[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto Jenazah Pasien Corona di Ekuador yang Digeletakkan di Pinggir Jalan?

Jumat, 10 April 2020 13:13 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto Jenazah Pasien Corona di Ekuador yang Digeletakkan di Pinggir Jalan?

Sejumlah foto jenazah yang terbungkus plastik ataupun kain serta peti mati yang digeletakkan di pinggir jalan beredar di media sosial. Menurut narasi yang menyertainya, foto-foto itu merupakan foto jenazah pasien yang meninggal di Ekuador karena terinfeksi virus Corona Covid-19.

Salah satu akun di Facebook yang membagikan foto-foto tersebut adalah akun 2020 Story, yakni pada 8 April 2020. Terdapat lima foto yang diunggah oleh akun ini. Foto pertama memperlihatkan jenazah yang terbungkus plastik. Foto kedua merupakan foto peti mati yang diletakkan di pinggir jalan.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook 2020 Story.

Foto ketiga memperlihatkan seorang pria yang terduduk di trotoar dengan wajah menunduk. Di depan pria itu terdapat peti mati yang terbungkus plastik. Adapun foto keempat memperlihatkan petugas yang membereskan kardus yang berukuran sebesar peti mati dan foto kelima memperlihatkan jenazah yang terbungkus kain yang diletakkan di sebuah bangku di pinggir jalan.

Apa benar foto-foto di atas merupakan foto-foto pasien Corona di Ekuador?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo dengan tool Source, kelima foto tersebut pernah dimuat oleh media asing maupun media dalam negeri. Foto-foto itu pun benar diambil di Ekuador dan merupakan pasien yang meninggal karena terinfeksi virus Corona Covid-19.

Foto pertama, yakni foto jenazah yang terbungkus plastik, pernah diunggah di akun Twitter milik situs stok foto Getty Images pada 7 April 2020. Foto ini diambil oleh fotografer yang bernama Francisco Macias di sebuah jalan di Guayaquil, Ekuador.

Foto itu diberi keterangan, "Mayat yang terbungkus plastik dan ditutupi kardus yang digeletakkan di trotoar di Guayaquil. Ekuador memiliki 3.747 kasus yang terkonfirmasi Corona dan 191 meninggal. Pihak berwenang menyatakan bahwa angka yang sebenarnya mungkin lebih tinggi karena kamar mayat penuh."

Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter Getty Images.

Foto kedua, yakni foto peti mati yang diletakkan di pinggir jalan, pernah dimuat di situs media Italia Sky pada 7 April 2020. Foto yang bersumber dari Getty Images ini dimuat dalam artikel yang berjudul "Virus Corona, Ekuador dengan 3.747 kasus adalah salah satu negara yang paling terdampak di Amerika Selatan". Dalam artikel ini, dimuat pula foto pertama tadi.

Foto ketiga, yakni foto seorang pria yang terduduk di trotoar dengan wajah menunduk, pernah dimuat oleh situs media Chicago Tribune pada 6 April 2020. Foto tersebut berasal dari Getty Images dan diberi keterangan, "Kerabat korban virus Corona menangis di sebelah peti mati korban itu sambil menunggu untuk dibawa ke pemakaman di Guayaquil, Ekuador, pada 4 April 2020."

Terkait foto keempat, yakni foto petugas yang membereskan kardus yang berukuran sebesar peti mati, ditemukan foto yang serupa dengan angle berbeda di situs media The Guardian dalam artikelnya pada 5 April 2020. Foto ini diberi keterangan, "Peti mati kardus di Guayaquil."

Adapun foto kelima, yakni foto jenazah yang terbungkus kain yang diletakkan di sebuah bangku di pinggir jalan, pernah dimuat dalam artikel di situs media dalam negeri, Detik.com, pada 8 April 2020. Foto ini juga merupakan foto jenazah pasien virus Corona Covid-19 di Ekuador. Foto tersebut berasal dari Getty Images. Dalam artikel di Detik.com ini, juga dimuat empat foto lainnya yang diunggah akun 2020 Story.

Dilansir dari organisasi media nonprofit NPR, Ekuador merupakan salah satu negara terkecil di Amerika Selatan yang menghadapi wabah virus Corona Covid-19 terburuk di kawasan itu. Hingga 3 April 2020, lebih dari 3.100 kasus dan 120 kematian akibat Covid-19 teridentifikasi di Ekuador.

Pusat wabah Corona di negara ini berada di kota pelabuhan Guayaquil. Di sana, mayat-mayat terbaring di pinggir-pinggir jalan. Guayaquil mencatatkan sekitar setengah dari total kasus Covid-19 di Ekuador. Pasien memenuhi rumah sakit kota. Jam malam yang diberlakukan serta birokrasi di sana pun menghambat para petugas untuk mengurus jenazah.

Hal ini membuat jenazah orang-orang yang meninggal di rumah karena virus Corona Covid-19 atau penyakit lainnya terbaring selama berhari-hari di pinggir-pinggir jalan. Jenazah-jenazah itu terbungkus seprai dan plastik, lalu membusuk di bawah teriknya matahari tropis Ekuador.

Itulah yang terjadi pada Victor Morande, warga Guayaquil berusia 38 tahun, yang meninggal karena gagal pernapasan. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi lokal TV Ecuavisa, Keyla Reyes, sepupu Morande, menyatakan rasa putus asanya karena Morande sudah meninggal selama empat hari dan mulai membusuk sehingga mesti dipindahkan ke trotoar. "Kami telah memanggil polisi, tapi tidak ada yang datang," ujar Reyes.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, foto-foto unggahan akun Facebook 2020 Story di atas adalah benar foto-foto jenazah serta peti mati dari pasien yang meninggal karena terinfeksi virus Corona Covid-19 di Ekuador, tepatnya di Kota Guayaquil. Jam malam yang diberlakukan serta birokrasi di sana menghambat para petugas untuk mengurus jenazah.

IBRAHIM ARSYAD

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya