Keliru, Klaim Ini Video Pemakaman Palsu Warga Palestina yang Jadi Korban Serangan Israel

Rabu, 2 Juni 2021 10:15 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Video Pemakaman Palsu Warga Palestina yang Jadi Korban Serangan Israel

Video yang memperlihatkan sejumlah pria yang sedang mengusung mayat dengan tandu beredar di Facebook. Saat terdengar suara sirine, para pria itu malah menurunkan mayat tersebut dan kabur. Tak lama kemudian, orang yang menjadi mayat, yang ternyata masih hidup, itu juga terbangun dan kabur. Video ini diklaim sebagai video pemakaman palsu warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel.

Akun ini membagikan video tersebut pada 12 Mei 2021. Aku itu menulis, "Penduduk Gaza Palestina membawa jenazah korban serangan Israel, dan ketika tiba-tiba ada sirine serangan udara, pengusung jenazah bubar, jenazahnya bangun melepas kafan dan kabur menyelamatkan diri.... wkwkwk." Hingga artikel ini dimuat, video dalam unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 350 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video itu tidak ada kaitannya dengan konflik Israel-Palestina.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video tersebut telah beredar di internet sejak Maret 2020 dan tidak terkait dengan konflik antara Israel dan Palestina yang memanas baru-baru ini. Video itu sengaja dibuat oleh sejumlah anak muda di Yordania pada 2020 saat otoritas setempat memberlakukan karantina dan jam malam untuk mencegah penularan Covid-19.

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex.

Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Jordan Trend pada 24 Maret 2020 dengan judul dalam Bahasa Arab yang jika diterjemahkan berarti “Pemakaman Palsu Selama Karantina Rumah di Yordania”. Video yang identik juga pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Nicos Vlogs pada 26 Maret 2020 dengan judul "Pemakaman Palsu di Yordania, untuk Melanggar Jam Malam Virus Corona".

Situs media berbahasa Arab Alroeya.com pun pernah memuat video yang sama pada 24 Maret 2020 dalam artikelnya yang berjudul "Video pemakaman palsu untuk melanggar larangan di Yordania, dan sirine polisi membuat 'jenazah' kembali ke rumahnya".

Menurut Alroeya.com, video sekelompok orang di Yordania yang membawa mayat dengan tandu ke pemakaman untuk menguburkan mayat tersebut beredar di Twitter. Ternyata, video itu hanyalah video sekelompok anak muda yang berusaha melanggar larangan yang diberlakukan oleh otoritas Yordania karena khawatir akan merebaknya virus Corona.

Penjelasan yang sama dimuat oleh Alhurra.com. Video itu menunjukkan para pemuda yang mencoba melanggar jam malam yang diberlakukan oleh otoritas Yordania, dengan mengadakan pemakaman palsu. Saat mendengar sirine mobil polisi, mereka melarikan diri, meninggalkan orang yang berperan sebagai mayat di jalanan, yang ikut melarikan diri beberapa saat kemudian.

Dilansir dari In-24.com, pada 10 Mei 2021 lalu, video itu disebarkan kembali oleh penasihat Menteri Luar Negeri Israel, Dan Poraz, di Twitter. Dia menuduh warga Palestina memicu kekerasan dengan menggelar pemakaman palsu. Untuk mendukung klaimnya, dia membagikan video tersebut. “Haruskah kita tertawa atau menangis?” ujarnya. Video ini pun dibagikan oleh para warganet. Mereka menuduh Hamas telah memasang taktik untuk menimbulkan kemarahan komunitas internasional.

Namun, seperti dikutip dari AFP, peristiwa dalam video itu tidak ada hubungannya dengan meletusnya kekerasan di Jalur Gaza, Palestina. Video ini, yang direkam di Yordania, menunjukkan anak-anak muda yang menggunakan dalih pemakaman palsu untuk melarikan diri dari karantina yang diberlakukan karena pandemi Covid-19. Poraz pun menghapus cuitannya sekitar 18-20 Mei.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video pemakaman palsu warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel, keliru. Video itu telah beredar sejak Maret 2020 dan tidak terkait dengan konflik Israel dan Palestina. Video itu sengaja dibuat sejumlah pemuda di Yordania yang menggunakan dalih pemakaman palsu untuk melarikan diri dari kebijakan karantina yang diberlakukan pemerintah setempat di tengah pandemi Covid-19.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya