[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Bendera Tauhid yang Berkibar di Surabaya pada 1935?

Jumat, 28 Agustus 2020 10:52 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Bendera Tauhid yang Berkibar di Surabaya pada 1935?

Foto hitam-putih yang memperlihatkan puluhan pria sedang berjejer di depan sebuah gedung sembari membawa bendera dengan tulisan Arab beredar di media sosial. Bendera itu disebut sebagai bendera tauhid. Foto itu pun diklaim sebagai foto pada 1935 yang diambil di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam foto itu, terdapat tulisan yang berbunyi "Bendera tauhid telah berkibar di Indonesia sejak 1935". Di bawah foto tersebut, ada pula sebuah paragraf yang isinya sebagai berikut:

"Jika ada yang berkata bahwa bendera Tauhid itu bendera HTI, sebaiknya belajar sejarah lagi. Ini adalah foto lama tahun 1935 di depan Madrasah Al-Irsyad Surabaya. Silakan diperhatikan, bendera Tauhid dibentangkan di foto ini. Al-Irsyad Surabaya sendiri didirikan tahun 1919, jadi sudah lebih dulu ada sebelum NU, Banser apalagi HTI yang baru berdiri di Indonesia sekitar tahun 1980-an."

Di Facebook, foto beserta klaim itu dibagikan salah satunya oleh akun Hamzah Johan Albatahany, yakni pada 23 Agustus 2020. Akun ini pun menulis, "Kita harus faham dan dapat membedakan mana bendera tauid dan bendera HTI agar kita tidak membenci bendera tauhid." Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 150 kali.

Foto dengan klaim itu pun pernah dibagikan oleh akun Twitter @JackMar39_PaSid pada 27 Juli 2019. Unggahan itu mendapatkan lebih dari 300 retweet dan 500 likes.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Hamzah Johan Albatahany.

Apa benar foto tersebut adalah foto bendera tauhid yang berkibar di Surabaya pada 1935?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto itu memang diambil di Madrasah Al-Irsyad Surabaya pada 1935. Namun, bendera dalam foto itu bukanlah bendera tauhid, melainkan bendera Kerajaan Arab Saudi. Bendera itu sengaja dibentangkan ketika berpose untuk foto tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap berdirinya pemerintahan Kerajaan Arab Saudi di bawah kepemimpinan Raja Abdul Aziz Al Saud pada 1932.

Untuk memverifikasi klaim dalam unggahan akun Hamzah Johan Albatahany, Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu pernah dimuat oleh situs Perpusataan Online Al-Irsyad, situs yang dibuat oleh Pusat Dokumentasi dan Kajian Al-Irsyad Bogor, pada 30 Maret 2015.

Foto itu terdapat dalam artikel yang berjudul "Al-Irsyad Surabaya Berdiri 1919". Dalam keterangan foto tersebut, disebutkan bahwa foto itu diambil di Madrasah Al-Irsyad Surabaya pada 1935. Tidak terdapat penjelasan bahwa bendera dalam foto itu adalah bendera tauhid.

Penjelasan yang lebih rinci diberikan oleh Ketua Pusat Dokumentasi dan Kajian Al-Irsyad Bogor, Abdullah Abubakar Batarfie, di situs pribadinya pada 25 Oktober 2018. Ketika itu, telah ramai isu bahwa bendera dalam foto itu merupakan bendera tauhid yang sudah berkibar di Madrasah Al-Irsyad Surabaya sejak 1935.

Abdullah menegaskan bahwa bendera yang disebut-sebut sebagai panji tauhid itu adalah bendera Kerajaan Arab Saudi. "Bendera Kerajaan Arab Saudi yang sengaja dibentangkan dalam pose foto bersama para pemuka dan Pemuda Al-Irsyad Surabaya sebagai bentuk dukungannya terhadap berdirinya pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia di bawah kepemimpinan King Abdul Aziz Al Saud," ujar Abdullah.

Penjelasan terkait foto itu juga pernah ditulis oleh Ketua Lazis Yamas Surabaya, Washil Bahalwan, di blog pribadinya. Washil merupakan saudara dari Abdurrahman Bahalwan dan Ahmad Bahalwan, pionir pengajar di Madrasah Al-Irsyad Surabaya.

Washil menuturkan bahwa foto tersebut diambil di sekolah Al-Irsyad Surabaya pada 1935. Dalam foto itu, terlihat para pengurus yayasan, dewan guru, dan pandu bersama tamu-tamu dari Arab Saudi. "Nampak Ketua Yayasan Al-Irsyad Surabaya, Rubaya Bin Thalib (berserban dan berjenggot putih), empat baris dari kanan)," kata Washil.

Dilansir dari artikel di BBC Indonesia pada 8 November 2018, pengamat politik Islam dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Rumadi Ahmad, menuturkan bahwa bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid tidak sekadar bermakna kalimat tauhid, tapi merupakan simbol yang mewakili ideologi tertentu.

"Bahkan, bendera Saudi sendiri kan tulisannya sama, warnanya saja yang beda. Tapi kenapa Saudi mempersoalkan bendera model HTI seperti itu? Karena Saudi tahu bahwa, di balik bendera itu, meskipun tulisannya sama-sama laa ilaaha illallah, tapi di balik simbol itu ada ideologi yang berbeda dan bahkan menjadi musuh pemerintah Saudi," ujar Rumadi.

Kalimat "Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah" memang dipakai dalam beberapa bendera. Selain Arab Saudi, Afghanistan pun memasukkan kalimat ini dalam benderanya. ISIS juga memakai bendera hitam dengan tulisan "laa ilaaha illallah", dengan bentuk tulisan yang berbeda dengan bendera Hizbut Tahrir maupun bendera Arab Saudi.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas adalah foto bendera tauhid yang berkibar di Surabaya pada 1935, keliru. Bendera itu merupakan bendera Arab Saudi yang dibentangkan di Madrasah Al-Irsyad Surabaya pada 1935 saat berfoto bersama para tamu dari Arab Saudi. Bendera itu sengaja dibentangkan sebagai bentuk dukungan terhadap berdirinya pemerintahan Kerajaan Arab Saudi di bawah kepemimpinan Raja Abdul Aziz Al Saud pada 1932.

IBRAHIM ARSYAD

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya