Keliru, Klaim Indomie Penyebab Tingginya Angka Kehamilan Remaja di Ghana

Selasa, 28 September 2021 20:38 WIB
 


 
Keliru, Klaim Indomie Penyebab Tingginya Angka Kehamilan Remaja di Ghana

Kolase foto yang memperlihatkan sebuah lapak bergambar logo Indomie dan foto perempuan hamil beredar di media sosial. Kolase foto tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Indomie adalah salah satu penyebab meroketnya angka kehamilan remaja di Ghana.

Di Instagram kolase foto tersebut dibagikan akun ini pada 19 September 2021. Berikut narasi lengkapnya:   

“Seorang pakar gender dan ketenagakerjaan bernama Bashiratu Kamal, mengungkapkan bahwa Indomie adalah salah satu penyebab meroketnya angka kehamilan remaja di Ghana. Dalam transaksi tersebut, gadis-gadis muda disana diiming-imingi Indomie untuk melakukan hubungan seksual. Hal ini dipicu oleh kondisi perekonomian Ghana yang sedang diterpa badai kemiskinan, apalagi di masa pandemi seperti ini. Bahkan, para ibu-ibu disana menyarankan para putrinya untuk melakukan hal tersebut karena mereka merasa hal itu akan membawa kebaikan bagi putrinya. Hal ini dipicu oleh kondisi perekonomian Ghana yang sedang diterpa badai kemiskinan, apalagi di masa pandemi seperti ini. Bahkan, para ibu-ibu disana menyarankan para putrinya untuk melakukan hal tersebut karena mereka merasa hal itu akan membawa kebaikan bagi putrinya. Dari situs ghanaprovisions.com misalnya, harga Indomie satuannya dipatok di US$ 0,75 atau setara Rp 10.500 (kurs Rp 14.000/US$). Sedangkan, per kotaknya isi 40 bungkus, Indomie dihargai US$ 17 setara Rp 238 ribu atau Rp 5.950/bungkusnya. Di situs lainnya, marketexpress.com.gh, harga per bungkus Indomie dipatok antara 1,2-2 Cedi Ghana atau setara Rp 2.880- Rp 4.800 (kurs Rp 2.400/Cedi Ghana). Sedangkan, per kotak isi 40 bungkus, Indomie dihargai sebesar 47 Cedi Ghana atau setara Rp 112.800 atau Rp 2.820.”

Kolase foto tersebut juga disertai narasi, “Indomie memiliki nilai yang tinggi di negara Ghana. Bahkan banyak remaja di sana yang rela menukar tubuhnya untuk Indomie. Fenomena ini membuat Indomie menjadi salah satu penyebab tingginya angka kehamilan remaja di Ghana.”

Hingga artikel ini dimuat, kolase foto tersebut telah mendapat 381 komentar. Apa benar Indomie merupakan penyebab tingginya angka kehamilan remaja di Ghana?

Tangkapan layar unggahan klaim Indomie Penyebab Tingginya Angka Kehamilan Remaja di Ghana

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait melalui sejumlah media kredibel. Hasilnya, meningkatnya angka kehamilan remaja di Ghana disebabkan oleh tingginya angka kemiskinan di negara itu, sehingga sejumlah remaja perempuan rela menyerahkan tubuhnya kepada laki-laki demi mendapatkan indomie, uang maupun telepon seluler demi berfoto selfie untuk diunggah di medsos. 

Dilansir dari CNN Indonesia, adapun pemicu utama meroketnya angka kehamilan remaja di Ghana adalah tingginya angka kemiskinan di negara itu. Terutama situasi pandemi Covid-19 yang membuat kehidupan masyarakat kian sulit.

Ironisnya, seorang ibu bahkan dilaporkan mendorong putrinya untuk melakukan seks transaksional.

"Dalam beberapa kasus, ada masalah 'seks transaksional', di mana beberapa orang tua juga mendorong anak-anak mereka untuk ikut serta, sehingga mereka bisa mendapatkan cukup uang untuk menghidupi diri sendiri," kata Bashiratu sebagaimana dilansir World of Buzz.

Dia lanjut mengatakan, "Orang tua mereka tidak bekerja, mereka di rumah dan mereka harus bertahan hidup. Jadi mereka melakukan ini untuk mendapatkan uang."

Dilansir dari media lokal Ghana, yen.com.gh, sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Star Ghana Foundation menyebutkan bahwa remaja perempuan di Ghana rela tidur dengan laki-laki demi mendapatkan akses ke ponsel mereka untuk mengambil gambar dan mengunggahnya di media sosial.

Mereka juga dengan mudah memberikan tubuh mereka jika seorang pria dapat membelikan mereka indomie di malam hari dan mengirimi mereka uang seluler berapa pun jumlahnya. 

Temuan penelitian tersebut dibagikan pada Dialog Nasional tentang kekerasan seksual dan berbasis gender dalam pandemi COVID-19 yang diadakan di Tamale. Kolaborasi Star Ghana Foundation-Songtaba dalam penelitian ini, berusaha untuk mengidentifikasi, berbagi, dan menyarankan solusi untuk kerentanan berkelanjutan perempuan di negara ini. 

Penelitian yang dilakukan oleh Star Ghana Foundation menemukan bahwa pria menggunakan Indomie, uang seluler, dan media sosial untuk memikat gadis remaja agar berhubungan seks dengan mereka.

Temuan penelitian oleh Yayasan dibagikan pada Dialog Nasional tentang kekerasan seksual dan berbasis gender dalam pandemi COVID-19: prevalensi, pengemudi, dan tindakan respons yang diadakan di Tamale di Wilayah Utara.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, berbagi, dan menyarankan solusi atas kerentanan perempuan yang terus berlanjut di negara ini.

Konsultan Star Ghana Foundation, Bashiratu Jamal mengungkapkan, “siswa perempuan yang berdiam di rumah terus-menerus juga mengakibatkan para remaja hamil karena sekolah diliburkan akibat pandemi COVID-19 di negara tersebut,” dilansir dari pulse.com, 2 Desember 2020. 

Dikutip dari dari modernghana.com, pembicara di forum itu juga menyayangkan dampak negatif COVID-19 terhadap anak perempuan dan perempuan muda dalam enam bulan terakhir. Dampak yang mereka catat sangat menghancurkan karena beberapa gadis muda terutama remaja hamil selama periode tersebut.

Pembicara kunci dan konsultan untuk Yayasan Star Ghana, Bashiratu Jamal dengan mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Africa Education watch dan layanan kesehatan Ghana, menyimpulkan bahwa kehamilan remaja terus meningkat meskipun ada beberapa upaya oleh LSM untuk mengurangi dan atau mengakhiri ancaman tersebut.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Indomie merupakan penyebab tingginya angka kehamilan remaja di Ghana, keliru. Salah satu penyebab utama tingginya angka kehamilan remaja di Ghana adalah kemiskinan, sehingga sejumlah remaja perempuan rela menyerahkan tubuhnya kepada laki-laki yang memberikan Indomie.

TIM CEK FAKTA TEMPO


 


  •  

    Selengkapnya