Keliru, Kebiasaan Minum Air Es Sebabkan Penyakit Jantung

Senin, 29 Maret 2021 13:28 WIB
 


 
Keliru, Kebiasaan Minum Air Es Sebabkan Penyakit Jantung

Pesan berantai yang berjudul "Musuh Jantung adalah Air Es" beredar di Facebook dalam beberapa hari terakhir. Pesan ini berisi klaim bahwa kebiasaan minum air es menyebabkan penyakit jantung. "Jantung pantangannya adalah semua makanan dan minuman yang bersifat dingin. Jangan minum air es," demikian narasi di awal pesan itu.

Menurut pesan berantai tersebut, informasi bahwa mengkonsumsi minuman dan makanan dingin dapat menyebabkan penyakit jantung ini berasal dari para dokter yang ahli di bidang penyakit jantung di berbagai belahan dunia. "Air dingin bisa membeku atau menggumpalkan minyak atau lemak makanan yang baru ditelan, bahkan bisa menyebabkan pencernaan dalam lambung menjadi lamban."

Begitu gumpalan tersebut bertemu asam lambung, ia akan terurai dengan cepat dan diserap oleh usus, lalu menempel di dinding usus. Tak lama kemudian, gumpalan ini berubah menjadi lemak. "Jika terus-menerus seperti ini, lama-kelamaan akan menyebabkan penyakit, bahkan tumor atau kanker," demikian narasi dalam pesan itu yang dibagikan oleh akun ini pada 27 Maret 2021.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri informasi dan pemberitaan terkait yang pernah dimuat oleh sumber-sumber kredibel. Hasilnya, ditemukan bahwa pesan ini setidaknya telah beredar di Indonesia sejak Februari 2019. Ketika itu, situs kesehatan Klik Dokter telah menyatakan bahwa klaim dalam pesan tersebut hoaks.

Menurut laporan Klik Dokter pada 15 Februari 2019, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Yoga Yuniadi, mengatakan bahwa suhu air sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegagalan organ jantung. Dia mengatakan semua jenis makanan, mulai dari es hingga makanan yang baru matang sekali pun (bersuhu panas), akan mengalami penyesuaian suhu ketika memasuki saluran pencernaan.

Yoga pun menjelaskan timbulnya penyakit jantung bukan karena suhu air atau makanan yang dingin atau panas, melainkan kandungan zat di dalamnya. Misalnya, jika makanan yang dikonsumsi tinggi kolesterol dan lemak, baik dalam suhu panas ataupun dingin, akan tetap berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dikutip dari artikel Kompas.com pada 22 Agustus 2019, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Tuko Srimulyo, mengatakan isi pesan berantai tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut dia, air dingin hanya berbahaya bagi penderita penyakit jantung koroner tidak stabil.

"Dingin, udara maupun makanan dan minuman, hanya tidak baik bagi pasien penyakit jantung koroner tidak stabil. PJ koroner yang stabil tidak mengapa minum dingin. Pergi ke Swiss pun tidak masalah," kata Tuko. Jenis penyakit jantung memang beragam, mulai dari PJ katup, PJ hipertensi, PJ tiroid, PJ paru, PJ bawaan, hingga PJ koroner.

Terkait klaim bahwa minum air dingin bisa menyebabkan lemak dalam tubuh menggumpal, menurut Tiko, hanya mitos. "Penggumpalan lemak dalam pembuluh darah, atau bahkan di dalam jantung akibat minum dingin, hanyalah mitos," ujar dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ini.

Meskipun begitu, menurut Tuko, minum air dingin bisa menyulitkan proses pencernaan lemak. "Tapi sebatas di lambung dan saluran pencernaan, sehingga pasien terasa kembung, begah, sensasi sesak yang timbul akibat penumpukan gas di lambung," katanya.

Dilansir dari Australian Associated Press (AAP), pesan berantai itu sebenarnya telah beredar di internet sejak 2006. Yutang Wang, dokter spesialis penyakit kardiovaskular, menyatakan bahwa tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung klaim bahwa minum air dingin akan menyumbat pembuluh darah jantung, dan menyebabkan serangan jantung.

"Penyebab utama serangan jantung adalah penumpukan plak (aterosklerosis) di arteri. Ketika plak yang lepas tersangkut di arteri dan menghalangi suplai darah ke jantung, serangan jantung terjadi," ujar dosen ilmu alam di Federation University Australia ini.

The Heart Foundation juga mengatakan bahwa tidak ditemukan bukti substantif yang menunjukkan bahwa minum air dingin dapat menyebabkan serangan jantung. Terkait klaim bahwa minum air dingin menyebabkan kanker, Clare Hughes, ketua komite aktivitas fisik dan nutrisi Cancer Council Australia pun mengatakan tidak ada bukti bahwa minum air dingin meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker perut dan usus.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa kebiasaan minum air es menyebabkan penyakit jantung, keliru. Klaim tersebut telah dibantah oleh para ahli. Sejauh ini, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa minum air dingin akan menyumbat pembuluh darah jantung, dan menyebabkan serangan jantung. Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Tuko Srimulyo, air dingin hanya berbahaya bagi penderita penyakit jantung koroner tidak stabil.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya