholil: Islam itu Agama Pendatang

Video dari akun Tiktok itu  berdurasi 01.04 menit, dengan berisi dua bagian. Bagian pertama berisi pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Bagian kedua adalah suara yang mirip Rizieq Shihab yang membantah bahwa Islam adalah agama pendatang. 

Tangkapan layar video yang dikirimkan pembaca Cek Fakta Tempo melalui WhatsApp chatbot mengenai pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil soal agama Islam

Benarkah bahwa Menteri Agama Yaqut menyatakan hal tersebut?

PEMERIKSAAN FAKTA

Sesuai hasil verifikasi Tempo, video berisi pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tersebut dipotong pada menit 08.26 dari seri podcast Deddy Corbuzier sehingga konteks sebenarnya dari obrolan tersebut menjadi hilang. 

Video utuh wawancara ini diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada 2 November 2021, dengan judul Apa Menteri Agama Harus Islam - Gus Yaqut Menteri Agama - Deddy Corbuzier Podcast”. 

Tempo lalu menonton keseluruhan video tersebut dengan durasi 49.24 menit yang diunggah Deddy Corbuzier. Pada video podcast itu tidak ditemukan pernyataan “Islam agama pendatang” yang diucapkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Akan tetapi pada menit 08.26, Menteri Yaqut ditemukan mengucapkan kalimat “agama Islam bukan dari Indonesia. Islam dari tanah Arab”. 

Jawaban itu bermula dari pertanyaan yang dilontarkan Deddy Corbuzier soal apakah seorang menteri agama bisa masuk pura Hindu dan mengucapkan selamat Natal, dan apakah tidak ada pihak yang marah bila menteri agama mengucapkan natal. Pertanyaan ini lalu dijawab Menteri Yaqut jika pihaknya sudah melakukan itu, masuk pura dan mengucapkan natal. 

Berikut adalah kutipan lengkap tanya jawab lengkap Menteri Yaqut dan Deddy Corbuzier pada menit 06.59-10.41:

Deddy Corbuzier: Sekarang Gus Yaqut Menteri Agama mewakili semua agama. Artinya akan ada sebuah kemungkinan bahwa anda akan masuk ke pura Hindu dan mengucapkan selamat hari Natal. Tapi yang melawan dan marah-marah banyak? 

Menteri Yaqut: Begini soal boleh nggak boleh itu kan harus ada dasarnya. Yang melarang dasarnya apa. Banyak riwayat yang mengatakan, hadis yang menyatakan bahwa nabi pun juga memberi penghormatan terhadap agama lain. Apa salahnya. Kalau toh salah, mereka ini yang tidak setuju tidak sepaham bukan hakim dari pemahaman keagamaan saya. Hakimnya tetap Allah SWT benar atau salah nanti Allah SWT yang akan menentukan. Pada akhirnya saya memiliki keyakinan bahwa ini juga dilakukan nabi. Saya mencontoh apa yang dilakukan nabi memberikan penghormatan terhadap agama yang bukan Islam. Apa salahnya. 

Deddy Corbuzier: Apakah menjaga semua agama itu yang lebih penting? 

Menteri Yaqut: Sebenarnya agama apapun itu termasuk Islam harus diletakkan dan tidak boleh lepas dari ruang dan waktu. Agama Islam yang ada di Indonesia ini ya agama Islam yang khas Indonesia. Tentu saja agama Islam nusantara yang menghargai budaya di Indonesia. Ada banyak sekali perbedaan bukan hanya agama tapi ada suku ras golongan. Ini pun juga harus dijaga dan menjadi dasar. Bagaimana cara kita beragama kalau dalam bahasa yang paling ringkas saja tidak ada penghormatan. 

Agama itu harus memberikan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal. itu seharusnya. Agama Islam Ini kan bukan dari Indonesia. Islam dari tanah Arab. Dia masuk ke Indonesia, maka Islam ini harus menghargai budaya yang ada di Indonesia. Budaya di indonesia seperti apa, saling menghormati, saling menyambangi. Ketika ada orang lain kesusahan dia nggak perlu nanya agamamu untuk ketika mau membantu, tinggal membantu aja. Ketika orang senang memberikan selamat juga nggak perlu tanya agama kamu apa. Itu dulu. Sebelum Islam datang itu sudah ada. Kemudian Islam datang disempurnakan. Kalau mau ngasih selamat ditambahin dong. Selamat ya, alhamdulillah. Sama dengan pengucapan terhadap agama-agama yang berbeda di hari-hari besar mereka. Enggak apa dipisahkan saja. Penghormatan.  

Karena begini. Nabi Muhammad itu diturunkan, diperintahkan untuk menyebarkan Islam itu bukan untuk membentuk akhlak baru bukan untuk membuat norma baru, tetapi menyempurnakan norma akhlak yang sudah ada. itu ada hadisnya ada hadisnya ada innama buistu liutammima makarimal akhlak. Sesungguhnya aku Allah menurunkan Muhammad itu untuk menyempurnakan akhlak. Kata menyempurnakan itu menunjukkan bahwa sebelumnya sudah ada akhlak mulia. Kemudian Nabi diperintahkan untuk menyempurnakan akhlak.

kalau kita lihat sekarang tercipta tradisi di nusantara, dulu tuh kalau di Jawa, orang meninggal ada 1 orang meninggal itu tetangga-tetangganya pada datang,  biasanya itu minum minum, kalau main kartu, lalu Islam datang hilangin itu minum-minuman,  main kartu gantilah tahlilan. Nah itu menyempurnakan.  Kumpul-kumpulnya sudah bener nih, menyampaikan rasa berduka kepada pihak keluarga yang ditinggalkan sudah benar.  Tapi cara penghormatannya ini yang disempurnakan. Jangan mabuk-mabuk dong, jangan minum-minum jangan main kartu, tapi pakai doa-doa tahlil itu. Nah itu Islam menyempurnakan. 

Sumber: YouTube Podcast Deddy Corbuzier

Video pernyataan Rizieq Shihab

Sementara terkait video berisi suara Rizieq Shihab yang tidak setuju bahwa Islam berasal dari Tanah Arab, melainkan adalah agama langit adalah bagian dari pandangan pribadi. Tempo tidak bisa menilai apakah klaim tersebut benar atau tidak.

Di bawah ini Tempo juga memberikan sejumlah tautan rujukan tentang masuknya Islam ke Indonesia:

1. 4 Pandangan Masuknya Islam ke Nusantara

2. Islam Indonesia, Islamnya Dunia

3. Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

4. Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia dan Perkembangannya

5. Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia

KESIMPULAN

Hasil pemeriksaan TEMPO, video berjudul Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan Islam adalah agama pendatang, adalah menyesatkan

Video yang dibagikan diatas diketahui merupakan potongan dari video pada menit 08.26 di podcast Deddy Corbuzier.  Pemotongan video tersebut menyebutkan konteks sebenarnya dari obrolan tersebut menjadi hilang.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id