Keliru, Foto Kebakaran Pesantren Alquran di Liberia yang Tewaskan Puluhan Santri dan Guru

Jumat, 27 November 2020 18:43 WIB
 


 
Keliru, Foto Kebakaran Pesantren Alquran di Liberia yang Tewaskan Puluhan Santri dan Guru

KLAIM

Foto yang memperlihatkan sebuah masjid yang terbakar hebat beredar di media sosial. Foto itu diklaim sebagai foto kebakaran sebuah pondok pesantren Alquran di Kota Monrovia, Liberia, yang menewaskan 26 santri dan dua guru.

Foto itu terdapat dalam sebuah artikel di situs Viralnesia yang berjudul "nnalillahiwainnalillahirajiun! Pesantren Alquran Terbakar, 28 Santri & Guru Tewas Terpanggang". Artikel tersebut dimuat pada 4 September 2020. Menurut artikel itu, kebakaran tersebut terjadi pada 18 September 2019.

Artikel ini pun banyak dibagikan di Facebook. Salah satu akun yang mengunggah tautan artikel tersebut adalah akun M Fahri, tepatnya pada 15 November 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun itu telah mendapatkan lebih dari 6.200 reaksi dan 363 komentar serta dibagikan 148 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook M Fahri.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto tersebut bukanlah foto kebakaran pondok pesantren Alquran di Kota Monrovia, Liberia, melainkan foto kebakaran Masjid Mardatillah di Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu, Bengkulu, pada 1 Agustus 2018.

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tempo menelusuri foto tersebut dengan reverse image tool Yandex dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa masjid dalam foto itu identik dengan masjid dalam sebuah video di YouTube yang diunggah oleh kanal Pedoman Bengkulu pada 1 Agustus 2018.

Dalam keterangannya, tertulis bahwa masjid yang terbakar itu merupakan Masjid Pasar Bengkulu. Kesamaan terletak pada bentuk dan warna masjid, bentuk dan warna bangunan di sebelah masjid, adanya sebuah tiang listrik di depan masjid, serta orang-orang di depan masjid yang menyaksikan kebakaran tersebut.

Dilansir dari situs media lokal Bengkulu, Bengkulu Ekspress, pada 1 Agustus 2018, memang terjadi kebakaran di Masjid Mardhatillah, Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Kebakaran Pondok Pesantren Alquran di Liberia

Dikutip dari The Washington Post, pada 18 September 2019, terjadi kebakaran di sebuah sekolah Alquran di Kota Monrovia, Liberia yang menewaskan sedikitnya 28 anak-anak. Menurut seorang juru bicara kepolisian, para siswa tengah tidur di asrama yang terhubung dengan masjid ketika masalah listrik diduga telah memicu kebakaran.

Korban diperkirakan adalah anak laki-laki berusia 10-20 tahun yang sedang belajar Alquran di sekolah tersebut. “Doa saya untuk keluarga anak-anak yang meninggal tadi malam di Paynesville, Monrovia, akibat kebakaran mematikan yang melanda gedung sekolah mereka," kata Presiden Liberia George Weah dalam cuitannya di Twitter.

Dilansir dari CNN, sehari setelah peristiwa kebakaran sekolah asrama di Monrovia tersebut, pemerintah Liberia mengumumkan Hari Berkabung Nasional. Menurut Sekretaris Pers Presiden Liberia, Isaac Solo Kelgbeh, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11 malam waktu setempat.

Menurut pihak berwenang, api melalap pintu masuk utama gedung. Anak-anak yang tinggal di asrama sekolah itu, beberapa di antaranya berusia 10 tahun, pun tidak bisa melarikan diri karena tidak ada pintu darurat. Ada pula jeruji baja pengaman di jendela. Dalam kebakaran itu, dua guru juga tewas.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas adalah foto kebakaran pondok pesantren Alquran di Kota Monrovia, Liberia, yang menewaskan 26 santri dan dua guru, keliru. Kebakaran memang pernah terjadi di sebuah sekolah Alquran di Monrovia yang menewaskan sedikitnya 28 siswa, tepatnya pada 18 September 2019. Namun, masjid yang terbakar dalam foto tersebut adalah Masjid Mardatillah di Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu, Bengkulu, pada 1 Agustus 2018.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya