[Fakta atau Hoaks] Benarkah Lubang Serapan Air di Jakarta Sengaja Ditimbun Agar Terjadi Banjir?

Kamis, 27 Februari 2020 07:51 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Lubang Serapan Air di Jakarta Sengaja Ditimbun Agar Terjadi Banjir?

Foto dan video yang diklaim memperlihatkan penimbunan lubang serapan air di Jakarta yang disengaja viral di media sosial. Menurut narasi yang menyertai foto dan video itu, penimbunan yang disengaja tersebut ditujukan agar terjadi banjir di Jakarta sehingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa di-bully.

Dalam foto yang viral tersebut, terlihat sebuah lubang di jalan yang tertutup karung-karung berisi pasir. Foto ini juga terdapat dalam sebuah gambar yang di dalamnya terdapat screenshoot dari cuitan akun Twitter Doradong. Cuitan itu berbunyi:

"Sekedar saran buat kalian @aniesbaswedan @SuaraAnies @DKIJakarta. Kalian memang sedang dikerjain! Bekas galian serta kabel2 BUMN sengaja menutup lubang-lubang serapan dan tempat pembuangan air hujan. Cek dan perlihatkan kepada media."

Sementara dalam video yang viral itu, yang berdurasi 30 detik, terlihat tiga pria dengan rompi oranye yang tengah menurunkan sejumlah karung dari atas truk berwarna kuning. Karung-karung itu kemudian dimasukkan ke dalam sebuah lubang di tepi jalan.

Salah satu akun di Facebook yang mengunggah foto dan video itu adalah akun Zee Nazheera Tazzahra. Akun ini membagikannya ke grup Facebook Relawan Anies Sandi for 2024-2029 pada Selasa, 25 Februari 2020. Pada hari itu, memang terjadi banjir di sejumlah titik di Jakarta setelah hujan yang cukup lebat mengguyur.

"Gimnaa Jakarta gak banjir kalo caranya seperti ini...Biar banjir, biar ada bahan ngebully pak anies,, Kelakuan busuk.......sangat keji," demikian narasi yang ditulis oleh akun Zee Nazheera Tazzahra. Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 1.400 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Zee Nazheera Tazzahra yang memuat narasi sesat mengenai video dan foto yang diunggahnya.

Apa benar foto dan video di atas memperlihatkan penimbunan lubang serapan air di Jakarta yang disengaja agar terjadi banjir?

PEMERIKSAAN FAKTA

Terkait video tiga pria berompi oranye

Pada Rabu, 26 Februari 2020, situs media Republika memuat berita yang berisi klarifikasi dari Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengenai video tiga pria dengan rompi oranye yang tengah menurunkan sejumlah karung dari atas truk berwarna kuning. Dalam berita itu, terdapat pula gambar tangkapan layar video tersebut.

Menurut Hari, narasi yang menyertai video itu, bahwa video tersebut memperlihatkan penimbunan lubang serapan air yang disengaja agar terjadi banjir, hoaks. "Itu SOP manhole utilitas, bukan saluran air yang dimasukin (karung) pasir," katanya.

Hari membenarkan bahwa karung tersebut berisi pasir. Namun, karung pasir itu sengaja dimasukkan sebelum manhole utilitas itu ditutup. Hal ini harus dilakukan guna menghindari potensi terjadinya kecelakaan. Menurut Hari, manhole utilitas merupakan lubang yang berbeda dengan saluran air.

Lubang tersebut biasanya digunakan sebagai saluran pekerjaan umum, seperti jaringan kabel listrik. Hari pun menyatakan bahwa yang dilakukan para pekerja itu sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Saat pengerjaan utilitas, karung pasir tersebut akan diangkat. Setelah pekerjaan selesai, karung itu dimasukkan kembali," katanya.

Gambar tangkapan layar berita di Republika yang memuat klarifikasi Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Terkait foto lubang di jalan yang tertutup karung pasir

Tim CekFakta Tempo menghubungi Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, untuk mengkonfirmasi foto lubang di jalan yang tertutup karung-karung berisi pasir. Menurut Hari, lubang tersebut adalah manhole utilitas, sama seperti yang terlihat dalam video di atas. "Bukan saluran drainase," ujar Hari saat dihubungi pada Rabu, 26 Februari 2020.

Menurut Hari, jika sedang tidak digunakan untuk pemasangan jaringan utilitas, manhole tersebut akan ditutup dengan karung pasir. Fungsinya, sebagai penahan agar tidak ambles ketika dilewati kendaraan. "Kalau ada beban kendaraan lewat, tidak langsung jeblos ke bawah," ujar Hari.

Narasi serupa pernah beredar sebelumnya

Video yang diklaim sebagai video penimbunan saluran drainase, yang dituding merupakan upaya sabotase terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, juga pernah beredar sebelumnya, tepatnya pada November 2019 lalu. Saat itu, video tersebut menyebar di grup-grup percakapan WhatsApp dan Facebook. Tim CekFakta Tempo pun memverifikasinya dan menyatakan bahwa klaim yang menyertai video itu menyesatkan.

Menurut Dinas Bina Marga DKI Jakarta di akun Twitter resminya, peristiwa dalam video itu terjadi di Jalan Karang Anyar, Jakarta Pusat. Namun, lubang yang ditimbun dengan karung pasir dalam video itu bukan lubang drainase maupun sumur resapan, melainkan manhole utilitas. Manhole tersebut memang harus ditimbun karung pasir sebelum ditutup dengan plat beton.

Dikutip dari laman Kompas.com, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan bahwa karung-karung pasir itu akan diangkat saat pengerjaan utilitas. Pengerjaan yang dimaksud yakni saat kabel-kabel utilitas, seperti kabel fiber optik dan kabel listrik, dipindahkan ke dalam manhole utilitas itu.

Proses selanjutnya, menurut Hari, adalah proses boring subduct (pemasangan kabel utilitas di bawah tanah). Setelah proses itu selesai, karung-karung pasir akan dimasukkan kembali ke manhole utilitas. "Di beberapa tempat, (manhole utilitas) memang sering terisi air karena kemungkinan muka air tanah di daerah tersebut tinggi,” tulis akun Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Dilansir dari situs Berita Jakarta, manhole utilitas merupakan bangunan pelengkap saluran buangan untuk penataan seluruh kabel. Pemerintah DKI Jakarta memakai manhole utilitas karena, selama ini, pemasangan utilitas di Jakarta kerap merusak fasilitas jalan. Oleh sebab itu, pembangunan manhole utilitas dianggap sebagai pilihan terbaik.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi yang ditulis oleh akun Facebook Zee Nazheera Tazzahra, bahwa video di atas adalah video penimbunan lubang serapan air di Jakarta yang disengaja agar terjadi banjir, menyesatkan. Lubang itu adalah manhole utilitas, bukan lubang serapan air. Jika sedang tidak digunakan untuk pemasangan jaringan utilitas, sesuai prosedur, manhole tersebut harus dimasuki karung pasir sebelum ditutup dengan plat beton.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya