[Fakta atau Hoaks] Benarkah TV Al-Jazeera Telah Menyiarkan Kecurangan Pemilu di Indonesia?

Rabu, 15 Mei 2019 01:22 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah TV Al-Jazeera Telah Menyiarkan Kecurangan Pemilu di Indonesia?

Akun Erdogan Indonesia menghapus seluruh unggahan videonya di kanal YouTube pada Selasa 14 mei 2019. Sebelumnya, akun Erdogan Indonesia mengunggah sebuah video dengan narasi TV Al-Jazeera menyiarkan kecurangan Pemilu di Indonesia. Video tersebut lantas dibagikan banyak orang melalui media sosial dan WhatsApp.

Tautan YouTube tersebut tersebar di media sosial dan WhatsApp (kiri), namun saat di-klik kini video sudah tidak tersedia (kanan).

“TV Al-Jazeera menyiarkan kecurangan Pemilu di Indonesia, bikin geger Dunia. Pemilu curang telah dipertontonkan oleh Rezim Jokowi yang merusak citra Indonesia dimata dunia, demokrasi sudah mati di Indonesia. Itu Wiranto kalau berani suruh tutup TV tersebut, Sudah tersiar ke seluruh dunia,” tulis akun Erdogan Indonesia.

Video tersebut diunggah akun Erdogan Indonesia pada 10 Mei 2019. Sejak diunggah video tersebut telah ditonton sebanyak 30.347 kali dan mendapat 21 komentar.

Video serupa sebelumnya telah disebarkan akun SANTRI GAUL melalui kanal YouTube pada 23 April 2019.

Akun YouTube Erdogan Indonesia telah menghapus semua unggahan, termasuk video yang diklaim dari Al-Jazeera tersebut. Namun salinan video yang sama masih ada di akun YouTube SANTRI GAUL, per 15 Mei 2019.

PEMERIKSAAN FAKTA

Dari penelusuran Tempo.co melalui InVid, sebuah aplikasi untuk mendeteksi dan mengautentifikasi file video yang bersumber dari media sosial, dijelaskan bahwa video yang diunggah akun Erdogan Indonesia merupakan konten video yang keliru.

Saat ditelusuri dengan perangkat daring inVID, lisensi video yang kini telah dihapus tersebut ternyata keliru.

Pihak Al Jazeera Media Network melalui Kepala Biro Jakarta, Sohaib Jassim, juga telah mengklarifikasi video tersebut melalui siaran pers.

SIARAN PERS, 13 Mei 2019

Sehubungan dengan tersebarnya sebuah video berjudul "Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera" di media sosial maupun aplikasi percakapan, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:

1. Al Jazeera Media Network menyesalkan beredarnya video "Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera" karena menggunakan tayangan berita Al Jazeera Media Network yang telah diedit dan diberi caption di luar konteks berita sehingga dapat membingungkan penontonnya.

2. Al Jazeera Media Network selalu berpegang kuat pada prinsip obyektifitas dan cover both sides dalam setiap peliputan termasuk pada penyelenggaraan Pemilihan Umum Indonesia 2019.

3. Al Jazeera Media Network mengimbau semua pihak untuk menggunakan situs maupun akun media sosial resmi kami agar terhindar dari konten hoax atau informasi yang menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.

4. Peristiwa ini merupakan kali kedua menimpa Al Jazeera Media Network sepanjang Pemilihan Umum 2019 sehingga kami mempertimbangkan untuk menggunakan langkah hukum terhadap pihak yang berupaya merusak kredibilitas media kami dengan menyebar konten hoax atau informasi menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.

Sohaib Jassim, Kepala Biro Jakarta, Al Jazeera Media Network

Siaran pers tersebut telah dimuat sejumlah media arus utama di Indonesia. Salah satunya melalui laman Suara.com pada 13 Mei 2019.

Laman Bisnis.com mengatakan Al Jazeera Media Network mempertimbangkan menempuh jalur hukum terkait tersebarnya sebuah video berjudul "Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera" di media sosial maupun aplikasi percakapan.

Media yang berbasis di Qatar tersebut akan menempuh jalur hukum mengingat ini adalah kali kedua berita stasiun televisi tersebut dijadikan materi hoaks. 

Kepala Biro Jakarta Al Jazeera  Media Network Sohaib Jassim mengatakan menyesalkan beredarnya video tersebut. Pasalnya, pembuat hoaks  menggunakan tayangan berita Al Jazeera Media Network yang telah diedit dan diberi caption di luar konteks berita sehingga dapat membingungkan penontonnya.

"Al Jazeera Media Network selalu berpegang kuat pada prinsip objektifitas dan cover both sides dalam setiap peliputan termasuk pada penyelenggaraan Pemilihannya Umum Indonesia 2019," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/5/2019).

Sohaib meminta agar semua pihak menggunakan situs maupun akun media sosial resmi. Hal tersebut, ujarnya, disarankan agar khalayak terhindar dari konten hoaks dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan semua bukti yang ada, video tentang kecurangan Pemilu 2019 yang mengatasnamakan Al-Jazeera TV tersebut tidak akurat.

ZAINAL ISHAQ

 

  •