[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Penumpang Pesawat dari Italia ke Ethiopia yang Semuanya Positif Corona?

Selasa, 24 Maret 2020 19:24 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Penumpang Pesawat dari Italia ke Ethiopia yang Semuanya Positif Corona?

Video yang memperlihatkan sejumlah penumpang yang kesakitan dan terbaring di landasan pacu pesawat beredar di WhatsApp pada Selasa, 24 Maret 2020. Menurut narasi yang menyertainya, video itu adalah video penumpang pesawat dari Italia ke Ethopia yang semuanya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona COVID-19.

Video tersebut terbagi atas dua segmen. Di segmen pertama, terlihat sejumlah penumpang perempuan di sebuah landasan pacu pesawat yang kesakitan dan batuk-batuk. Ada pula beberapa penumpang yang terbaring di aspal. Sejumlah petugas yang mengenakan masker dan pakaian pelindung pun terlihat berada di sekitar para penumpang tersebut.

Sementara itu, di segmen kedua video tersebut, terlihat belasan orang yang turun dari sebuah bus dan berusaha melarikan diri. Beberapa orang yang mengenakan jubah hitam dan menenteng senjata juga tampak berada di dekat bus itu. Terdengar pula satu kali suara tembakan di bagian akhir video tersebut.

Adapun narasi utuh yang menyertai video itu berbunyi: "Penerbangan dari Italia ke Ethiopia. Semua penumpang dinyatakan positif. Polisi berusaha menangkap, menembak mereka yang mencoba melarikan diri."

Gambar tangkapan layar video yang beredar di grup-grup percakapan WhatsApp dengan narasi yang mengaitkannya dengan virus Corona COVID-19.

Apa benar video tersebut adalah video penumpang pesawat dari Italia ke Ethiopia yang seluruhnya terinfeksi virus Corona COVID-19 sehingga ditangkap polisi?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk mengecek klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menggunakan tool InVID untuk memfragmentasi video di atas menjadi sejumlah gambar tangkapan layar. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Yandex. Hasilnya, ditemukan sebuah situs media lokal Kota Thies, Senegal, Afrika, berbahasa Prancis, Thiesinfo.com, yang pernah memuat gambar tangkapan layar segmen kedua video tersebut.

Namun, artikel itu dipublikasikan pada 28 November 2019, sebelum virus Corona COVID-19 dilaporkan pertama kali di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Isi artikel itu pun tidak terkait dengan Corona. Artikel tersebut menceritakan tentang simulasi penyanderaan penumpang oleh teroris di Bandara Internasional Blaise Diagne (AIBD), Senegal.

Dikutip dari artikel tersebut, CEO perusahaan yang mengelola AIBD, LAS (Limak-AIBD-Summa), Xavier Mary, mengatakan bahwa simulasi itu memungkinkan jajarannya untuk menguji koordinasi para petugas di lapangan. Simulasi itu pun dianggap sukses. Hingga simulasi tersebut berakhir, petugas tidak diberi informasi apapun sehingga mereka semua menjalankan simulasi itu dengan baik.

Konferensi pers oleh pejabat bandara terkait simulasi itu juga diunggah di kanal YouTube Thies Info pada tanggal yang sama. Video itu diberi judul berbahasa Prancis yang terjemahannya adalah "Latihan Manajemen Krisis Penerapan Rencana Darurat AIBD". Cuplikan video saat simulasi juga beberapa kali ditampilkan dalam video tersebut.

Tempo pun mencari pengunggah pertama video yang beredar di atas dengan menelusurinya di YouTube dan memasukkan kata kunci berupa judul video di kanal Thies Info tadi. Hasilnya, ditemukan video yang sama, dengan logo yang sama pula, yang diunggah oleh kanal YouTube milik situs media Senegel, Dakaractu TV, pada 29 November 2019. Video itu berjudul "Diass: Tes Skala Penuh dari Rencana Darurat Bandara Dakar Blaise Diagne".

Gambar tangkapan layar video yang diunggah kanal YouTube Dakaractu TV pada 29 November 2019.

Dalam unggahannya itu, kanal Dakaractu TV menulis keterangan bahwa video tersebut diambil pada 28 November 2019. Peristiwa dalam video itu merupakan simulasi di Bandara Internasional Blaise Diagne (AIBD) yang ditujukan untuk mengevaluasi kapasitas dalam menanggapi berbagai krisis yang mungkin timbul setelah bandara itu beroperasi selama dua tahun.

Setelah simulasi berakhir, Xavier Mary berterima kasih kepada maskapai penerbangan Senegal, Air Senegal, yang telah menyediakan pesawat dengan kru yang profesional sehingga simulasi tersebut sangat mirip dengan kenyataan. "Kita sedang dalam proses peningkatan manajemen krisis, dan latihan pagi ini benar-benar sukses," kata Mary.

Video dari kanal Dakaractu TV itu juga pernah menyebar di Senegal lima hari setelah diumumkannya kasus positif Corona pertama di negara tersebut. Video tersebut beredar dengan narasi "Urgent: coronavirus". Namun, klaim tersebut telah dibantah oleh tim periksa fakta dari kantor berita AFP pada 10 Maret 2020.

Sama seperti yang ditemukan oleh Tempo, AFP menyatakan bahwa video tersebut adalah video simulasi penyanderaan penumpang di Bandara Internasional Blaise Diagne (AIBD), Senegal. Dilansir dari AFP, Xavier Mary menjelaskan bahwa dikerahkan setidaknya 100 aktor untuk menyukseskan simulasi tersebut.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi yang menyertai video di atas, bahwa video itu adalah video penumpang pesawat dari Italia ke Ethiopia yang seluruhnya terinfeksi virus Corona COVID-19 sehingga ditangkap polisi, keliru. Video tersebut merupakan video simulasi penyanderaan penumpang oleh teroris di Bandara Udara Internasional Blaise Diagne, Senegal, pada 28 November 2019.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya