Keliru, Klaim Ini Foto Praktek Jual Beli Istri di Sebuah Pasar

Rabu, 28 Juli 2021 21:03 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Foto Praktek Jual Beli Istri di Sebuah Pasar

Sebuah foto yang memperlihatkan beberapa perempuan tanpa busana terbungkus plastik transparan beredar di internet. Foto tersebut dibagikan dengan narasi bahwa para perempuan-perempuan itu sedang diperjualbelikan di sebuah pasar.

Foto tersebut dimuat blog ini dengan judul, “Ya Allah.Dunia Udah Semakin Tua, 7 Pasar Aneh Sedunia. Bisa Juga Buat Beli Istri”. Pada lampiran foto juga tertera tulisani “Pasar yang Aneh”.

“Meskipun yang dipasarkan di pasar itu dikatakan ilegal untuk di sebagian besar negara, nyatanya pasar-pasar ini bukanlah pasar gelap lo sob. Serta mesikipun terbukti ada yang dirahasiakan, itu kini bukanlah rahasia umum lagi, semacam menjual anak di bangladesh, menjual istri serta tetap tidak sedikit lagi,” bunyi artikel tersebut.

Benarkah ini foto praktek jual beli isteri di sebuah pasar?

Foto yang diklaim sebagai pasar jual istri.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut dengan menggunakan reverse image tools Source, Google dan Yandex. Hasilnya, foto tersebut merupakan aksi teatrikal aktivis People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), sebuah organisasi yang memperjuangkan hak-hak hewan serta mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat akan manfaat dari pola makan tanpa daging.

Tempo menemukan jejak digital foto di atas dengan menggunakan reverse image TinEye. Hasilnya, foto yang dimuat blog tersebut telah disunting dengan menyamarkan poster yang dipegang tiga orang aktivis. Salah satu poster bertuliskan slogan “MEAT IS MURDER” dan terdapat logo PETA pada bagian bawahnya. Slogan itu kerap digunakan aktivis PETA dalam melakukan aksi protes.

Foto yang identik juga pernah dimuat situs thepitchkc.com pada 12 Mei 2010 dengan judul, “PETA’s latest bloody naked protest,”.

“Saya melewatkan demonstrasi anti-daging PETA kemarin di Country Club Plaza, tetapi organisasi hak-hak hewan mengirimkan beberapa foto wanita hampir telanjang yang dibungkus plastik di atas nampan,” bunyi keterangan pada foto tersebut.

Dilansir Dari situs berita independent.co.uk, Aktivis hak-hak binatang melakukan aksi telanjang dan menutupi diri mereka dengan darah kemudian membungkus diri mereka dalam kemasan daging raksasa di tengah Kota Barcelona. Cabang organisasi hak-hak hewan Spanyol AnimaNaturalis menggelar protes pada hari Minggu, di alun-alun Sant Jaume Barcelona.

Para aktivis memprotes dengan telanjang bulat di alun-alun yang sibuk, berbaring di atas nampan styrofoam besar, berlumuran darah palsu dan dibungkus plastik transparan – mirip dengan bagaimana daging sering dikemas di supermarket.

Tujuan dari protes tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat dari pola makan tanpa daging yang “bebas dari eksploitasi, penderitaan dan kematian hewan”.

Protes itu terjadi dua bulan setelah Barcelona mendeklarasikan dirinya sebagai kota resmi pertama yang 'ramah sayuran', tetapi AnimaNaturalis mengklaim bahwa mereka belum berbuat cukup untuk melaksanakan janji tersebut.

Aida Gascon, direktur AnimaNaturalis mengatakan, “kami ingin menarik perhatian otoritas kota yang berjanji pada bulan Maret untuk bergabung dengan inisiatif global seperti 'Senin Tanpa Daging' Paul McCartney, tetapi belum mengimplementasikan apa pun."

“Implikasi lingkungan, kesehatan, dan etika seputar konsumsi daging adalah masalah yang tidak dapat diabaikan lagi,” katanya menambahkan. Organisasi ingin pemerintah berkomitmen AnimaNaturalis satu hari untuk mengkampanyekan pola makan yang bebas dari produk hewani.

Adapun People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) merupakan organisasi hak-hak hewan terbesar di dunia, dengan lebih dari 6,5 juta anggota dan pendukung.

PETA menentang spesiesisme, pandangan dunia supremasi manusia, dan memusatkan perhatiannya pada empat bidang di mana sejumlah besar hewan paling menderita untuk periode waktu yang paling lama: di laboratorium, di industri makanan, dalam perdagangan pakaian, dan dalam industri hiburan.

PETA bekerja melalui pendidikan publik, investigasi kekejaman, penelitian, penyelamatan hewan, undang-undang, acara khusus, keterlibatan selebriti, dan kampanye protes.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas merupakan praktik jual beli istri di sebuah pasar adalah keliru. Foto tersebut merupakan hasil suntingan. Sejumlah perempuan yang melakukan aksi telanjang dengan tubuh berlumuran darah palsu merupakan aktivis PETA yang tengah melakukan protes terkait hak-hak hewan serta mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat akan manfaat dari pola makan tanpa daging.

TIM CEK FAKTA TEMPO


 


  •  

    Selengkapnya