[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ganjar Pranowo Beri Hadiah Laptop ke Siswa yang Tonton Video Porno?

Jumat, 13 Maret 2020 12:36 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ganjar Pranowo Beri Hadiah Laptop ke Siswa yang Tonton Video Porno?

Narasi bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan hadiah kepada siswa yang menonton video porno beredar di media sosial. Narasi itu terdapat dalam sebuah artikel di situs Aceh Journal Pasific berjudul "Ganjar Pranowo Berikan Hadiah Laptop Ke Siswa Yang Menonton Video Porno" yang dimuat pada 4 Desember 2019.

Di Facebook, tautan artikel itu diunggah oleh akun Lembak Putra ke grup Sobat Anies Baswedan pada 12 Maret 2020. Akun ini pun menambahkan narasi terhadap artikel itu, "Widih Bused dah.. Revolusi mental." Selain akun tersebut, akun Habibi juga membagikan artikel itu pada 9 Maret 2020 ke grup Relawan Anies Sandi For 2024-2029.

Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Lembak Putra telah dibagikan lebih dari 100 kali dan dikomentari sebanyak 160 kali. Sementara itu, unggahan akun Habibi telah dibagikan sebanyak 74 kali dan dikomentari sebanyak 86 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Lembak Putra pada 12 Maret 2020.

Apa benar Ganjar Pranowo memberikan hadiah laptop kepada siswa yang menonton video porno?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, pernyataan Ganjar Pranowo yang dimuat dalam artikel di situs Aceh Journal Pasific di atas bersumber dari video podcast di kanal YouTube milik Deddy Corbuzier. Video berdurasi sekitar 53 menit yang diunggah pada 3 Desember 2019 itu berjudul "Ganjar Pranowo Nonton Video P0rn0 Tanpa Marah Marah".

Pernyataan Ganjar soal pemberian hadiah laptop kepada siswa yang mengaku pernah menonton video porno terdapat pada menit ke 47:25 hingga menit ke 48:52. Berikut ini pernyataan lengkap Ganjar:

"Mas, saya punya program namanya Gubernur Mengajar, masuk anak-anak SMA, ya muda kayak anak-anak ini gitu. Masih muda, SMA. Pertanyaan saya itu enggak enak banget. Ya, jangan radikal ya, Pancasilais ya, jangan narkoba ya, jangan porno ya. Kan ini anak-anak. Wajib dong. Tapi kita boleh jujur enggak di ruang kelas ini? Bapak-ibu kepala sekolah jangan ada yang melotot dan marah, Anda diam semua. Siapa yang pernah nonton gambar porno ngacung, video porno? Enggak ada, diam semua. Kalian sedang jujur atau bohong? Saya, Pak. Satu. Sini kamu. Kenapa kamu? Ya, anu Pak, eksplore aja Pak, pengin, sesuatu. Ya, tapi itu kalau kamu tidak ada guru, tidak ada guide-nya, itu pendidikan seks yang keliru. You know? Iya, Pak. Kamu saya kasih laptop. Karena apa? Anak ini, satu, berani. Dia punya potensi leadership. Dua, dia jujur. Mas, mengakui sebuah kesalahan itu bagian dari sportivitas. Ksatria dia. Dan itu orang sering nutupi. Gubernur, oh, saya rajin belajar. Saya baik budi dan tidak sombong, jagoan, lagi pula pintar. Ya, si boy itu. Enggak ada kesempurnaan itu."

Pernyataan Ganjar Pranowo soal pemberian hadiah laptop kepada siswa yang mengaku pernah menonton video porno itu juga pernah dimuat oleh situs media IDN Times. Namun, artikel yang dimuat pada 4 Desember 2019 itu diberi judul "Viral Kisah Ganjar Beri Laptop ke Siswa yang Jujur". Isi artikel di situs Aceh Journal Pasific identik dengan artikel di IDN Times ini.

Gambar tangkapan layar artikel di situs IDN Times pada 4 Desember 2019.

Selain IDN Times, situs media Okezone.com juga pernah memuat pernyataan Ganjar dalam video podcast milik Deddy tersebut pada 4 Desember 2019. Artikel yang berisi pernyataan Ganjar itu diberi judul "Cerita Ganjar Pranowo Berikan Pendidikan Seks hingga Akui Suka Nonton Film Panas".

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan hadiah laptop kepada seorang siswa karena menonton video porno adalah narasi yang menyesatkan. Laptop itu diberikan bukan karena siswa tersebut menonton video porno, tapi karena siswa itu berani untuk jujur bahwa ia pernah menonton video porno.

ZAINAL ISHAQ

Catatan Redaksi: Artikel ini diubah pada Jumat, 13 Maret 2020 pukul 19.30 pada bagian kesimpulan. Redaksi mohon maaf.

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya