[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pemerintah Cina Tuduh Indonesia yang Sebarkan Virus Corona Covid-19?

Kamis, 26 Maret 2020 11:03 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pemerintah Cina Tuduh Indonesia yang Sebarkan Virus Corona Covid-19?

Narasi bahwa pemerintah Cina menuduh Indonesia sebagai penyebar virus Corona Covid-19 beredar di media sosial. Narasi itu berasal dari artikel di situs Kabarberita.site yang berjudul "Virus Corona Bersumber dari China, Kini Pemerintah Tiangkok Tuduh Indonesia Sebarkan Virus Covid-19".

Salah satu akun di Facebook yang menyebarkan artikel itu adalah akun Ijin Share Ya, yakni pada 23 Maret 2020. Hingga berita ini dimuat, artikel tersebut telah mendapatkan respons lebih dari 250 kali dan dikomentari 141 kali.

Adapun artikel itu berisi pernyataan dari pemerintah wilayah Shaanxi, Cina, soal penyebaran kasus baru yang ditimbulkan oleh wabah virus Corona Covid-19. Mereka menuding bahwa wabah virus Corona Covid-19 merupakan "kasus impor", salah satunya dari Indonesia.

Menurut artikel itu, Cina yang menjadi sumber virus Corona berangsur pulih. Sudah tidak ditemukan pula pasien baru Covid-19. Namun, salah satu warganya kini kembali terinfeksi virus Corona. Cina pun menuduh bahwa virus Corona tersebut berasal dari Indonesia.

Hal ini, menurut artikel itu, berawal pada 10 Maret 2020, ketika warga Cina yang bernama Zhang Moumou, 35 tahun, mengalami gejala batuk dan demam. Kemudian, pada 13 Maret malam, dia mengambil penerbangan dari Indonesia, melalui Hong Kong, ke Cina.

Sesampainya di bandara, dia memberi tahu staf bandara bahwa dia tidak sehat. Setelah suhu tubuhnya diukur, Zhang dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Xian, Shaanxi, untuk menjalani isolasi dan perawatan. Zhang pun inyatakan positif mengidap Covid-19.

Gambar tangkapan layar artikel di situs Kabarberita.site yang memuat narasi sesat bahwa pemerintah Cina menuduh Indonesia sebagai penyebar virus Corona Covid-19.

Apa benar pemerintah Cina menuduh Indonesia yang menyebarkan virus Corona Covid-19?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait kasus Covid-19 di Shaanxi, Cina, dari media-media kredibel. Hasilnya, ditemukan berita dari situs media The Jakarta Post yang memuat tautan halaman yang berisi pernyataan resmi Komisi Kesehatan Shaanxi, Cina, mengenai kasus Covid-19 di wilayahnya.

Namun, setelah dibaca secara menyeluruh, tidak terdapat satu pun pernyataan dari pemerintah Shaanxi yang menuduh Indonesia sebagai penyebar virus Corona Covid-19. Dalam pernyataannya pada 17 Maret 2020 tersebut, Komisi Kesehatan Shaanxi hanya mengumumkan bahwa terdapat satu kasus Covid-19 di wilayahnya yang merupakan impor dari Indonesia.

Menurut Komisi Kesehatan Shaanxi, kasus Covid-19 impor pertama di Shaanxi itu dialami oleh seorang warga negara Cina berusia 35 tahun yang bernama Zhang Maomao. Pada 10 Maret 2020, Zhang mengalami gejala batuk dan demam. Pada 13 Maret malam, ia pun mengambil penerbangan Dragon Air KA896 dari Indonesia ke Shanghai, Cina, melalui Hong Kong.

Sesampainya di Shanghai, Zhang menginap di Vienna Hotel yang terletak di Shiwan 6th Road. Pada 14 Maret sore, Zhang melanjutkan penerbangan dengan Chine Eastern MU2162 ke Xian, Shaanxi. Sesampainya di bandara, dia melapor kepada petugas bahwa dia merasa tidak sehat. Setelah suhu tubuhnya diukur, Zhang dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Xian.

Pada 15 Maret dini hari, Pusat Pengendalian Penyakit Xian melakukan uji asam nukleat dan serologis terhadap Zhang. Dia juga menjalani pemeriksaan gejala klinis, tes darah, tes pencitraan, dan konsultasi ahli sebelum akhirnya dikonfirmasi positif Covid-19. Lantas, Zhang dipindahkan ke Eighth Hospital untuk menjalani isolasi dan perawatan.

Gambar tangkapan layar pernyataan yang dirilis oleh Komisi Kesehatan Shaanxi, Cina, di situs resminya.

Dilansir dari The Jakarta Post, Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, menyatakan belum menerima informasi mengenai kasus tersebut. Namun, dia menuturkan bakal melacak kontak dekat Zhang di Indonesia. "Tapi itu akan sulit. Di mana kita memulai jika kita tidak tahu ke kota mana dia pergi?" katanya.

Duta Besar Indonesia untuk Cina, Djauhari Oratmangun, mengatakan bakal menghubungi pemerintah Cina untuk menanyakan kasus Zhang dan melaporkannya kepada pemerintah untuk penyelidikan lebih lanjut. "Memang, jumlah kasus dari transmisi lokal di Tiongkok kini telah menurun. Mereka sebagian besar berasal dari luar Cina. Dari 13 kasus positif Covid-19 (pada 18 Maret), sebanyak 12 kasus adalah impor," katanya.

Berita ini juga dimuat oleh situs media Kontan pada 20 Maret 2020 dengan judul "China umumkan impor kasus virus corona dari Indonesia, ini ceritanya".

Penyebaran virus Corona Covid-19

Dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Corona jenis baru, SARS-CoV-2. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum munculnya wabah di Wuhan, Cina, pada Desember 2019.

Dilansir dari organisasi pemeriksa fakta FactCheck, Covid-19 dilaporkan terjadi pada orang-orang yang memiliki kaitan dengan pasar ikan di Wuhan yang juga menjual berbagai hewan hidup. Pada 22 Januari 2020, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, Anthony Fauci, mengatakan bahwa virus baru tersebut "hampir pasti" berasal dari hewan, yang kemudian menular dari orang ke orang.

Menurut FactCheck, virus ini kemungkinan menular ke manusia dari hewan yang belum teridentifikasi, seperti yang pernah terjadi di masa lalu pada jenis virus Corona lain. SARS-CoV pada 2002-2003 misalnya, diperkirakan berasal dari kelelawar dan menyebar ke manusia melalui musang. Pada 2012, muncul pula MERS-CoV yang kemungkinan berasal dari kelelawar, dan menyebar ke manusia melalui unta.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa pemerintah Cina menuduh Indonesia yang menyebarkan virus Corona Covid-19 adalah narasi yang menyesatkan. Dalam pernyataan resminya, Komisi Kesehatan Shaanxi, Cina, hanya mengumumkan bahwa terdapat satu kasus Covid-19 di wilayahnya yang merupakan impor dari Indonesia. Tidak ditemukan kalimat dari pemerintah Shaanxi yang menuduh Indonesia sebagai penyebar virus Corona dalam pernyataan tersebut.

IBRAHIM ARSYAD

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya