Sesat, Penguburan Peti Mati Tanpa Jenazah di Klaten Terkait Bisnis Organ

Rabu, 14 Juli 2021 22:33 WIB
 


 
Sesat, Penguburan Peti Mati Tanpa Jenazah di Klaten Terkait Bisnis Organ

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah petugas pemakaman tengah membongkar peti mati tanpa jenazah beredar di media sosial. Penguburan peti mati tanpa jenazah tersebut diklaim terkait dengan bisnis organ.

Unggahan ini beredar di tengah lonjakan angka kasus Covid-19 di Indonesia yang juga diikuti dengan tingginya angka kematian akibat Covid-19.

Di Facebook, video yang disertai gambar tangkapan layar tersebut dibagikan akun ini pada 13 Juli 2021. Akun inipun menuliskan narasi, “Fakta ditemukan lagi”.

Salah satu akun memberikan komentarnya atas video tersebut, “Ko serem, jangan-jangan udah diambil organ yg masih bisa berfungsi trus di jahit rapi lagi, maaf cuma pikiran itu yg terlintas."

“Kayak2nya KOVIT ini ada juga hubungannya dengan bisnis organ, ya cuman mengira2 aja,” komentar akun lainnya.

Sementara pada gambar tangkapan layar tertera narasi, “Kejadian di Karanglo Poranharjo pemakaman peti kosong (belum isi jenazah) hari ini tadi digali lagi. Kasus MD di RSU moewardi Solo. Semoga hal ini tidak terjadi lagi di manapun berada”.

Hingga artikel ini dimuat, video dan gambar tangkapan layar tersebut telah mendapat 109 komentar dan dibagikan sebanyak 385 kali.

Apa benar penguburan peti mati tanpa jenazah di Klaten terkait bisnis organ?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait pada sejumlah media kredibel. Hasilnya, kejadian itu di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Minggu 11 Juli 2021. Penguburan makam tanpa jenazah terjadi karena kelalaian dari petugas rumah sakit.

Video yang identik pernah diunggah ke Youtube oleh kanal CNN Indonesia pada 14 Juli 2021 dengan judul, “Tim Kubur Cepat Makamkan Peti Kosong”.

Menurut CNN Indonesia, tim kubur cepat protokol covid-19 memakamkan peti mati kosong, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pihak rumah sakit baru menyadari peti tak ada isinya, saat menemukan jenazah masih berada di rumah sakit.

Video identik lainnya juga pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Indosiar pada 14 Juli 2021 dengan judul, “Tim Kubur Cepat Protokol Covid-19 di Klaten Makamkan Peti Mati Kosong, Kok Bisa? | Fokus”.

Video tersebut diunggah dengan keterangan bahwa tim kubur cepat protokol covid-19 memakamkan peti mati kosong di Klaten, Jawa Tengah tanpa sengaja. Kejadian tersebut baru diketahui setelah rumah sakit memberitahu bahwa peti yang dikubur ternyata kosong dan tidak ada jenazah.

Dilansir dari Kompas.com, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengendalian Covid-19 Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Joko Handoyo membenarkan kejadian yang terjadi di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Ahad, 11 Juli 2021. "Benar ada kejadian tersebut, itu terjadi pada Minggu," ujar Joko dikutip dari TribunSolo.com, Selasa, 13 Juli 2021.

Joko menjelaskan, kejadian berawal saat seorang warga Desa Karanglo meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 di sebuah rumah sakit di Solo. Prosesi pemakaman dilakukan pada Minggu malam. Setelah proses pemakaman selesai, ternyata tim relawan mendapat telepon dari pihak rumah sakit jika peti mati yang dikuburkan tersebut tidak berisi jenazah.

"Tim dapat telepon jika peti mati yang dikuburkan itu kosong karena pihak rumah sakit menyebut jika jenazah masih berada di rumah sakit," ujarnya. Akhirnya, lanjut Joko, peti mati kosong yang dikuburkan itu dibongkar kembali dan jenazah warga tersebut dikuburkan pada Senin pagi. "Alhamdulillah semuanya sudah selesai," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Karanglo, Yudi Kusnandar menambahkan jika miskomunikasi terjadi di internal pihak rumah sakit.

"Miskomunikasi terjadi di internal rumah sakit. Perlu diketahui sebagai tim kubur cepat kami hanya menerima saja, kita kan enggak tahu (peti) itu kosong atau berisi," ujarnya.
Menurut Yudi, peti mati kosong yang dikuburkan pada Minggu kemarin itu berukuran cukup besar dan berat sehingga pihaknya tidak menduga jika peti tersebut kosong. Yudi mengaku pihak rumah sakit di daerah Solo mengantarkan peti mati itu ke Desa Karanglo.

"Kita tidak mengambil (peti mati) itu, tapi diantar sama ambulans oleh pihak rumah sakit ke makam dan langsung dikubur tim," ucapnya.

Kemudian, pembongkaran dan pemakaman ulang jenazah tersebut dilakukan Senin pagi begitu mendapatkan kabar dari rumah sakit. "Atas kejadian ini kita ambil hikmahnya saja," imbuhnya.

Senada, Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Roekmito menambahkan dari laporan kronologi yang didapat Satgas kabupaten, kesalahan bukan dari tim pemakaman.

"Kalau mendengar kronologisnya, yang kurang hati-hati itu petugas rumah sakit-nya. Pada waktu itu pergantian (petugas) jaga tapi informasi yang diberikan kepada petugas baru tidak jelas, akhirnya peti kosong dibawa ke Polanharjo," kata Roni menjelaskan, dilansir dari detik.com.

"Kepada teman-teman relawan Kamboja saya imbau agar melakukan cek dan ricek sebelum bertugas. Sehingga semuanya berjalan lancar," katanya.


KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim bahwa penguburan peti mati tanpa jenazah di Klaten terkait bisnis organ, menyesatkan. Kejadian di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Minggu, 11 Juli 2021, sama sekali tidak terkait dengan bisnis organ melainkan kelalaian dari petugas rumah sakit. Setelah proses pemakaman selesai, tim relawan mendapat telepon dari pihak rumah sakit jika peti mati yang dikuburkan tersebut tidak berisi jenazah. Peti mati kosong yang sudah dikubur itu kemudian dibongkar kembali, Jenazah warga yang sebelumnya masih berada di rumah sakit pun dikuburkan pada Senin pagi.


TIM CEK FAKTA TEMPO


 


  •  

    Selengkapnya