[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ka'bah Sepi dari Tawaf Usai Arab Saudi Bikin Kebijakan Soal Virus Corona?

Rabu, 4 Maret 2020 14:06 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ka'bah Sepi dari Tawaf Usai Arab Saudi Bikin Kebijakan Soal Virus Corona?

Foto yang memperlihatkan suasana Ka'bah di Arab Saudi yang sepi dari jemaah beredar di media sosial. Foto tersebut dibagikan dengan narasi bahwa, usai pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah, terutama dari negara-negara yang warganya telah terinfeksi virus Corona Covid-19, Ka'bah sepi dari tawaf.

Di Facebook, foto tersebut diunggah salah satunya oleh akun Arumi Falen Putri pada Senin, 2 Maret 2020. Berikut ini narasi utuh yang ditulis oleh akun tersebut:

Astaghfirullah haladzhim.
Salah satu tanda kiamat adalah bila sudah tidak ada lagi yg Thawaf mengelilingi Ka'bah. Dulu kita mungkin pernah berpikir, "masa
sih, Ka'bah sepi dari yang Thawaf." Tapi kini, seiring waktu, kejadian demi kejadian, akhirnya kita bisa mengerti dan memahami, bahwa hanya dengan satu kasus saja yaitu: virus corona yang berasal dari Wuhan-China, pemerintah Arab Saudi menutup pintu masuk bandaranya untuk seluruh negara yang terinfeksi dengan virus corona, termasuk pada jamaah yang akan malaksanakan ibadah umroh.Pertanyaannya bagaimana jika kasus tersebut terjadi di sana? Apa yang akan terjadi, tentu tidak ada orang yang berani keluar rumah? Dan ahirnya mungkin tak ada yang Thawaf lagi, hal ini mebuktikan bahwa kiamat memang sudah dekat saudara2 ku, dan fenomena Allah akan mengangkat Al quran sehingga huruf huruf nya sudah tidak ada lagi yg bisa kita baca ..
karena itu mari kita bertaubat dan perbanyak
1. Istighfar dengan ???? ???? ?????
2.Sholawat
3.Dzikrullah...
#copas
umi dinar tazkia.semoga masih di beri waktu untuk memperbaiki diri & bertobat.semoga Orang orang Islam selalu Allah jaga dari segala musibah.

Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 750 kali, dikomentari lebih dari 100 kali, dan direspons lebih dari 500 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Arumi Falen Putri yang memuat narasi keliru mengenai kondisi Kabah di tengah wabah virus Corona Covid-19.

Apa benar Ka'bah sepi dari tawaf usai Arab Saudi membuat kebijakan yang terkait virus Corona Covid-19 tersebut?

PEMERIKSAAN FAKTA

Terkait foto

Lewat penelusuran dengan reverse image tool TinEye, Tim CekFakta Tempo menempukan jejak digital dari foto yang diunggah oleh akun Arumi Falen Putri. Foto tersebut diunggah dalam tiga rentang waktu yang berbeda. Pertama, diunggah situs Olx.uz pada 30 September 2018. Kedua, diunggah situs yang sama pada 1 Oktober 2018. Dan ketiga, diunggah situs Instahats.com pada 5 April 2019.

Jejak digital foto tersebut juga ditemukan lewat penelusuran dengan reverse image tool Yandex maupun Google. Foto tersebut merupakan jepretan seorang fotografer yang bernama Emad Alhusayni. Foto itu dimuat di situs pribadinya, Emadphoto.com. Namun, di situs tersebut, tidak dicantumkan keterangan terkait foto itu.

Dengan demikian, foto tersebut bukan foto yang diambil setelah wabah virus Corona karena telah beredar di internet sejak September 2018. Virus Corona Covid-19 pertama kali dilaporkan pada akhir Desember 2019 lalu. Saat itu, pemerintah Arab Saudi belum memberlakukan kebijakan penghentian sementara penerimaan jamaah umrah.

Gambar tangkapan layar hasil pencarian di TinEye.

Terkait kebijakan Arab Saudi soal virus Corona

Dilansir dari situs media iNews, pemerintah Arab Saudi memang memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah, yakni sejak akhir Februari 2020. Namun, usai diberlakukannya kebijakan itu, suasana Masjidil Haram di Mekkah masih terlihat seperti biasanya.

Ribuan umat Islam memenuhi masjid itu untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah. Mereka menjalankan tawaf maupun ibadah lainnya, seperti salat wajib dan salat unah. "Alhamdulillah kami baru saja melaksanakan umrah kedua, tawaf, hingga tahalul. Semuanya aman-aman saja, berjalan normal seperti biasanya," kata Ustaz Najmi Fathoni di Instagram pada 28 Februari 2020.

Pembimbing umrah dari Al Malik Travel Jakarta ini menuturkan bahwa jemaah tidak mendapatkan perlakuan khusus berkaitan dengan kebijakan soal virus Corona itu. Sepengetahuan Najmi, hal yang sama juga terjadi di Masjid Nabawi, Madinah.

Kendati demikian, dia mendengar bahwa petugas kesehatan Arab Saudi mulai menerapkan protokol kesehatan di Bandara Jeddah. Petugas pun mengecek kesehatan jemaah di pesawat sebelum turun ke bandara. "Kita berdoa semoga situasi ini segera pulih dan penerbitan visa kembali normal sehingga jemaah dari Tanah Air dapat kembali menjalankan umrah ke Tanah Suci."

Suasana Mekkah usai diberlakukannya penghentian sementara penerimaan jemaah umrah juga dimuat dalam video berita di kanal YouTube CNN Indonesia pada 27 Februari 2020. Dalam video itu, ditampilkan rekaman yang memperlihatkan suasana di sekitar Ka'bah.

CNN Indonesia pun menghubungi Natasha Rizky, aktris asal Indonesia, yang sedang berada di Mekkah. Melalui wawancara via telepon, Natasha mengatakan bahwa Masjidil Haram masih dipadati jemaah yang melakukan serangkaian ibadah umrah.

Gambar tangkapan layar video di kanal YouTube AlQuranHD yang memuat siaran langsung kondisi di Masjidil Haram, Mekkah.

Adapun kondisi terkini Masjidil Haram dapat disaksikan melalui siaran langsung kanal YouTube AlQuranHD. Dalam siaran langsung tersebut, ribuan jemaah terlihat memadati kompleks Masjidil Haram dan melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa Ka'bah sepi dari tawaf usai Arab Saudi membuat kebijakan terkait virus Corona Covid-19 keliru. Saat ini, aktivitas di sekitar Ka'bah yang terletak di Masjidil Haram, Mekkah, berjalan seperti biasa. Ribuan umat Islam memenuhi masjid tersebut untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah. Adapun foto yang digunakan untuk menyebarkan narasi itu telah beredar di internet sejak 2018, sebelum virus Corona Covid-19 dilaporkan pertama kali di Kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019.

Update:

Setelah artikel ini dimuat, tepatnya pada 5 Maret 2020, pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan baru mengenai akses ke Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Dilansir dari Kompas.com, mulai 5 Maret kemarin, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bakal ditutup satu jam setelah salat isya dan dibuka kembali satu jam sebelum salat subuh.

Penutupan itu dilakukan sebagai upaya sterilisasi sekitar Ka'bah. Menurut Kepala Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Abd al-Rahman as-Sudais, strerilisasi itu dilakukan untuk meningkatkan keamanan para jemaah. Kendati demikian, seorang pejabat Arab Saudi mengatakan, lantai atas masjid tetap terbuka bagi para jemaah yang ingin beribadah.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya