[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Putri Presiden Putin yang Pertama Terima Vaksin Covid-19?

Rabu, 19 Agustus 2020 12:17 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Putri Presiden Putin yang Pertama Terima Vaksin Covid-19?

Foto yang diklaim sebagai foto putri Presiden Rusia Vladimir Putin yang sedang divaksin beredar di media sosial. Menurut klaim itu, putri Putin menjadi orang pertama yang divaksin. Foto ini beredar usai Putin mengumumkan negaranya menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin Covid-19, yang bernama Sputnik V, pada 11 Agustus 2020.

Foto beserta klaim itu terdapat dalam gambar tangkapan layar sebuah pesan WhatsApp yang berisi foto Putin, foto seorang wanita dengan masker dan kaos merah yang duduk di sebelah tenaga medis dengan alat pelindung diri (APD), dan sebuah tulisan. Berikut bunyi tulisan yang menyertai foto-foto tersebut:

"Putri Presiden Rusia Vladimir Putin ... orang pertama yg sdh divaksin dgn vaksin yg ditemukan oleh tim kedokteran Rusia, bukan vaksin buatan Cina, dan ini keteladanan seorang pemimpin negara yg berani ambil resiko, putrinya divaksin terlebih dahulu sebelum di vaksinkan ke rakyatnya ..."

Di Facebook, foto beserta klaim itu dibagikan salah satunya oleh akun Bang Alim, yakni pada 13 Agustus 2020.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Bang Alim.

Apa benar wanita dalam foto tersebut merupakan putri Presiden Putin yang menjadi orang pertama yang terima vaksin Covid-19?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri foto wanita bermasker dan berkaos merah tersebut dengan reverse image tool Yandex. Lewat penelusuran ini, ditemukan video-video di YouTube dan situs berita Rusia yang memperlihatkan wanita bermasker dan berkaos merah itu. Wanita itu bernama Natalya, seorang relawan uji coba vaksin Covid-19 Rusia.

Kanal YouTube stasiun televisi Rusia 360 TV pernah mengunggah video yang berisi wawancara dengan Natalya pada 26 Juni 2020. Video itu berjudul "Sekelompok relawan disuntik dengan vaksin untuk melawan virus Corona". Lewat keterangan video ini, diketahui bahwa seluruh relawan tersebut diisolasi di Rumah Sakit Klinik Militer Utama Burdenko, Moskow. Seorang relawan menyatakan tidak merasakan perubahan setelah disuntik vaksin itu.

Video wawancara dengan Natalya juga pernah diunggah oleh kanal YouTube Vyacheslav Kalinin pada 26 Juni 2020. Video itu berjudul "Relawan Natalya". Kanal ini menuliskan keterangan sebagai berikut: "Relawan Natalya sedang mempersiapkan diri untuk menjadi dokter militer. Kadet lulusan Akademi Medis Militer Kirov. Lancar berbahasa Inggris. Calon master olahraga kelautan serba bisa. Dia telah berulang kali memenangkan kejuaraan kapal layar tingkat Rusia maupun internasional."

Video wawancara Natalya pun pernah dimuat di situs stasiun televisi Rusia Ren TV pada 26 Juni 2020. Video itu terdapat dalam artikel yang berjudul "Tanpa rasa takut dan sakit: para sukarelawan menjelaskan sensasi vaksin Covid-19". Menurut artikel itu, Natalya mengaku tidak khawatir sebelum divaksin.

"Saya masuk tanpa rasa takut, dengan tenang. Saya masuk, divaksin dan dikembalikan ke bangsal. Tidak sakit, tidak menakutkan. Semuanya seperti biasa," ujarnya. Natalya pun berharap bantuan dari para relawan ini akan menyelamatkan banyak nyawa. "Saya merasa hebat. Saya tidak merasakan perubahan apapun setelah vaksinasi. Saya siap bertarung sekarang!" katanya.

Sejumlah organisasi fakta juga telah memverifikasi foto tersebut dan menyatakannya sebagai hoaks. The Quint misalnya, menyebut bahwa wanita dalam foto itu adalah seorang relawan uji coba vaksin Covid-19 yang ditemukan oleh tim kedokteran Rusia. Para relawan uji coba ini berasal dari jajaran militer dan warga sipil. Berbagai sumber yang ditemukan tidak menyebutkan bahwa relawan wanita tersebut adalah putri Putin.

Adapun Boom Live mewawancarai ahli bahasa Rusia, yang menyebutkan bahwa relawan wanita tersebut bernama Natalya. Natalya merupakan satu dari enam kandidat wanita untuk uji coba vaksin Covid-19 Rusia. Dia adalah seorang dokter tentara Angkatan Darat, dan oleh karena itu dia ingin menjadi orang pertama yang melakukan vaksinasi eksperimental, memberikan contoh untuk laki-laki.

Menurut ahli bahasa Rusia itu, Natalya juga menuturkan, "Saya tidak gugup dan siap secara moral. Saya masuk ke dalam, memahami bahwa ini untuk kebaikan yang lebih besar di bidang kedokteran. Kami mencoba ini pada diri kami sendiri untuk membuktikan bahwa itu aman dan, di masa depan, itu mungkin menyelamatkan nyawa."

Putin sendiri memiliki dua putri dari mantan istrinya, Lyudmila Aleksandrovna Ocheretnaya. Keduanya bernama Maria Vorontsova dan Katerina Tikhonova. Dilansir dari BBC, salah satu putri Putin memang telah diberi vaksin Covid-19 buatan Rusia itu. Namun, yang mana dari dua putri Putin itu yang diberi vaksin, tidak diungkapkan.

Vaksin Covid-19 Rusia

Dilansir dari Kompas.com, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia telah menjadi negara pertama yang memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin Covid-19 pada 11 Agustus 2020. Vaksin yang diberi nama Sputnik V ini diklaim telah menunjukkan "kekebalan yang stabil" terhadap virus Corona penyebab Covid-19 dan telah melewati seluruh pemeriksaan yang diperlukan.

Vaksin Sputnik V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh lembaga penelitian Gamaleya yang bekerja sama dengan kementerian pertahanan Rusia. Tindakan ini didasarkan pada vaksin yang terbukti melawan adenovirus, flu biasa. Menurut kementerian kesehatan Rusia, vaksin ini diharapkan dapat memberikan kekebalan dari virus Corona penyebab Covid-19 hingga dua tahun.

Namun, hasil uji coba terbatas vaksin tersebut belum dipublikasikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa pihaknya menantikan untuk meninjau uji klinis. Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko, menyatakan uji klinis yang melibatkan beberapa ribu peserta akan menyusul. Ia menambahkan, batch pertama vaksin akan tersedia bagi tenaga media dalam dua minggu ke depan.

Pengembang mengatakan vaksin itu termasuk aman untuk digunakan. Putin pun menilai vaksin Sputnik V cukup efektif dan memberikan kekebalan yang berkelanjutan berdasarkan tanggapan anaknya terhadap suntikan vaksin tersebut. Namun, para ilmuwan di Barat telah menyuarakan keprihatinan atas kecepatan pengembangan vaksin Rusia.

Mereka beranggapan bahwa para peneliti mungkin mengambil jalan pintas setelah mendapatkan tekanan dari pihak berwenang. Ahli virologi Rusia juga telah memperingatkan bahwa vaksin itu bisa berbahaya bagi orang-orang yang memiliki antibodi terhadap virus Corona penyebab Covid-19. WHO pun mendesak Rusia untuk mengikuti pedoman yang ditetapkannya dan melalui semua tahapan yang diperlukan untuk mengembangkan vaksin yang aman.

Dikutip dari BBC, pada 11 Agustus 2020, WHO menyatakan telah berbicara dengan otoritas Rusia mengenai peninjauan vaksin Sputnik V. Saat ini, vaksin tersebut tidak masuk dalam daftar enam vaksin yang telah mencapai fase 3 uji coba klinis. Pada tahap ini, uji coba dilakukan lebih luas terhadap manusia. Meskipun pengembangan vaksin mengalami kemajuan pesat, sebagian besar ahli berpendapat vaksin tidak akan tersedia secara luas hingga pertengahan 2021.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa wanita bermasker dan berkaos merah dalam foto unggahan akun Bang Alim adalah putri Presiden Putin yang menjadi orang pertama yang terima vaksin Covid-19, keliru. Wanita tersebut bernama Natalya, relawan uji coba vaksin Covid-19 Rusia dan seorang dokter tentara Angkatan Darat.

IBRAHIM ARSYAD | ANGELINA ANJAR SAWITRI

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya