[Fakta atau Hoaks] Benarkah Gedung yang Terbakar Ini Tempat Isolasi Pasien Virus Corona?

Senin, 17 Februari 2020 15:24 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Gedung yang Terbakar Ini Tempat Isolasi Pasien Virus Corona?

Pesan berantai yang menyebut bahwa hotel tempat isolasi warga Cina yang terinfeksi virus Corona baru, Covid-2019, meledak beredar di WhatsApp pada Senin, 17 Februari 2020. Pesan ini disertai dengan sebuah video berdurasi 19 detik yang memperlihatkan gedung terbakar.

"Hotel Gutian Street Wuhan China, berlantai 30 meledak, hotel tempat isolasi warga Chino dari virus Corona. Korban belum bisa ditentukan. Pemerintah China belum bisa memastikan jumlah korban terbakar, terpanggang dan terasapi," demikian bunyi pesan berantai itu.

Gambar tangkapan layar pesan berantai di WhatsApp yang memuat narasi keliru mengenai virus Corona (kiri) dan gambar tangkapan layar video gedung di Cina yang terbakar (kanan).

Benarkah gedung yang terbakar dalam video tersebut adalah tempat isolasi warga Cina yang terinfeksi virus Corona Covid-2019?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim itu, Tim CekFakta Tempo mengambil gambar tangkapan layar dari video bangunan yang terbakar tersebut. Kemudian, potongan gambar itu ditelusuri dengan reverse image tools Google. Hasilnya, video tersebut telah beredar di media lokal Cina pada awal Januari 2020.

Berdasarkan penelusuran itu pula, diketahui bahwa gedung yang terbakar dalam video tersebut adalah gedung apartemen di Taman California, Distrik Yubei, Kota Chongqing, Cina, bukan hotel tempat isolasi warga Cina yang terinfeksi virus Corona Covid-2019.

Awalnya, Tempo mendapatkan petunjuk dari situs Cina, Sina, yang mengunggah video yang identik pada 3 Januari 2020. Kesamaan antara video ini dengan video yang tersebar di WhatsApp terlihat dari dua banner merah dan tiang listrik di depan gedung serta bentuk jendela gedung.

Situs berbahasa Mandarin itu pun menuliskan keterangan untuk video itu, "Menurut Chongqing Fire Fighting News, pada 1 Januari 2020 pukul 16.55, Pusat Komando Pemadam Kebakaran Chongqing menerima peringatan bahwa bangunan perumahan di lantai 2 California Garden A4, Yubei, terbakar."

Gambar tangkapan layar video unggahan situs Sina.

Lewat petunjuk itu, Tempo kemudian mencari pemberitaannya di media arus utama Cina. Hasilnya, ditemukan berita dari China Global Television Network (CGTN) mengenai kebakaran itu dengan judul "Fire put out at high-rise residential building in SW China" pada 1 Januari 2020.

Dalam berita tersebut, tertulis bahwa kebakaran gedung itu terjadi pada pukul 16.55 waktu setempat. Pemadam kebakaran menerima laporan bahwa kebakaran terjadi di sebuah apartemen berlantai 30 di Distrik Yubei, Kota Chongqing.

Lebih dari 260 orang dievakuasi dari gedung itu, tapi tidak ada korban jiwa. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa api bermula dari balkon apartemen di lantai dua. Kebakaran meluas melalui lapisan isolasi dan kanopi bangunan hingga mencapai lantai atas.

Sebelum beredar di Indonesia, informasi yang salah soal terbakarnya apartemen itu pernah beredar di Cina dan Hong Kong pada awal Februari. Klaim yang beredar saat itu adalah bahwa seorang pasien virus Corona di Jiaxingyuan, Gutian 4th Road, Wuhan, menggunakan disinfektan alkohol sehingga menyebabkan kebakaran dan ledakan.

Informasi palsu tersebut dibantah oleh otoritas pemadam kebakaran Wuhan melalui akun media sosialnya di Weibo pada 7 Februari 2020. "Kebakaran ini terjadi di Taman California, Chongqing. Tolong jangan dengarkan rumor, jangan percaya, dan jangan menyebarkannya."

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa gedung yang terbakar dalam video itu adalah hotel tempat isolasi warga Cina yang terinfeksi virus Corona Covid-2019, menyesatkan. Gedung itu adalah gedung apartemen di Taman California, Distrik Yubei, Kota Chongqing, yang terbakar pada 1 Januari 2020.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya