Keliru, Nahdlatul Ulama Menggelar Lomba Memeriahkan Natal 2021

Senin, 20 Desember 2021 12:11 WIB
 


 
Keliru, Nahdlatul Ulama Menggelar Lomba Memeriahkan Natal 2021

Sebuah poster berisi informasi yang menyebutkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) mengelar perlombaan untuk memeriahkan Natal 2021 bagi para warga NU, beredar di media sosial. Di Facebook, poster tersebut dibagikan akun ini pada 30 November 2021.

Poster itu juga memajang logo bertuliskan NU Cabang Nasrani. Juga terdapat foto KH Said Aqil Siraj yang ditulis sebagai pembina acara dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Ketua Panitia Acara Natal 2021.

Informasi dalam poster menyebutkan beberapa kategori lomba yakni lomba rohani gereja, lomba pidato, musik gerejawi, tarian tradisional.

Hingga artikel ini dimuat, poster tersebut telah mendapat 435 komentar dan dibagikan sebanyak 76 kali. Apa benar NU menggelar lomba memeriahkan Natal 2021?

Tangkapan layar unggahan di media sosial terkait lomba memeriahkan natal yang digelar NU.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital poster tersebut dengan menggunakan tool Reverse Image Google. Hasilnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan poster tersebut merupakan hoaks.

Dilansir dari Jawapos.com, Ketua PBNU Robikin Emhas memastikan poster tersebut adalah hoaks. “Itu hoaks,” tegas Robikin kepada JawaPos.com, Sabtu (18/12).

Robikin menyesalkan oknum yang membuat hoaks yang menyebutkan NU menggelar perlombaan Natal tersebut. “Hoaks seperti itu sangat menyesatkan, saya sesalkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PBNU Marsudi Syuhud kecewa adanya poster hoaks tersebut. Pasalnya saat ini PBNU tengah disibukkan dengan hajatan Muktamar NU ke-34 di Lampung Tengah. “Lagi pada sibuk Muktamar, jadi tidak ada acara lain,” ungkapnya.

Dikutip dari Suara.com, tokoh muda NU, Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir menanggapi beredarnya poster tersebut.

"Ini editan hoaks-nya jelek banget yah. Menulis Nahdliyin saja keliru," ujar Gus Nadir.

Ia meminta kepada seluruh umat terutama kalangan NU untuk tidak emosi menanggapi poster yang telah beredar luas tersebut. "Jangan mau dibenturkan kanan-kiri oleh pihak-pihak yang senang melihat kita gaduh," pesannya. 

Masih dari Suara.com, putri sulung mendiang Gus Dur, Alissa Wahid baru-baru ini mengecam pihak yang berusaha untuk memfitnah NU. Koordinator Gusdurian itu mengecam pihak yang telah menyebarkan poster tersebut.

"Katanya memperjuangkan tafsir agamanya yang paling benar. Tapi caranya dengan memfitnah sana-sini," cuit Alissa Wahid di akun Twitter pribadinya @AlissaWahid pada Sabtu (18/12/2021) seperti dikutip Suara.com.

Alissa Wahid pun mengecam perbuatan pihak tersebut yang secara tersirat berusaha memfitnah NU. "Nulis Nahdlatul Ulama saja salah, tapi fitnahnya jalan teruuuus..." tulis Alissa Wahid.

Hal itu dikatakan oleh Alissa Wahid lantaran akun NU Cabang Nasrani telah salah menulis Nahdlatul Ulama. Dalam foto header akun Facebook NU Cabang Nasrani, mereka menulisnya "Nahdatul Ulama".

Istilah NU Cabang Nasrani

Istilah NU Cabang Nasrani bermula dari ungkapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj saat menerima kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Said Aqil Siroj mengatakan Listyo dekat dengan warga NU, dan Aqil menyebut Sigit NU cabang Nasrani.

"Saya juga kenal sama orang. karena itu. bagi saya bapak ini tidak asing lagi, bahkan dekat dengan warga NU. Maka dia ini bisa kita sebut NU Cabang Nasrani lah," kata Said Aqil di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (28/1/2021).

Aqil telah mengenal Listyo Sigit Prabowo sejak bertugas sebagai Kapolres Pati di Jawa Tengah. Sosok Listyo Sigit Prabowo, sebut Aqil, merupakan seorang perwira polisi yang berintegritas dan profesional.

"Saya pribadi sudah kenal lama sejak beliau Kapolres Pati, Kapolresta Solo, Kapolda Banten lalu saya selalu berjumpa beliau dan selama saya kenal, beliau seorang perwira polisi yang profesional, bertindak tegas, bersikap tegas, tanpa ada rasa apa pun, tanpa ada beban," ujarnya.

Bahkan, selama mengemban tugas sebagai Kapolres dan Kapolda, Listyo Sigit Prabowo dinilai sebagai sosok yang hormat kepada para ulama. Khususnya para ulama yang ada di daerah.

Budayawan Emha Ainun Nadjib menanggapi pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj soal ‘NU cabang Nasrani’. Pria yang akrab disapa Cak Nun itu menuturkannya lewat videonya yang tayang di kanal Youtube Caknun.com, seperti yang ditulis hidayatullah.com, Kamis 10 Februari 2021.

Menurut Cak Nun, ungkapan ‘NU cabang Nashrani’ itu, sebenarnya sudah ada sejak lama, 30 tahun yang lalu, jadi tidak perlu kaget. “Nah tapi kita harus jelaskan framingnya, layarnya. Konteksnya. Juga ruang dan waktunya. Satu kalimat bisa diucapkan di gardu tapi tidak bisa diucapkan di mimbar Jumat,”kata Cak Nun.

Sebelumnya, kata penulis buku Slilit Sang Kyai ini, ungkapan seperti itu pernah disampaikan pula oleh Gus Dur saat acara lailatul Ijtima di rumahnya di Ciganjur sekitar tahun 1993-1994. Ketika itu,  hadir tokoh lintas agama.

Ungkapan itu jangan ditanggapi secara teologis dan fikih karena itu tidak mungkin terjadi. “Tapi itu kan cara mereka mengakrabkan diri satu sama lain,”jelas Mbah Nun, sapaan akrab lainnya.

‘NU Cabang Nasrani’ dinilai pasti urusan keakrapan dan humor. “Saya tidak mau mengatakan benar atau salah, jadi itu tidak bisa anda pahami, saya tidak mengatakan benar atau salah. Kan tidak ada dalam struktur institusi kok ada Islam di bawahnya ada Nasrani. Itu kan dagelan Madura biasa,” ungkapnya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, poster yang mencantumkan logo bertuliskan NU Cabang Nasrani disertai klaim bahwa NU menggelar lomba memeriahkan Natal 2021, keliru. Ketua PBNU Robikin Emhas memastikan poster tersebut adalah hoaks. PBNU juga menegaskan bahwa saat ini tidak menyelenggarakan acara lain karena tengah disibukkan dengan persiapan pelaksanaan hajatan Muktamar NU ke-34 di Lampung Tengah.

TIM CEK FAKTA TEMPO



  •  

    Selengkapnya