Keliru, Klaim Pemberitaan Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Menewaskan 176 Penumpang

Selasa, 14 September 2021 10:58 WIB
 


 
Keliru, Klaim Pemberitaan Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Menewaskan 176 Penumpang

Sebuah tautan mengabarkan peristiwa kecelakaan pesawat sriwijaya diklaim telah menewaskan 176 orang beredar. Berita ini diberi judul “Innalillahi 176 Orang Tewas di dalam pesawat sriwijaya , Dua Pesawat Tabrakan saat Sedang Mengudara pada 10 September 2021” dan tayang di blog media insegnia pada tanggal 10 September 2021. 


Dalam berita ditulis telah terjadi tabrakan dua pesawat saat mengudara pada 10 september 2021 dan sedikitnya 176 orang dikabarkan meninggal. Tragedi kecelakaan pesawat itu terjadi di Wilayah Zagreb.

Tangkapan layar unggahan artikel blog tentang tabrakan dua pesawat di udara pada 10 September 2021.


PEMERIKSAAN FAKTA


Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula menelusuri pemberitaan terkait kecelakaan pesawat sriwijaya yang menewaskan 176 orang pada 10 September 2021, melalui sejumlah media massa kredibel. Hasilnya tidak ditemukan satupun pemberitaan terkait peristiwa kecelakaan pesawat Sriwijaya Air pada 10 September 2021.

 
Berdasarkan hasil penelusuran, peristiwa kecelakaan pesawat Sriwijaya Air di sepanjang tahun 2021 hanya terjadi pada Sabtu 06 Januari 2021, bukan pada 10 September 2021. Dikutip dari CNBC, pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan adalah pesawat dengan nomor penerbangan SJ 182 jurusan Jakarta-Pontianak yang  hilang kontak dengan menara kendali setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Pesawat jenis Boeing 737-524 ini membawa setidaknya 50 penumpang yang terdiri dari 12 orang kru kabin.

Dilansir dari dokumen pemberitaan TEMPO, pesawat Sriwijaya Air yang jatuh itu bukan disebabkan karena tabrakan dengan pesawat lain namun diduga akibat karena sistem autothrottle yang berfungsi sebagai pergerakan sistem pengatur daya atau gas tak berfungsi secara baik. Pesawat ini terdeteksi jatuh setelah sempat melewati ketinggian 11 ribu kaki sebelum kemudian hilang kontak. Pesawat Sriwijaya Air ini membawa 62 orang. Sebanyak 50 orang merupakan penumpang dan 12 lainnya adalah kru. Pesawat semestinya dijadwalkan tiba di Pontianak pukul 15.50 WIB.


Dikutip dari liputan6, sepanjang 2021 setidaknya ada lima peristiwa kecelakaan pesawat di Indonesia, yaitu pada 09 Januari 2021 pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan kepulauan seribu. Kurang dari 3 bulan sejak kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, pesawat kargo B737-400 Trigana Air tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Lalu pada 17 Februari, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 642 mengalami rusak mesin saat terbang dari Makassar menuju Gorontalo sehingga harus kembali ke Makassar. Tak berselang lama pada 06 Maret 2021, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan  ID-6803 rute Jambi-Jakarta mendadak harus Return To Base (RTB) ke Jambi karena roda depan pesawat bermasalah sehingga pesawat terhenti di tengah runway dan mengakibatkan bandara ditutup sementara.

Pada 8 Maret 2021, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6561 rute Palu - Jakarta mengalami penundaan keberangkatan karena ditemukan garis yang melengkung pada permukaan lapisan kaca kokpit di bagian kiri.

 
KESIMPULAN 


Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, tautan yang mengabarkan peristiwa kecelakaan pesawat Sriwijaya karena tabrakan saat sedang mengudara pada 10 September 2021 dan menewaskan 176 orang penumpang, keliru. Berdasarkan hasil penelusuran, peristiwa kecelakaan pesawat Sriwijaya Air di sepanjang 2021 hanya terjadi pada Sabtu 06 Januari 2021, bukan pada 10 September 2021.

Pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan adalah pesawat dengan nomor penerbangan SJ 182 jurusan Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan kepulauan seribu. Pesawat Sriwijaya Air ini membawa 62 orang. Sebanyak 50 orang merupakan penumpang dan 12 lainnya adalah kru. 


TIM CEKFAKTA TEMPO


 


  •  

    Selengkapnya