[Fakta atau Hoax] Benarkah Erdogan Memuji Pidato Prabowo Subianto?

Senin, 21 Januari 2019 13:35 WIB
 
[Fakta atau Hoax] Benarkah Erdogan Memuji Pidato Prabowo Subianto?

Presiden Turki, Reccep Tayyip Erdogan, dikabarkan memberi pujian kepada Calon Presiden RI nomor urut 2, Prabowo Subianto. Kabar itu termuat dalam artikel yang diunggah oleh situs Asia Satu pada 15 Januari 2019.

Artikel tersebut menulis judul dengan huruf kapital: PUJI PIDATO PRABOWO, ERDOGAN : SOEKARNO BARU AKAN MUNCUL DI INDONESIA! Isi artikel itu mengklaim bahwa Erdogan memuji pidato Prabowo seperti Soekarno.

Artikel yang memberitakan Presiden Turki, Reccep Tayyip Erdogan, memberi pujian kepada Calon Presiden RI nomor urut 2, Prabowo Subianto

Situs itu menulis:

Dalam sesi wawancara tak resmi, Erdogan memuji Prabowo seperti Soekarno. "Sepertinya Soekarno baru akan muncul di Indonesia," ujar Erdogan. Meski tidak menyebutkan nama sosok, diyakini pujian tersebut ditujukan buat Prabowo Subianto. Setelah pidatonya menjadi trending topic di medsos.

Artikel tersebut muncul sehari setelah Prabowo Subianto membacakan Pidato Kebangsaan di JCC Plenary Hall pada 14 Januari 2019.

Artikel di Asia Satu itu banyak dibagikan di media sosial. Di Facebook misalnya, hingga 21 Januari 2019, artikel itu sudah dibagikan 13,5 ribu kali. Di Twitter, artikel itu juga dibagikan oleh akun #2019PrabowoSandi @Gemacan70 dan telah mendapat 457 kali serta disukai 895 warganet.

Benarkah Erdogan memuji pidata Prabowo Subianto?

Penelusuran Fakta

  1. Bukan media online kredibel

Website Asia Satu Online bukan tergolong media berita yang kredibel karena tidak mencantumkan siapa penanggung jawab dan alamat perusahaan. Padahal ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 12 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi: "Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan.“

Selain itu, tak ada Pedoman Pemberitaan Media Siber yang dimuat dalam situs tersebut. Kewajiban pemuatan Pedoman Pemberitaan Media Siber tercantum jelas pada Pasal 8.

Pedoman Pemberitaan Media Siber ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012, agar pengelolaan media siber dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Asia Satu Online juga pernah menyebarkan disinformasi, salah satunya artikel berjudul GERAM! TURKI KERAHKAN PASUKAN ELITE BUAT LACAK PEMFITNAH HABIB RIZIEQ, "KAMI DATANG BERSAMA KEMATIAN”. Cek fakta atas artikel tersebut pernah dipublikasikan Tempo.

2. Tidak ada rujukan sumber

Pernyataan Erdogan itu tidak diketahui asal sumbernya. Bahkan saat Tempo menelusurinya di mesin pencari, juga tidak menemukan media lain menuliskan hal tersebut.

Keraguan atas artikel ini tertera dalam alinea satu yang menulis bahwa Erdogan menyatakan itu dalam wawancara tak resmi. Kemudian pada alinea kedua tertulis: meski tidak menyebutkan nama sosok, diyakini pujian tersebut ditujukan buat Prabowo Subianto. Jadi, informasi ini diragukan kebenarannya.

3. Isi artikel keseluruhan “gak nyambung”

Isi alinea satu dan alinea dua yang menyebutkan pujian Erdogan kepada Prabowo ternyata berbeda dengan paragraf berikutnya. Pada paragraf keempat, malah menyebutkan soal Majelis Ulama Indonesia yang pernah memuji Erdogan:

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Yunahar Ilyas, pernah memuji keberanian presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam menghadapi arogansi negara-negara Barat yang seringkali menindas negara kecil, termasuk negara Islam.

Ia juga melihat  Erdogan seperti presiden pertama Indonesia Soekarno yang penuh wibawa dan tidak gentar menghadapi dunia. Pandangan ini ia sampaikan kepada Anadolu Agency ketika dihubungi via telepon, beberapa waktu lalu.

Anadolu memang pernah menulis pujian MUI untuk Erdogan pada berita berjudul “MUI puji keberanian Erdogan” yang dipublikasikan pada 19 Juli 2017. Pujian MUI itu setelah Erdogan berpidato di depan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun dalam berita Anadolu itu, tidak ada keterangan bahwa Erdogan memuji pidato Prabowo Subianto.

Kesimpulan

Dari penelusuran fakta itu bisa disimpulkan, informasi bahwa Erdogan memuji pidata Prabowo Subianto adalah keliru.

 

 IKA NINGTYAS