[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto Warga Wuhan yang Bergelimpangan Karena Covid-19?

Senin, 31 Agustus 2020 11:49 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto Warga Wuhan yang Bergelimpangan Karena Covid-19?

Gambar yang berisi empat foto yang memperlihatkan orang-orang yang bergelimpangan di jalanan beredar di media sosial. Dalam dua foto, terlihat sejumlah orang yang mengenakan alat pelindung diri (APD). Foto-foto itu diklaim sebagai foto warga Wuhan, Cina, yang bergelimpangan karena terkena Covid-19.

Dalam gambar itu, terdapat pula narasi yang berbunyi: "Masih ingat kejadian ini di Wuhan di mana orang dikabarkan jatuh bergelimpangan karena Covid. Ingat mereka semua juga memakai masker. Lucunya lagi, sampai sekarang, tidak pernah ada kejadian seperti ini lagi di mana orang-orang jatuh bergelimpangan karena Covid. Lebih anehnya lagi, sulit menemukan video-video ini di internet."

Di Facebook, gambar beserta narasi itu dibagikan salah satunya oleh akun Gede Bella Dharma Satya, yakni pada 27 Agustus 2020. Akun ini pun menuliskan narasi, "Kalian masih yakin ini siklus alam." Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 150 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Gede Bella Dharma Satya.

Artikel ini akan berisi pemeriksaan terhadap dua hal:

  • Benarkah orang-orang dalam empat foto itu adalah warga Wuhan yang bergelimpangan karena terkena Covid-19?
  • Benarkah video-video seperti dalam foto itu sulit ditemukan di internet?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, empat foto tersebut diambil di berbagai wilayah di Cina pada Januari 2020 ketika virus Corona baru penyebab Covid-19 merebak di sana. Namun, tidak diketahui secara pasti penyebab orang-orang itu tergeletak di jalan. Dengan demikian, klaim-klaim yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan Covid-19 tidak memiliki bukti. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli epidemiologi menyatakan Covid-19 tidak menyebabkan kematian mendadak.

Meskipun begitu, beberapa kemungkinan bisa terjadi mengingat Covid-19 adalah hal yang baru. Hal ini berpengaruh terhadap terlambatnya pendeteksian yang menyebabkan gejala Covid-19 tidak disadari oleh warga. Kemungkinan lain, jumlah rumah sakit di Wuhan kurang sehingga tidak mampu menampung lonjakan pasien.

Untuk memeriksa klaim dalam unggahan Gede Bella Dharma Satya, Tempo mula-mula memeriksa empat foto dalam unggahan itu. Hasilnya, ditemukan bahwa foto-foto tersebut beredar di media sosial dan dimuat di media kredibel pada akhir Januari 2020. Namun, mereka tidak memberikan informasi yang jelas terkait penyebab tergeletaknya orang-orang dalam foto tersebut. Berikut ini penjelasan terkait foto-foto itu:

Foto ini diambil oleh fotografer kantor berita Prancis Agence France-Presse (AFP) dan pernah dimuat oleh media Inggris, The Guardian, pada 31 Januari 2020. Menurut The Guardian, foto itu memperlihatkan tenaga medis dengan APD yang tengah memeriksa tubuh seorang pria yang pingsan dan meninggal di jalanan di Wuhan pada 30 Januari 2020. Jurnalis AFP melihat jenazah yang tergeletak di depan toko itu sebelum dibawa oleh ambulans dan petugas. AFP tidak dapat memastikan bagaimana pria yang berusia sekitar 60-an tahun itu meninggal. AFP sudah menghubungi polisi dan pejabat kesehatan setempat, namun tidak mendapatkan rincian kasusnya.

Sumber: The Guardian

***

Foto orang yang tergeletak di sebuah pusat perbelanjaan ini beredar di media sosial pada 28 Januari 2020. Salah satu akun Twitter yang mengunggah foto itu menyebut peristiwa ini terjadi Mal Dongdaruifa di Yangzhou, Jiangsu, Cina. Namun, situs IB Times Singapura menyebut peristiwa dalam foto itu terjadi di Wuhan. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengapa orang tersebut tergeletak di lantai.

Sumber: Twitter dan IB Times

***

Foto yang identik pernah dipublikasikan oleh situs IB Times Singapura pada 26 Januari 2020, bersama foto dan video lain yang menunjukkan orang-orang yang menggunakan masker tiba-tiba jatuh ke lantai. IB Times menulis bahwa tidak jelas kapan dan di mana video itu direkam. Keasliannya tidak dapat diverifikasi secara independen. Namun, pengguna media sosial mengklaim bahwa video tersebut memang diambil di Wuhan dan beberapa di antaranya direkam pada hari-hari awal wabah virus Corona baru penyebab Covid-19.

Sumber: IB Times

***

Media Inggris, The Sun, pernah mempublikasikan foto ini pada 31 Januari 2020. The Sun memberikan penjelasan bahwa pria dalam foto tersebut adalah seorang korban yang tewas di jalan setelah jatuh dan kepalanya pecah. Tidak ada penjelasan apakah kematian pria dalam foto ini akibat Covid-19 atau penyebab lain seperti kecelakaan.

Sumber: The Sun

***

Ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, menjelaskan belum ada informasi yang akurat untuk menjelaskan penyebab dari peristiwa dalam foto-foto tersebut. Pasalnya, di banyak negara, kondisi tersebut tidak terjadi. Menurut dia, Covid-19 tidak mungkin menyebabkan kematian mendadak. “Menurut saya, mungkin kondisi mereka sangat lemah sehingga membutuhkan berbaring, bukan meninggal,” kata kata Masdalina saat dihubungi pada 28 Agustus 2020.

Menurut Masdalina, kemungkinan lainnya adalah terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Wuhan yang menyebabkan rumah sakit setempat tidak bisa menampung pasien. Perlu diketahui, dilansir dari Detik.com, Cina baru membangun rumah sakit darurat untuk menampung pasien Covid-19 pada 23 Januari 2020 dan baru menerima pasien yang terkena virus Corona baru tersebut pada 3 Februari 2020. Rumah sakit itu berkapasitas 1.000 ranjang.

Ahli epidemiologi sekaligus kandidat doktor di Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan kasus kematian seperti dalam foto-foto tersebut bisa saja terjadi karena adanya keterlambatan deteksi. Apalagi, saat itu, respons terhadap wabah Covid-19 belum sebaik saat ini. “Sangat wajar terjadi karena saat itu, baik pemerintah dan masyarakat Wuhan, masih belum tahu pasti penyakit apa yang mewabah. Respons belum sebaik sekarang,” kata Dicky saat dihubungi pada 28 Agustus 2020. Selain itu, bisa saja ada faktor pemberat seperti usia atau penyakit penyerta, seperti penyakit jantung dan paru-paru.

Organisasi pemeriksa fakta Amerika Serikat, Snopes, pun pernah menyatakan klaim bahwa tergeletaknya orang-orang itu terkait Covid-19 belum terbukti. Snopes mewawancarai WHO yang menyatakan bahwa seseorang yang jatuh secara tiba-tiba merupakan fenomena tidak biasa pada mereka yang terinfeksi Covid-19.

“WHO menjelaskan, virus Corona adalah penyakit pernapasan dengan gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas. Seorang pejabat WHO juga memberi tahu kami bahwa ambruk mendadak menjadi hal yang tidak biasa dalam kasus ini. Meskipun kami belum bisa secara pasti menentukan apa yang ditampilkan oleh video-video ini, tampaknya tidak mungkin orang-orang itu pingsan di jalan karena virus Corona,” demikian penjelasan Snopes dalam artikelnya pada 30 Januari 2020.

Meskipun tidak ada informasi yang jelas mengenai adanya orang-orang yang berjatuhan karena Covid-19 di negara-negara selain Cina, bukan berarti Covid-19 hanya omong kosong. Dikutip dari World0meters per 28 Agustus 2020, Covid-19 telah menginfeksi 24.680.988 orang di seluruh dunia dengan 836.744 kasus meninggal. Sementara kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai 165.887 kasus dengan 7.169 kasus meninggal.

Klaim foto-foto itu tidak ada di internet keliru

Video-video yang merekam tergeletaknya sejumlah orang di jalanan Cina masih bisa ditemui dengan mudah di internet. Video-video itu berupa kiriman dari warganet atau rekaman CCTV. Ada pula kolase foto dari para fotografer media. Video dan foto orang-orang yang terjatuh yang diklaim diambil di Wuhan ketika wabah Covid-19 bermula bisa dilihat di berbagai situs media di bawah ini:

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa orang-orang dalam empat foto di atas adalah warga Wuhan yang bergelimpangan karena terkena Covid-19, tidak terbukti. Tidak ada penjelasan yang akurat mengenai penyebab ambruknya orang-orang itu di jalanan. WHO dan ahli epidemiologi menyebut ambruknya seseorang secara tiba-tiba merupakan fenomena yang tidak biasa terjadi dalam kasus Covid-19. Hingga saat ini, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 24 juta orang di dunia dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 836 ribu orang. Tingginya jumlah kasus dan kematian ini menunjukkan bahwa Covid-19 bukan omong kosong. Covid-19 merupakan persoalan kesehatan global pada tahun ini.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya