Keliru, Klaim Video Bangsawan Inggris Saat Memberi Makan Rakyat Hongkong

Senin, 23 Agustus 2021 16:22 WIB
 


 
Keliru, Klaim Video Bangsawan Inggris Saat Memberi Makan Rakyat Hongkong

Sebuah video yang memperlihatkan dua orang wanita melemparkan benda ke arah kerumunan anak-anak beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi, bangsawan Inggris memberi makan rakyat Hongkong dengan cara dilempar.

Di Instagram video tersebut dibagikan akun ini pada 19 Agustus 2021. Akun inipun menuliskan narasi, ”Circa 1903. Saat itu Hong Kong masih dikuasai oleh Inggris. Hong Kong baru dikembalikan pada pemerintahan Tiongkok pada tahun 1997, dengan syarat Hong Kong harus dijadikan wilayah berideologi kapitalis.”

Dalam video berdurasi 42 detik tersebut terdapat narasi berbunyi, “Video pilu ketika bangsawan Inggris memberi makan ke rakyat Hongkong dengan cara dilempar”.

Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 400 ribu kali dan disukai lebih dari 850 akun. Apa benar ini video bangsawan Inggris saat memberi makan rakyat Hongkong?

Tangkapan layar unggahan yang dklaim sebagai video bangsawan Inggris saat memberi makan rakyat Hongkong

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool Invid. Selanjutnya gambar-gambar hasil fragmentasi ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan reverse image tools Google, Bing dan Yandex.

Hasilnya, film tersebut dibuat oleh Gabriel Veyre, di Indochina Prancis (Vietnam saat ini), antara April 1899 dan Maret 1900.

Video yang identik dengan kualitas gambar yang lebih baik pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Early Cinema pada 17 Februari 2020 dengan judul, “Vietnamese Children (1900) - by Gabriel Veyre”.

Menurut Early Cinema, video tersebut merupakan film karya dari Gabriel Veyre (1871–1936). Video direkam di Vietnam yang sebelumnya protektorat Annam, Indochina Prancis. Video tersebut diperkirakan direkam antara April 1899 dan Maret 1900.

Film ini menggambarkan dua wanita (istri dan putri gubernur jenderal Paul Doumer) melemparkan koin kecil di depan anak-anak Annamite.

Selama perjalanannya di Indocina Prancis, Gabriel Veyre memproduksi 39 film. Film-film tersebut ditugaskan oleh pemerintah Prancis untuk ditayangkan di Pameran Paris 1900.

Dari publikasi BluRay: "Lumière, Le cinématographe 1895-1905", Collection Institut Lumière, 2015

Video yang sama juga pernah diunggah ke Youtube oleh kanal 317East32nd pada 13 November 2006 dengan judul, “Lumière Brothers - Indochina: Children Gathering Coins”.

Menurut kanal tersebut, terdapat komentar yang tidak terlalu halus tentang kolonialisme di sini, jika Anda memilih untuk melihatnya seperti itu. Film Lumière kuat lainnya dari 19th Century.

Catatan: The Kino Films DVD merilis film ini pada 1996 dengan judul “Children Gathering Rice Thrown by Western Women,” mungkin karena ketika narator Bertrand Tavernier mengatakan “coins” kedengarannya agak seperti “grains.”

Pada kenyataannya, para wanita melempar uang yang sama dengan hari ini dan melihat anak-anak bergegas untuk mengumpulkannya. Ini adalah kegiatan yang jauh lebih terpuji daripada melempar nasi, dan saya berterima kasih kepada pemirsa atas koreksinya.

Video identik lainnya juga pernah diunggah ke Youtube oleh kanal mapanomo dengan judul, “Indochina.”

“Kolonialisme lama. Lumière Archive, pandangan yang mungkin diambil oleh Gabriel Veyre pada akhir abad ke-19, salah satu juru kamera paling berbakat yang disewa oleh Lumière bersaudara, yang memiliki kontrak untuk Meksiko, Venezuela, Guyana, dan Antillen. Dia kembali ke Prancis untuk melakukan perjalanan lain yang membawanya ke Timur,” bunyi keterangan video tersebut.

Dilansir dari lumiere.com, Anak-anak annamese mengumpulkan sapèques di depan pagoda wanita. Anak-anak bergegas mengambil koin yang dilemparkan oleh dua wanita kepada mereka.

Ada keterangan foto Gabriel Veyre (koleksi Jacquier / Veyre) yang memungkinkan untuk mengenali Nyonya dan Nona Doumer. Kedua wanita itu melempar sappeques dengan cepat ke anak-anak pribumi.

Koin-koin dengan lubang di tengahnya untuk memudahkan pengangkutannya dengan tali, memiliki nilai yang sangat kecil, seperti yang dapat kita lihat dengan membaca kesaksian seorang pengelana Prancis saat itu: “[...] selalu begitu merepotkan, selalu digantung di tengah dalam rosario yang berat, ia terus memutuskan dari waktu ke waktu tautannya untuk menyebar di tanah, sehingga perlu untuk mengumpulkan satu demi 600 dari mesin cuci kecil ini untuk menaikkan hanya nilai 18 sous Prancis ... ”(dalam Régis Antoine, L'Histoire curieuse des monnaies koloniales, ed. ACL, Paris, 1986, hlm. 117).

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim bangsawan Inggris saat memberi makan rakyat Hongkong, keliru. Benda yang dilemparkan dua orang wanita ke arah kerumunan anak-anak bukanlah makanan, melainkan koin.

Video tersebut merupakan film karya Gabriel Veyre yang direkam di Vietnam yang kala itu merupakan protektorat Annam, Indochina Prancis. Video tersebut diperkirakan direkam antara April 1899 dan Maret 1900. Dua orang wanita yang melemparkan koin kepada anak-anak dalam film tersebut adalah istri dan putri gubernur jenderal Paul Doumer.

TIM CEK FAKTA TEMPO


 


  •  

    Selengkapnya