Keliru, Video Presiden Xi Jinping Umumkan Perang Membela Indonesia di Pulau Pasir

Senin, 14 November 2022 16:53 WIB

Keliru, Video Presiden Xi Jinping Umumkan Perang Membela Indonesia di Pulau Pasir

Salah satu akun Facebook membagikan video berdurasi 7 menit 49 detik dengan narasi Presiden Cina, Xi Jinping umumkan perang untuk kedaulatan Indonesia di Pulau Pasir.

Video ini memperlihatkan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, Presiden Cina, Xi Jinping, dan Presiden RI dan Joko Widodo. Narator video mengatakan Beijing telah mengungkapkan keterbukaannya untuk membantu militer Indonesia, termasuk dukungan dana terkait pencaplokan Pulau Pasir oleh Australia.

Tangkapan layar video yang beredar di Facebook dengan narasi Presiden Cina mengumumkan perang melawan Australia untuk membantu Indonesia

Sejak diunggah pada Senin, 7 November 2022, video ini telah disukai 32 ribu netizen, 3,2 ribu komentar dan 1,9 juta kali tayang. Namun, benarkah video Xi Jinping mengumumkan perang membela kedaulatan Indonesia?

PEMERIKSAAN FAKTA

Hasil pemeriksaan fakta Tempo menunjukkan, Presiden Cina, Xi Jinping tidak pernah mengumumkan soal perang atau pun membela kedaulatan Indonesia di Pulau Pasir. Dalam video yang menampilkannya, Xi berbicara topik berbeda-beda, diantaranya soal hubungan mereka dengan Taiwan, perdagangan, investasi, infrastruktur, keuangan, pendanaan, serta maritim.

Untuk memverifikasi kebenaran klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video menjadi gambar dan menelusurinya menggunakan Google Reverse Image dan Yandex Image Search.

Video 1

Fragmen 1

Awal video, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, terlihat sedang berbicara di dalam sebuah forum. Potongan video ini sebelumnya sudah pernah ditayangkan pada 28 Oktober 2022 di akun resmi YouTube Guardian Australia yang berjudul Accused of bullying: the PM's response to Michelle Landry in question time

Pada momen itu, ia berbicara di parlemen tentang pekerjaan yang dilakukan di dataran banjir Yeppen. Selama pertemuan itu, Albanese tidak berbicara tentang Pulau Pasir dan tidak membahas soal Cina dan Indonesia.

Video 2

Fragmen 2

Pada detik ke-47, Presiden Cina, Xi Jinping menyampaikan pidato. Setelah ditelusuri, Tempo menemukan, bahwa potongan video tersebut pernah tayang pada 2 Januari 2019 di YouTube situs berita Financial Times. Isi pidato Xi Jinping tidak terkait dengan rencana membela kedaulatan Indonesia atas konflik di Pulau Pasir.

Isi video tersebut mengenai memanasnya hubungan Pemerintah Tiongkok dan Taiwan. Saat itu Presiden Xi Jinping menegaskan tentang hak Cina untuk menggunakan kekuatan militer melawan "kekuatan asing" yang campur tangan dalam masalah kemerdekaan negara itu.

Orang China tidak melawan China lainnya,” kata Xi, tetapi menambahkan bahwa Beijing akan mengambil “langkah-langkah yang diperlukan” terhadap campur tangan asing dan “sejumlah kecil aktivis kemerdekaan Taiwan dan kegiatan separatis”.

Video 3

Fragmen 3

Cuplikan video berikutnya menampilkan Presiden RI, Joko Widodo sedang berjabat tangan dengan Perdana Menteri Cina, Li Keqiang saat melakukan pertemuan bilateral di Villa 5, Diaoyutai State Guesthouse, Beijing, Selasa, 26 Juli 2022.

Hasil verifikasi menunjukkan, bahwa pertemuan kedua negara membahas soal impor crude palm oil (CPO) China dari Indonesia dan dihadiri Presiden Cina, Xi Jinping. Pada momen itu, Xi, sama sekali tidak membicarakan tentang perang atau pun membantu militer Indonesia.

“Dalam pertemuan dengan PM Li, saya berharap kita dapat membahas berbagai kerja kerja sama khususnya di bidang perdagangan, investasi, infrastruktur, keuangan, pendanaan, serta maritim,” ucap Jokowi dalam keterangan resminya dikutip dari Bisnis.com.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta, video Xi Jinping umumkan perang membela kedaulatan Indonesia terkait sengketa Pulau Pasir adalah keliru.

Dalam video itu, Xi Jinping sama sekali tidak membahas soal perang atau pun membela kedaulatan Indonesia di Pulau Pasir. Dalam video yang menampilkannya, Xi berbicara topik berbeda, diantaranya soal hubungan mereka dengan Taiwan, dan tentang perdagangan, investasi, infrastruktur, keuangan, pendanaan, serta maritim.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id