Keliru, Klaim Ini Foto Pemudik yang Berenang ke Madura karena Jembatan Suramadu Tutup

Jumat, 7 Mei 2021 12:38 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Foto Pemudik yang Berenang ke Madura karena Jembatan Suramadu Tutup

Dua foto yang memperlihatkan puluhan orang sedang berenang di lautan dengan pelampung berwarna oranye dan putih beredar di Facebook. Foto ini diklaim memperlihatkan warga yang mudik ke Madura dengan berenang menyeberangi lautan karena Jembatan Suramadu, jembatan yang menghubungkan Surabaya dengan Madura, ditutup di tengah larangan mudik Lebaran 2021.

Akun ini membagikan foto beserta klaim tersebut pada 6 Mei 2021. Akun itu menulis, "Di karnakan jembatan dengan tujuan surabaya madura (SURAMADU) di tutup. Terpaksa PEMUDIK menggunakan jalur laut.. Nabeng aman ekoh..." Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah mendapatkan 65 reaksi dan 16 komentar serta dibagikan sebanyak 142 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait foto-foto yang diunggahnya. Foto-foto ini bukan foto warga yang mudik ke Madura dengan berenang menyeberangi lautan.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto-foto di atas dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa dua foto itu telah beredar di internet sejak 2016, dan tidak terkait dengan larangan mudik Lebaran 2021 ataupun pemudik yang hendak pulang kampung ke Madura.

Foto pertama pernah dimuat oleh situs media Suarasurabaya.net dalam artikelnya pada 29 Maret 2016 yang berjudul "Pemanasan, 200 Prajurit Marinir Renang Seberangi Selat Madura". Foto yang bersumber dari Dinas Penerangan Korps Marinir (Dispenkormar) TNI Angkatan Laut ini diberi keterangan: "Sebanyak 200 prajurit Korps Marinir renangi Selat Madura".

Foto yang dimuat oleh Suarasurabaya.net dalam artikelnya pada 29 Maret 2016 yang berjudul "Pemanasan, 200 Prajurit Marinir Renang Seberangi Selat Madura".

Menurut artikel itu, sebanyak 200 prajurit Pasmar-1 Korps Marinir berenang menyeberangi Selat Madura di sisi timur Jembatan Suramadu pada 29 Maret 2016. Ini merupakan latihan parsial sekaligus persiapan renang massal. Latihan berikutnya akan digelar pada 13 April 2016 dengan melibatkan seluruh peserta renang massal, yakni 2.016 prajurit Pasmar-1 dan Taruna Akademi AL.

Dalam latihan ini, seluruh prajurit marinir memakai pakaian dinas lapangan (PDL) dan pelampung. Mereka berenang dengan menempuh jarak 5,3 kilometer, dimulai dari sebelah timur Jembatan Suramadu sisi Surabaya dan berakhir di sebalh timur Jembatan Suramadu sisi Madura.

Sama dengan foto pertama, foto kedua juga memperlihatkan latihan renang yang dilakukan oleh Korps Marinir di Selat Madura pada 29 Maret 2016. Foto ini pernah dimuat oleh situs media Tigapilarnews.com dalam artikelnya yang berjudul "Marinir Berenang Seberangi Selat Madura". Isi artikel itu serupa dengan isi artikel Suarasurabaya.net.

Foto yang dimuat oleh Tigapilarnews.com dalam artikelnya pada 29 Maret 2019 yang berjudul "Marinir Berenang Seberangi Selat Madura".

Pada 28 April 2016 pun, seperti dikutip dari Republika.co.id, prajurit Korps Marinir TNI AL kembali berenang melintasi Selat Madura. Sebanyak 2.016 prajurit melintasi selat yang jaraknya berkisar 5,3 kilometer tersebut dalam puncak peringatan HUT ke-15 Pasmar-1 sekaligus untuk memecahkan rekor MURI perenang terbanyak.

Dalam artikel ini, terdapat beberapa foto yang memperlihatkan ribuan prajurit Korps Marinir menyeberangi Selat Madura dengan berenang. Foto-foto serupa, yang menunjukkan ribuat prajurit Korps Marinir berenang menyeberangi Selat Madura di sebelah Jembatan Suramadu, juga pernah dimuat oleh Merdeka.com pada tanggal yang sama.

Jembatan Suramadu ditutup

Dilansir dari CNN Indonesia, Jembatan Suramadu akan disekat pada 6-17 Mei 2021. Kebijakan ini ditempuh demi menekan mobilitas masyarakat saat penerapan larangan mudik Lebaran 2021 di tengah pandemi Covid-19. "Pada tanggal 6 Mei, sudah tidak bisa melintas," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Ajun Komisaris Besar Ganis Setyaningrum pada 2 Mei 2021.

Menurut Ganis, petugas gabungan mendirikan pos-pos titik penyekatan di dua arah, baik dari arah Surabaya maupun dari arah Madura. Nantinya, pengemudi akan diberhentikan di titik tersebut untuk pemeriksaan, mulai dari keperluan melintas hingga kelengkapan syarat perjalanan. "Jika ditemukan ada pemudik Lebaran, mereka diminta putar balik ke daerah keberangkatan," ujarnya.

Ganis pun mengatakan pengendara yang boleh melintas adalah mereka yang berkegiatan dinas atau memiliki kepentingan pekerjaan dan keperluan distribusi sembako dan logistik, serta ambulans. "Yang berkepentingan, ambulans, pemadam, sembako, tangki-tangki, boleh melintas, termasuk yang bekerja, tapi harus ada surat keterangan dari instansi," katanya.

Dikutip dari Sindonews.com, petugas gabungan mulai menyekat Jembatan Surabaya pada 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB. Hingga pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 730 kendaraan yang berisi warga yang hendak mudik ke Madura diminta putar balik. Jumlah ini terdiri dari 250 motor, 350 mobil penumpang, 20 bus, 100 mobil barang, dan 10 kendaraan khusus.

Mereka diminta putar balik lantaran tidak mengantongi izin perjalanan. Ada pula yang tidak membawa surat bebas Covid-19. "Kemudian tidak membawa surat tugas dari perusahaan atau instansi. Tujuan mereka melintas di Jembatan Suramadu juga tidak jelas," kata Kepala Unit Turjawali Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Inspektur Satu Sunarto.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa dua foto tersebut menunjukkan warga yang mudik ke Madura dengan berenang menyeberangi lautan karena Jembatan Suramadu ditutup di tengah larangan mudik Lebaran 2021, keliru. Foto itu adalah foto para prajurit Pasmar-1 Korps Marinir TNI AL yang sedang latihan renang dengan menyeberangi Selat Madura di sisi timur Jembatan Suramadu pada 29 Maret 2016.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya