[Fakta atau Hoaks] Benarkah Malaysia Bubarkan Warga di Luar Rumah dengan Drone yang Tembakkan Kembang Api?

Rabu, 25 Maret 2020 14:09 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Malaysia Bubarkan Warga di Luar Rumah dengan Drone yang Tembakkan Kembang Api?

Video pendek yang memperlihatkan sebuah drone menembaki orang-orang di jalanan dengan kembang api beredar di WhatsApp sejak Minggu, 22 Maret 2020. Menurut narasi yang menyertai video tersebut, cara itu diklaim sebagai cara pemerintah Malaysia untuk membubarkan warga yang berada di luar rumah dan mencegah penularan virus Corona COVID-19.

Video berdurasi 31 detik yang berasal dari TikTok itu diberi latar musik yang biasanya disematkan dalam film-film aksi. Terdengar pula suara seorang pria yang berbicara dalam bahasa Melayu, yang kurang lebih artinya: "Ada pengarahan kau tak dengar? Mau bagaimana lagi agar kalian paham? Diam sajalah di rumah, jangan keluar!"

Adapun narasi yang menyertai video itu, yang menyebar di grup-grup percakapan WhatsApp, adalah sebagai berikut: "Malaysia, warga yang ngumpul di tembak pake kembang api/drone."

Gambar tangkapan layar video yang beredar di WhatsApp. Drone yang menembakkan kembang api dalam video itu diklaim sebagai cara pemerintah Malaysia untuk membubarkan warga yang berada di luar rumah.

Apa benar drone yang menembakkan kembang api dalam video itu merupakan drone yang digunakan pemerintah Malaysia untuk membubarkan warga yang berada di luar rumah?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, video drone tersebut tidak diambil di Malaysia. Drone yang menembakkan kembang api dalam video itu pun bukan merupakan bagian dari aksi pemerintah negara mana pun untuk membubarkan warga yang berkumpul di tengah mewabahnya virus Corona COVID-19.

Video tersebut pernah viral pada Juli 2019, sebelum virus Corona dilaporkan pertama kali di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Adapun narasi yang beredar saat itu menyebutkan bahwa drone yang menembakkan kembang api tersebut digunakan untuk membubarkan pesta di sebuah rumah.

Di Facebook, video tersebut ditonton hingga lebih dari delapan juta kali dan dibagikan hingga lebih dari 140 ribu kali. Si pembuat video adalah seorang influencer asal Brazil, Lucas Albert. Dia mengunggah video tersebut di akun Instagram-nya pada 14 Juli 2019.

Albert pun memberikan keterangan dalam bahasa Portugis untuk videonya tersebut. "Teman-teman saya mengadakan acara barbeku di jalan dan mereka tidak mengundang saya. Lihat apa yang saya lakukan kepada mereka," demikian narasi yang ditulis oleh Albert di Instagram.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Instagram Lucas Albert.

Setelah video itu viral dan muncul di berbagai pemberitaan, Albert membuat klarifikasi lewat Twitter pada 16 Juli 2019. Ia menyatakan bahwa isu yang berkembang saat itu palsu. "They caught my video trolling my friends, played on a sensationalist newspaper site! Saying he was an angry neighbor because of the sound in SP and fired bombs. Dude, how far are these fakes news."

Kepada BBC, Albert mengatakan bahwa video itu tidak nyata. Ia sengaja merencanakan aksi itu bersama teman-temannya. "Banyak orang mengenal saya dan tahu bahwa saya menyunting semua video yang saya unggah" kata Albert pada 19 Juli 2019.

Albert memang dikenal karena leluconnya di media sosial. Misalnya, dalam satu video yang telah ditonton hingga lebih dari 700 ribu kali, ia berpura-pura mengalami serangan jantung di sebuah pusat perbelanjaan untuk menakut-nakuti orang asing.

Adapun dalam video drone asli yang diunggah oleh Albert, latar musik yang digunakan yang berbeda dengan video drone yang beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Selain itu, tidak terdapat suara seorang pria yang berbicara dalam bahasa Melayu yang meminta warga untuk bubar. Dengan demikian, video tersebut telah mengalami penyuntingan di bagian audionya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa Malaysia membubarkan warga yang berada di luar rumah dengan drone yang menembakkan kembang api adalah klaim yang keliru. Peristiwa dalam video itu merupakan bagian dari aksi yang dilakukan oleh seorang influencer asal Brazil, Lucas Albert. Video itu diunggah di Instagram pada 14 Juli 2019, sebelum virus Corona COVID-19 dilaporkan pertama kali di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Dalam video aslinya pun, tidak terdengar suara pria berbahasa Melayu yang meminta warga untuk bubar.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya