[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Lima Bersaudara di Surabaya yang Menunggu Diadopsi Karena Orang Tuanya Meninggal Akibat Covid-19?

Kamis, 11 Juni 2020 14:58 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Lima Bersaudara di Surabaya yang Menunggu Diadopsi Karena Orang Tuanya Meninggal Akibat Covid-19?

Foto lima anak yang berdiri berjejer di sebuah ruangan yang mirip kamar jenazah beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Menurut narasi yang menyertai foto itu, anak-anak tersebut merupakan lima bersaudara yang menunggu diadopsi karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Dalam foto tersebut, terdapat pula foto KTP seorang pria yang beralamat di Kalijudan, Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur. Adapun narasi yang tertulis di bawah foto itu adalah sebagai berikut: "Papa mama meninggal krn covid 19. 5 bersaudara kandung ini nunggu diadopsi oleh para budiman".

Foto yang beredar di grup-grup WhatsApp yang memuat klaim bahwa kelima anak dalam foto tersebut menunggu diadopsi.

Apa benar kelima anak dalam foto tersebut adalah lima bersaudara di Surabaya yang menunggu diadopsi karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19?

PEMERIKSAAN FAKTA

Informasi tersebut telah dibantah oleh Humas Kota Surabaya melalui akun resminya di Facebook dan Twitter. Menurut Humas Kota Surabaya, berdasarkan hasil koordinasi dengan Puskesmas Kalijudan, keluarga tersebut sudah tidak tinggal di Kalijudan selama dua tahun. Tetangga juga tidak mengetahui kepindahan keluarga tersebut.

Saat ini, alamat yang tercantum dalam KTP di foto yang beredar sudah ditempati oleh orang lain dan tidak memiliki hubungan dengan keluarga tersebut. “Di dalam data kami, juga tidak ditemukan pasien Covid-19 atas nama tersebut,” demikian penjelasan Humas Kota Surabaya pada 10 Juni 2020 di Facebook.

Keterangan Humas Kota Surabaya ini juga dimuat oleh Tribunnews Surabaya dalam berita yang berjudul "Foto 5 Saudara Kandung Menunggu Diadopsi karena Orang Tua Meninggal karena Covid-19 Ternyata HOAX".

Dalam kolom komentar unggahan akun Humas Kota Surabaya, sejumlah warganet pun memberikan penjelasan yang mendukung keterangan mengenai keluarga tersebut. Akun Dadung misalnya, menjelaskan bahwa keluarga tersebut adalah tetangganya. Setelah dari Kalijudan, keluarga itu tinggal di kampungnya di Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya.

Kemudian, akun Wicaksono Suhermanto, mengatakan bahwa anak-anak tersebut kini dirawat oleh ibu kandungnya. “Ayo lur, ojo titik-titik share / membagikan postingan yang belum jelas adanya,” katanya memperingatkan. Hal ini juga dinyatakan oleh akun Jokodono Ring, bahwa kelima anak tersebut tinggal bersama ibunya. Dia juga membagikan foto kelima anak itu bersama mamanya. “Alhamdulillah anak anak tentram bersama mamanya,” ujarnya.

Akun Cak Mat Alb mengatakan bahwa ayah dari lima anak itu adalah kawannya di klub burung CLBK. Menurut penjelasan akun ini, pria tersebut memang meninggal, tapi bukan karena Covid-19. Penjelasan yang sama juga diberikan akun Aldo Angels Songo Songo. “Wwwooiiiiii Itu teman kami bukan meninggal karena Covid-19. Ni jelas hoax,” katanya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa kelima anak dalam foto di atas adalah lima bersaudara di Surabaya yang menunggu diadopsi karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19, keliru. Ayah kelima anak itu memang dilaporkan meninggal. Namun, Humas Kota Surabaya menyatakan nama pria tersebut tidak ditemukan dalam data pasien yang meninggal karena Covid-19.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya