[Fakta atau Hoax] Benarkah Tarif Tol Trans Jawa Paling Mahal di ASEAN?

Jumat, 15 Februari 2019 11:11 WIB
 
[Fakta atau Hoax] Benarkah Tarif Tol Trans Jawa Paling Mahal di ASEAN?

Pemerintahan Jokowi dalam empat tahun sejak 2015 hingga 20 Desember 2018, telah menyelesaikan 616 km dari 1.150 Km jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak - Banyuwangi. Tol trans Jawa ini kini jadi kontroversial karena tarifnya dianggap mahal.

Kritik tersebut salah satunya datang dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengkritik tarif tol trans-Jawa yang terlampau mahal. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara, mengatakan, bahwa tarif tol trans Jawa bisa mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, meninjau ruas jalan Trans Jawa di Interchange Bandar kilometer 671, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 20 Desember 2018. Peresmian tujuh ruas jalan tol Trans Jawa oleh Presiden Joko Widodo menandai terhubungnya Tol Merak hingga Surabaya. ANTARA

Tarif tol di Indonesia merupakan tarif tol termahal di ASEAN. Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum era 2005-2009 ini merincikan, rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp1.300 hingga Rp1.500/km. 

Sementara di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp778/km, Malaysia Rp492/km, Thailand dalam kisaran Rp440/km, Vietnam dalam kisaran Rp1.200/km, dan Filipina Rp1.050/km.

"Dengan merujuk fakta dan angka diatas, bukan hal yang aneh jika para pengguna jalan tol di Indonesia protes atas tarif tol yang mahal," ucap Suhendra dikutip dari TEMPO.

 

Benarkah tarif tol Indonesia termahal di ASEAN?

 

Penelusuran fakta

 

1. Tarif tol trans Jawa

Untuk mengakses tarif tol trans Jawa, Tempo menggunakan data yang tersedia di laman Badan Pengatur Jalan Tol. Tempo menggunakan tarif untuk kendaraan golongan 1 ( jenis sedan, jip, pick up atau truk kecil dan bus) dan golongan 3 untuk kendaraan pengangkut barang.

 

Yang perlu dicatat, bahwa tarif tol berbeda untuk setiap ruas dan jenis kendaraan. BPJT mengelompokkan kendaraan ke dalam lima kategori yakni jenis I, II, III, IV dan V. Semakin besar jenis kendaraan berarti semakin tinggi pula tarif tolnya.

 

Dari data yang didapat, tarif tol yang disebutkan mahal oleh Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi tersebut berada pada empat ruas jalan tol dan terbatas pada jenis kendaraan barang. Sedangkan tarif ruas lainnya berada di bawah Rp 1.300 per kilometernya.

 

Empat ruas tol trans Jawa itu yakni:

 

Cikopo-Palimanan (116,75 km)

Golongan 1 = Rp 96 ribu (Rp 822/km)

Golongan 3 = Rp 192 ribu (Rp 1.644/km)

 

Pejagan-Pemalang (57,50 km)

Golongan 1 =  Rp 57 ribu (Rp 991/km)

Golongan 3 = Rp 86.500 (Rp 1.504/km)

 

Pemalang-Batang (39,19 km)

Golongan 1 =  Rp 39 ribu (Rp 995/km)

Golongan 3 = Rp 58 ribu (Rp 1.479/km)

 

Kertosono-Mojokerto (40,50 km)

Golongan 1 = Rp 46 ribu (Rp 1.136/km)

Golongan 3 = Rp 92 ribu (Rp 2.271/km)

 

Mahalnya tarif tuntuk angkutan barang membuat Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) enggan menggunakan tol trans Jawa, meski jarak tempuh yang ditawarkan oleh Trans Jawa bisa memotong separuh waktu perjalanan.

 

Wakil Ketua Aptrindo, Kyatmaja Lookman menilai jika tarif tol yang mencapai Rp 1,5 juta belum bersahabat untuk para pengemudi truk. "Sampai saat ini kami belum menggunakan Tol Trans Jawa," ujar Kyatmaja kepada Tempo, Jumat 8 Januari 2018.

 

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi juga mengatakan tarif tol Trans Jawa masih dinilai mahal baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan truk. Akibatnya volume trafik di jalan tol Trans Jawa masih sepi dan lengang, seperti bukan jalan tol, terutama selepas ruas Pejagan.

 

Head of Corporate Finance PT Jasa Marga (Persero) Tbk Eka Setya Adrianto memastikan bahwa perhitungan tarif Tol Trans Jawa telah dilakukan berdasarkan kajian yang matang. Berbagai aspek dihitung dalam tarif tol, mulai dari kemampuan konsumen membayar hingga keseimbangan harga antara pengguna jalan dan investor.

 

Pemerintah bersama operator, salah satunya Jasa Marga, telah menetapkan tarif Tol Trans Jawa dari Merak, Banten hingga Pasuruan, Jawa Timur. Sebagai contoh, kendaraan golongan I dikenai tarif total Rp 775.500 untuk jarak terjauh dari Merak hingga Pasuruan. Sementara dari Jakarta ke Surabaya yaitu sebesar Rp 660.500.

 

Bagi Jasa Marga, kata Eka, Tol Trans Jawa mampu memangkas waktu perjalanan dengan sangat signifikan sehingga potensi pendapatan bisa menjadi dua kali lipat. Eka mengatakan bahwa waktu tempuh dari Merak ke Pasuruan sebelumnya bisa mencapai 21 jam 38 menit untuk kendaraan pribadi dan 28 jam 3 menit untuk kendaraan barang. Tapi dengan adanya Tol Trans Jawa, waktu tempuh bisa dipangkas menjadi hanya 11 jam 42 menit dan 15 jam 38 menit. 

 

 

2. Tarif tol di Asia Tenggara

Lalu benarkah, tarif tol trans Jawa itu paling mahal di Asia Tenggara? Tempo mengecek ulang tarif tol di negara-negara yang disebutkan oleh BPN Prabowo-Sandi yakni di Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Tempo mengambil sampel dengan memilih satu ruas jalan tol di masing-masing negara itu. Tarif tol dikonversikan dalam rupiah sesuai kurs tanggal 14 Februari 2019.

 

Singapura

Kallang-Paya Lebar Expressway (12 km)

Tarif kendaraan penumpang : Rp 5,187 - Rp 20.748 (Rp 432 - Rp 1.729/km)

Tarif kendaraan barang : Rp 7,7 ribu - Rp 31 ribu (Rp 642 - Rp 2.583/km)

 

Selain dibedakan jenis kendaraan, tarif tol di Singapura berbeda pada jam-jam tertentu. Tarif tertinggi berada di jam-jam padat, yakni pukul 08.35-08.55 waktu setempat.

 

Malaysia

Ruas Kuala Lumpur - Kuala Selangor Expressway (32 km)

Tarif kendaraan penumpang : Rp 13.144 (Rp 410/km)

Tarif kendaraan barang: Rp 65.377 (Rp 2.043/km)

 

Thailand

Ruas Don Muang Toll way - Din Daeng (20 km)

Tarif kendaraan penumpang : Rp 31.481 (Rp 1.574/km)

Tarif kendaraan barang : Rp 44.972 (Rp 2.248/km)

 

Filipina

Ruas Manila–Cavite Expressway (14 km)

Tarif kendaraan penumpang : Rp 17.238 (Rp 1.231/km)

Tarif kendaraan barang : Rp 34.746 (Rp 2.481/km)

 

Vietnam

Ruas No Bai-Lao Chai Expressway (245 km)

Tarif kendaraan penumpang : Rp 200.072 (Rp 817/km)

Tarif kendaraan barang : Rp 810.362 (Rp 3.308/km)

Kesimpulan

Berdasarkan data di atas, Tempo menyimpulkan bahwa 4 ruas tol trans Jawa yang diresmikan Jokowi memang punya tarif lebih mahal untuk kendaraan barang. Namun tarif ini bukan yang tertinggi di Asia Tenggara. Sehingga pernyataan BPN Prabowo-Sandi kami nilai sebagian benar.

 

IKA NINGTYAS