Keliru, Amerika Serikat Kirim 6 Bomber Nuklir dan Kapal Induk Halangi Putin ke KTT G20 Bali

Rabu, 9 November 2022 21:33 WIB

Keliru, Amerika Serikat Kirim 6 Bomber Nuklir dan Kapal Induk Halangi Putin ke KTT G20 Bali

Sebuah video beredar di Facebook dengan narasi bahwa Amerika Serikat mengirimkan 6 bomber nuklir dan kapal induk untuk menghalangi kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke KTT G20 Bali.

Video berdurasi 9 menit 29 detik itu memperlihatkan kapal induk Amerika Serikat (AS) dan sejumlah pesawat tempur. 

Oleh akun ini, video yang diunggah pada 6 November 2022 diberi judul “HALANGI PUTIN UNTUK DATANG KE BALI, AMERIKA KIRIMKAN 6 BOMBER NUKLIR DAN KAPAL INDUK KE NTT.”

Tak hanya itu, terdapat narasi yang menyebutkan bahwa Amerika sudah mengirimkan 6 pesawat pengebom nuklirnya ke NTT agar Jokowi tak melawan Australia dan batal mengundang Putin dalam acara G20 di Bali. Pasalnya, jika Putin Datang bersamaan dengan Joe Biden, Laut Bali akan dipenuhi dengan kapal perang dan kapal induk milik Amerika dan Rusia yang siap saling menyerang.

Tangkapan layar video yang beredar di Facebook dengan narasi Amerika Serikat menghalangi kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke KTT G20 Bali

Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 300 kali dan mendapat lebih dari 1.000 komentar. Apa benar ini video AS mengirimkan 6 bomber nuklir dan kapal induk ke NTT untuk menghalangi kedatangan Putin di KTT G20?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya, penelusuran dilakukan dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex.

Video tersebut merupakan hasil suntingan yang menggabungkan sejumlah dokumentasi video dengan konteks berbeda. Baru-baru ini media Australia, ABC, menyebut AS berencana menempatkan enam bomber berkemampuan nuklir ke Australia Utara, bukan di NTT.    

Sumber Video

Video Pertama

Foto kiri berasal dari foto kanan (sumber: CNN Indonesia)

Video di atas diawali dengan pernyataan pengamat Pengamat Militer dan Pertahanan Connie Rahakundini dengan News Anchor CNN Indonesia TV mengenai kunjungan Ketua Kongres AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan.

Video tersebut diunggah ke YouTube oleh kanal resmi CNN Indonesia pada 3 Agustus 2022 dengan judul “Connie: Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan Exit Door Amerika Selamatkan Muka dari Perang Rusia-Ukraina”.

Video Kedua

Foto kiri berasal dari foto kanan (sumber: kanal YouTube resmi US Navy)

Cuplikan video yang memperlihatkan kapal induk AS telah beredar di internet sejak enam tahun lalu, tepatnya pada 22 Juni 2016. Video tersebut diunggah ke YouTube oleh kanal terverifikasi U.S Navy dengan judul, “Dual Aircraft Carrier Strike Group Operations”.

Fragmen yang identik terlihat pada detik ke-23 hingga ke-41. Berikut keterangan videonya:

“FILIPINA SEA (18 Juni 2016) - Kapal induk kelas Nimitz USS John C. Stennis (CVN 74) dan USS Ronald Reagan (CVN 76) melakukan operasi grup serang kapal induk ganda di wilayah operasi Armada ke-7 AS untuk mendukung keamanan dan stabilitas di Indo-Asia-Pasifik. Operasi tersebut menandai kehadiran Angkatan Laut AS yang berkelanjutan di seluruh area tanggung jawab. (Video Angkatan Laut AS oleh Spesialis Komunikasi Massa Kelas 1 Elijah G. Leinaar/Dirilis).”

Video Ketiga

Foto kiri berasal dari foto kanan (sumber: kanal YouTube kanal terverifikasi Gung Ho Vids)

Fragmen video yang memperlihatkan sebuah pesawat bomber tengah melakukan pengisian bahan bakar di udara identik dengan video yang pernah diunggah ke YouTube pada 7 Januari 2020 oleh kanal terverifikasi Gung Ho Vids.

Menurut kanal tersebut, Angkatan Udara AS KC-135 Stratotanker melakukan pengisian bahan bakar udara dengan Stratofortress B-52H selama Bomber Task Force 20-1 di atas Laut Arktik, dengan obrolan kontrol lalu lintas udara di atas KC-135. Difilmkan pada 4 November 2019. Video tersebut didokumentasikan oleh staf Angkatan Udara AS, Sersan James Cason.

Cuplikan yang identik terlihat pada menit ke-3:42 hingga 4:16.

Penempatan Bomber Amerika Serikat

Rencana Amerika Serikat untuk menempatkan enam bomber di kawasan Indo-Pasifik diberitakan situs berita Australia, ABC.

Dikutip dari ABC, Amerika Serikat sedang bersiap untuk mengerahkan hingga enam pembom B-52 berkemampuan nuklir ke Australia utara, sebuah langkah provokatif yang menurut para ahli ditujukan tepat ke Cina.

Investigasi oleh Four Corners dapat mengungkapkan Washington berencana untuk membangun fasilitas khusus untuk pesawat raksasa di pangkalan udara Tindal, selatan Darwin.

Amerika Serikat telah menyusun rencana terperinci untuk apa yang disebutnya sebagai "fasilitas operasi skuadron" untuk digunakan selama musim kemarau di Northern Territory, pusat pemeliharaan yang berdampingan, dan area parkir untuk "enam B-52".

Becca Wasser dari Center for New American Security mengatakan bahwa penempatan B-52 di Australia Utara adalah peringatan bagi Cina. Alasannya karena persiapan serangan Beijing terhadap Taiwan, sedang meningkat.

"Memiliki pesawat pengebom yang dapat menjangkau dan berpotensi menyerang daratan Cina bisa menjadi sangat penting dalam mengirimkan sinyal ke Cina bahwa tindakannya atas Taiwan juga dapat berkembang lebih jauh," katanya.

B-52 telah menjadi tulang punggung Angkatan Udara AS selama lebih dari 60 tahun, dengan kemampuan untuk memberikan serangan jarak jauh dari senjata nuklir dan konvensional. Dokumen AS mengatakan fasilitas itu akan digunakan untuk "skuadron B-52 yang dikerahkan".

Menanggapi rencana AS itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah RI tetap memantau segala kejadian yang dapat menimbulkan tantangan geopolitik baru. Maka itu, ia menghimbau agar negara-negara yang berada di Indo-Pasifik untuk menahan segala manuver yang mengancam.

"Kita lihat keamanan indo pasifik jadi komitmen bersama. Kami yakin AS salah satu negara yang ingin stabilitas dan keamanan di Indo Pasifik," paparnya dalam keterangan pers mingguan, Kamis, 3 November 2022.

"Kita juga terus menyampaikan pesan dan harapan agar negara-negara kembali mengedepankan kondisi stabil dan kondusif dan menghentikan gerakan yang meningkatkan kecurigaan,” dilansir dari CNBC Indonesia.

Sementara saat ditanya rencana AS kerahkan pesawat pengebom ke Australia, Jubir Kemenlu Cina, Zhao Lijian, mengatakan bahwa perilaku AS belakangan telah meningkatkan ketegangan di kawasan, merusak perdamaian dan stabilitas kawasan, serta bisa memicu perlombaan senjata di kawasan.

"China mendesak pihak-pihak terkait untuk meninggalkan mentalitas menang-kalah dan Perang Dingin yang sudah kedaluwarsa, serta cara berpikir geopolitik yang picik."

"Cina sekaligus mendesak untuk melakukan sesuatu yang kondusif untuk perdamaian dan stabilitas kawasan serta mengembangkan rasa saling percaya di antara negara-negara," ujar Zhao Lijian, dikutip dari Kompas TV.

KESIMPULAN

Video dengan klaim AS mengirimkan 6 bomber nuklir dan kapal induk ke NTT untuk menghalangi kedatangan Putin ke KTT G20 Bali adalah keliru

Video di atas merupakan hasil suntingan yang menggabungkan sejumlah dokumentasi video dengan konteks berbeda dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan KTT G20 Bali.

Media Australia, ABC, menyebut AS berencana menempatkan enam bomber berkemampuan nuklir ke Australia Utara, bukan di NTT. Sedangkan Becca Wasser dari Center for New American Security mengatakan menempatkan B-52 di Australia utara adalah peringatan bagi Cina karena persiapan serangan Beijing terhadap Taiwan, sedang meningkat.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id