[Fakta atau Hoaks] Benarkah Virus Corona Wuhan Bisa Menular Lewat Game Free Fire dan Ponsel Xiaomi?

Sabtu, 1 Februari 2020 13:43 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Virus Corona Wuhan Bisa Menular Lewat Game Free Fire dan Ponsel Xiaomi?

Narasi bahwa virus Corona baru, 2019-nCoV, dapat menular lewat game Free Fire dan ponsel Xiaomi beredar di media sosial. Perusahaan pengembang game Free Fire, Garena, memang memiliki kantor pusat di Singapura. Sementara Xiaomi berkantor pusat di Cina. Virus Corona sendiri bermula di Wuhan, Cina, dan sudah menyebar di beberapa, salah satunya Singapura.

Di Facebook, akun yang menyebarkan narasi bahwa virus Corona Wuhan bisa menular lewat game Free Fire adalah akun Ryn, yakni pada Senin, 27 Januari 2020. Akun ini membagikan gambar yang menyerupai sebuah judul berita. Judul itu berbunyi, "Waspada! Virus Corona Bisa Menular Lewat Game Free Fire".

Akun tersebut juga memberikan narasi, "Sudah jo main FF nanti kalian tertular virus Corona." Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Ryn tersebut telah dibagikan lebih dari 1.600 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ryn yang memuat narasi keliru mengenai virus Corona Wuhan.

Adapun akun yang menyebarkan narasi bahwa virus Corona Wuhan bisa menular lewat ponsel Xiaomi adalah akun Twitter @coromodol, yakni pada 24-25 Januari 2020. Dalam cuitannya yang pertama dan kedua, akun ini menulis, "Virus Corona nyebar lewat HP Xiaomi. Kalo abis salaman sama temen yang pake Xiaomi, buru-buru cuci tangan pake sabun."

Benarkah virus Corona Wuhan bisa menular lewat game Free Fire dan ponsel Xiaomi?

PEMERIKSAAN FAKTA

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto, mengatakan bahwa kemungkinan penyebaran virus Corona Wuhan atau 2019-nCoV melalui barang sangatlah rendah. Menurut Yuri, virus tidak dapat menular melalui benda mati.

"Virus itu sama persis dengan benalu di pohon. Benalu tidak akan hidup di pohon yang mati, (virus) butuh sel hidup. Terkait dengan barang-barang, tentu bukan sel hidup kan, sehingga (virus) akan mati. Karenanya, sangat tidak mungkin jika (virus) menular melalui barang maupun pakaian. Jadi, masyarakat tidak perlu takut berlebihan," kata Yuri pada 27 Januari 2020.

Dilansir dari situs media Suara.com, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Daeng Mohammad Faqih mengatakan bahwa virus Corona Wuhan bisa menular antar manusia lewat batuk dan bersin serta lewat makanan yang tercemar air liur orang yang terinfeksi virus tersebut. Selain itu, penularan virus Corona Wuhan bisa terjadi dari hewan ke manusia.

Berdasarkan arsip pemberitaan Tempo, peneliti mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra, mencatat bahwa tiga jenis virus Corona yang bersifat mematikan (SARS-CoV, MERS-CoV, dan 2019-nCoV) berasal dari jenis hewan yang sama sebagai perantara alaminya, yakni kelelawar.

Menurut Sugiyono, walaupun memungkinkan, interaksi langsung antara kelelawar dengan manusia sebenarnya sangatlah jarang. "Tapi virus tersebut dapat pula menginfeksi hewan lainnya, dan hewan perantara tersebutlah yang lebih sering berinteraksi langsung dengan manusia," ujar Sugiyono pada 24 Januari 2020.

Dalam kasus SARS pada 2002-2003, Sugiyono menjelaskan bahwa hewan perantaranya adalah musang dan rakun, selain kelelawar itu sendiri. Dalam kasus MERS pada 2012, hewan perantaranya adalah unta. "Sedangkan pada kasus terbaru, material genetik 2019-nCoV merupakan rekombinasi dari material genetik virus yang berasal dari kelelawar dan ular," katanya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa virus Corona Wuhan bisa menular lewat game Free Fire dan ponsel Xiaomi adalah narasi yang keliru. Virus yang bernama 2019-nCoV itu tidak dapat menular melalui benda mati. Untuk bertahan hidup, virus membutuhkan inang atau sel yang juga masih hidup. Menurut IDI, virus Corona Wuhan bisa menular antar manusia lewat batuk dan bersin, melalui makanan yang tercemar air liur orang yang terinfeksi, serta dari hewan ke manusia.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya