Keliru, Klaim Ini Video Penyiraman Virus di Madura Lewat Pesawat

Kamis, 1 Juli 2021 09:08 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Video Penyiraman Virus di Madura Lewat Pesawat

Video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan sebuah pesawat sedang menyiramkan suatu cairan di atas wilayah permukiman beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa hal itulah yang menyebabkan warga Madura sakit, karena disiram virus dari atas pesawat.

Selain rekaman tersebut, dicantumkan pula tiga foto yang memperlihatkan beberapa petugas yang sedang mengisi sejumlah drum berwarna biru dengan suatu cairan. “Inilah yang membuat orang Madura sakit semua disiram virus dari atas pesawat,” demikian klaim yang menyertai video dan foto-foto tersebut.

 Gambar tangkapan layar video yang beredar di WhatsApp. Video ini bukan video penyiraman virus lewat pesawat di Madura, Jawa Timur.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Source, Google, dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu adalah video penyemprotan disinfektan oleh TNI lewat pesawat di sejumlah wilayah di Bangkalan, Madura, dan Surabaya.

Video yang identik pernah dimuat ke YouTube oleh kanal milik stasiun televisi Metro TV pada 29 Juni 2021 dengan judul “TNI AL Semprot Bangkalan dengan Ribuan Liter Disinfektan dari Pesawat”. Dalam keterangannya, tertulis bahwa TNI Angkatan Laut saat itu sedang menyemprotkan ribuan liter cairan disinfektan di wilayah Bangkalan, Madura, dan Kota Surabaya, Jawa Timur. Penyemprotan dilakukan menggunakan pesawat terbang selama tiga hari.

Video identik lainnya pernah dimuat oleh situs media iNews.id pada 28 Juni 2021 dengan judul “Video TNI AL Semprot Disinfektan dari Udara di Kawasan Bangkalan dan Surabaya”. Dalam laporannya, tertulis bahwa TNI AL, melalui Wings Udara 2, melakukan penyemprotan cairan disinfektan dari udara. Penyemprotan menyasar kawasan Madura dan Surabaya, khususnya daerah yang rawan penyebaran Covid-19.

Sebanyak 5.000 liter cairan disinfektan disiapkan untuk penyemprotan dari udara tersebut. Penyemprotan sudah berlangsung sejak 27 Juni 2021. Penyemperotan dilakukan dalam upaya mencegah penularan Covid-19. Penyemprotan akan terus dilaksanakan sesuai dengan permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Hal tersebut juga diberitakan oleh Media Indonesia. Pesawat milik TNI AL menyemprotkan ribuan cairan desinfektan di Kabupaten Bangkalan dan Kota Surabaya yang masuk zona rawan Covid-19. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam upaya memutus penyebaran covid-19.

Di Kabupaten Bangkalan, wilayah yang disemprot adalah yang mengalami lonjakan pasien Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, seperti Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis, dan Kecamatan Geger. Wilayah di sekitar Jembatan Suramadu juga menjadi sasaran penyemprotan.

Sementara di Kota Surabaya, yang disemprot adalah wilayah dengan sejumlah fasilitas perkantoran pemerintah provinsi dan areal penanganan pasien Covid-19, seperti kawasan Gedung Negara Grahadi, Jalan Pahlawan, Jalan Indrapura, Soetomo, dan Asrama Haji.

"Saat penyemprotan di kawasan Bangkalan, pesawat bisa terbang rendah dengan ketinggian 500 kaki. Namun, untuk Surabaya, harus 1.000 kaki karena banyak bangunan tinggi," kata Komandan Pangkalan Udara TNI AL Juanda Kolonel Laut (P) M. Tohir pada 28 Juni 2021.

Menurut Tohir, penyemprotan cairan desinfektan probiotik itu sudah dilakukan selama tiga hari, yaitu pada 26-28 Juni 2021. Jumlah cairan disinfektan yang disemprotkan rata-rata 5.000 liter per hari. Selain menggunakan pesawat terbang, pihak TNI AL juga mengerahkan helikopter untuk mempercepat penyemprotan.

Pesawat terbang yang digunakan untuk penyemprotan cairan disinfektan adalah pesawat Cassa NC 212-200 Aviocar U-6212. Pesawat diterbangkan pilot Kapten Candra Wira dan kopilot Letnan Dua Zaki. Ada empat personel penyemprot dalam kegiatan ini. Cairan disinfektan terbungkus dalam jerigen ukuran 25 liter. Ratusan jerigen itu kemudian dituangkan ke dua tong dalam pesawat, yang selanjutnya disemprotkan melalui selang.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video penyiraman virus di wilayah Madura lewat pesawat, keliru. Video itu menunjukkan penyemprotan disinfektan oleh TNI AL lewat pesawat di sejumlah wilayah di Bangkalan, Madura, dan Surabaya. Penyemprotan ini dilakukan selama tiga hari, pada 26-28 Juni 2021.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya