Rabu, 14 November 2018

[Fakta atau Hoax] Benarkah darah mengandung HIV/AIDS disebarkan melalui jeruk dan pisang?

Rabu, 24 Oktober 2018 13:19 WIB
 
[Fakta atau Hoax] Benarkah darah mengandung HIV/AIDS disebarkan melalui jeruk dan pisang?

Beredarnya foto pisang dan jeruk mengandung darah yang terinfeksi HIV/AIDS menghebohkan jagat media sosial. Di Facebook, informasi tersebut disebarkan oleh akun Cahaya Surga sejak 26 April 2018.

Informasi tersebut terus dibagikan hingga Oktober 2018. Facebook memperkirakan informasi itu telah dibagikan 121,8 ribu kali dengan seribu lebih komentar dan 13,3 ribu akun yang menyukai.

Screenshoot unggahan di Facebook tentang pisang yang mengandung darah HIV/AIDS. facebook.com

Akun Cahaya Surga memuat foto pisang dan jeruk yang di dalamnya mengandung warna merah dengan tulisan: “Kasih tahu yang lain bre, saling mengingatkan”.

Foto pisang yang disertakan nampak seperti hasil tangkapan layar dari akun lain di Facebook. Termuat keterangan di foto itu:

“Jika anda melihat buah-buahan yang di dalamnya mengandung warna aneh merah di dalamnya, tidak usah d makan karena sekelompok orang menyuntik buah dengan darah yang mengandung hiv dan aids dengan tujuan membunuh jutaan orang di seluruh dunia, itu adalah satanisme. So, tlg d share ke teman2 lainnya.”

Satanisme adalah suatu ajaran yang mengajarkan tentang penolakan terhadap agama-agama yang ada di muka bumi. Ajaran satanisme menekankan pada pemujaan terhadap setan dan mereka yang melakukan perbuatan dilarang oleh agama.

Benarkah ada buah-buahan yang disuntik dengan darah mengandung HIV/AIDS? Apakah HIV/AIDS ditularkan melalui buah-buahan? Dan apakah ada kaitannya dengan satanisme?

Penelusuran Fakta

Rumor mengenai informasi tersebut ternyata telah muncul sejak 24 Februari 2015. SNOPES, platform untuk cek fakta di media online yang berbasis di Amerika Serikat, menjelaskan, rumor itu muncul dari pengguna Facebook yang mengunggah foto jeruk yang di dalamnya terdapat bercak warna merah.

Jeruk itu, disebutkan, berasal dari Libya yang kemudian disita di Aljazair. Petugas imigrasi Aljazair menyita jeruk itu karena disuntik dengan darah yang positif mengidap HIV/AIDS.

Sumber foto tersebut tidak diketahui. Namun, setahun sebelumnya rumor seperti itu juga pernah beredar di Facebook pada 19 Desember 2014.

Setelah jeruk, pada 13 November 2015, The Washington Post pernah menulis soal rumor pisang yang terinfeksi  HIV/AIDS. Rumor itu berasal dari akun seorang wanita di Facebook bernama Anna Aquavia yang memulai sebuah ketakutan baru tentang beberapa penjahat misterius yang menyuntikkan darah ke pisang.

Sumber foto pisang awalnya diposting ke Facebook pada 7 November oleh Amanda Andrys, seorang ibu dari Colorado. Dia menulis kekhawatirannya saat melihat bintik merah di buah pisang yang dimakan anaknya.

Hasil verifikasi Washington Post menyebutkan bahwa Libya tidak mengekspor jeruk ke Aljazair. Sejak 2007, Libya mengekspor jeruknya ke Mesir. Selain itu, petugas Imigrasi di Aljazair tidak menangani inspeksi produk pertanian.

Terkait bercak merah pada buah pisang, juga bukan darah yang disuntikkan. Adanya perubahan warna pada buah pisang itu disebut mokillo. Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika ada bakteri yang masuk ke dalam buah.

Penularan HIV/AIDS

HIV merupakan virus yang menyerang bagian kekebalan tubuh kita sehingga menyebabkan kemampuan tubuh untuk melawan terjadinya infeksi serta penyakit semakin lemah. Namun HIV tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia.

Menurut Centers for Disease Control, penyebaran HIV/AIDS tidak ditularkan melalui air atau minuman, keringat, air liur, air mata, berciuman mulut, serangga, hewan peliharaan, toilet dan makanan.

Sementara menurut penyakitaids.org, penularan HIV/AIDS antara lain melalui:

  1. Hubungan seksual yang tidak menggunakan pengaman atau kondom
  2. Menggunakan alat suntik bersama dengan orang yang mengidap HIV/AIDS
  3. Kehamilan yang positif HIV dan ditularkan kepada bayinya selama masa kehamilan, bersalin dan menyusui
  4. Lewat transfusi darah atau produk darah yang tercemar HIV.

Kesimpulan

Melalui fakta-fakta yang terungkap di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi mengenai pisang dan jeruk yang mengandung darah HIV/AIDS adalah salah. HIV/AIDS tidak bisa ditularkan melalui buah-buahan. Dengan demikian informasi hoaks ini juga tak berkaitan dengan satanisme. 

IKA NINGTYAS

 

  •