[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Pasien Positif Virus Corona di RS Bahteramas Kendari?

Senin, 10 Februari 2020 13:32 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Pasien Positif Virus Corona di RS Bahteramas Kendari?

Informasi bahwa seorang pasien di RS Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara, positif terinveksi virus Corona Wuhan beredar di media sosial. Informasi itu menyebar bersama video yang memperlihatkan seorang pasien di atas sebuah kursi roda dan didorong oleh petugas medis dengan pakaian pelindung.

Salah satu akun yang menyebarkan informasi itu adalah akun Facebook Noverita Wulandari Pw, yakni pada 3 Februari 2020. Dalam unggahannya, akun ini mengunggah tiga gambar tangkapan layar dari sejumlah grup percakapan di WhatsApp.

Dalam gambar tangkapan layar pertama, yang berasal dari grup bernama IDI Kota Kendari, disebutkan bahwa pasien tersebut baru saja mengikuti tur ke Korea Selatan. Empat hari setelah kembali ke Kendari, pasien itu mengalami demam, batuk, dan lemas. Suhu tubuhnya pun mencapai 39,7 derajat Celcius.

Gambar tangkapan layar kedua memperlihatkan pernyataan dari seorang anggota sebuah grup bahwa hasil tes menyatakan pasien itu positif terinfeksi virus Corona. Adapun dalam gambar tangkapan layar ketiga, disebutkan bahwa pasien itu adalah suspect virus Corona.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Noverita Wulandari Pw yang memuat narasi sesat mengenai pasien di RS Bahteramas Kendari.

Benarkah ada pasien yang positif terinfeksi virus Corona Wuhan di RS Bahteramas Kendari?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, sesuai dengan pemberitaan pada 4 Februari 2020, pasien yang dirawat di RS Bahteramas Kendari tersebut baru diduga terinfeksi virus Corona Wuhan. Sesuai prosedur, seseorang yang mengalami gejala menyerupai gejala virus Corona Wuhan dan memiliki riwayat bepergian ke negara terjangkit memang harus diisolasi sebagai antisipasi.

Di laman Tempo.co, video itu diunggah dengan keterangan, "Seorang warga Kendari, Sulawesi Tenggara, diduga suspect virus Corona sehingga diisolasi di RS Bahteramas, Kendari, Senin, 3 Februari 2020. Sebelumnya, pasien mendapat perawatan di puskesmas karena demam, sepulang perjalanan dari Korea bersama delapan orang rekannya selama empat hari."

Pada hari yang sama, video tersebut juga diunggah oleh kanal YouTube Official iNews dengan judul "Satu Pasien Terduga Korona Diisolasi di RS Bahteramas Kendari".

Dilansir dari kantor berita Antara pada 7 Februari 2020, pasien yang dirawat di RS Bahteramas itu adalah seorang warga Jalan Kijang, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, berinisial MW, 22 tahun. Ia diisolasi sejak 3 Februari 2020 karena mengalami demam tinggi hingga 39,7 derajat Celsius usai melakukan perjalanan wisata ke Korea Selatan.

Gambar tangkapan layar berita di Antara mengenai pasien di RS Bahteramas Kendari.

Namun, berdasarkan hasil uji laboratorium Kementerian Kesehatan, MW dinyatakan negatif terinfeksi virus Corona Wuhan. "Pemeriksaan laboratorium terhadap pasien yang diduga Corona dari Korea Selatan sudah ada hasilnya, alhamdulillah negatif. Jadi, pasien bisa dipulangkan dari isolasi," kata Pelaksana tugas Direktur Utama RS Bahteramas Kendari Sjarif Subijakto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel usapan tenggorok dari pasien tersebut, kata Sjarif, MW dinyatakan mengidap bronkitis kronis, bukan terjangkit virus Corona Wuhan. "Untuk pasien ini, penjelasannya adalah sudah ada bronkitis kronis dari foto rontgen-nya, kemudian mengalami ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yang menyebabkan demam dan flu," ujarnya.

Karena hasil pemeriksaan menyatakan bahwa MW negatif terinfeksi virus Corona baru yang bernama 2019-nCoV itu, MW akan dipulangkan pada 8 Februari 2020. Sjarif pun mengimbau agar masyarakat tidak khawatir soal isu adanya suspect Corona Wuhan di Kendari. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada.

Sebelumnya, pada 5 Februari 2020, seperti dikutip dari laman CNN Indonesia, Plt Direktur Utama RS Bahteramas Sjarif Subijakto menyebut bahwa MW diisolasi sebagai antisipasi di tengah mewabahnya virus Corona Wuhan. "Yang bikin dicurigai ya karena riwayat dari Korea, siapa tahu tertular. Tapi kriteria yang betul-betul high risk ya riwayat dari Wuhan atau dari Cina."

Seperti diketahui, MW tergabung dalam rombongan berisi 38 orang yang bepergian ke Korea Selatan. Delapan orang dari Kendari, 28 orang dari Makassar, dan dua orang dari Jakarta. MW berangkat dari Kendari ke Jakarta pada 23 Januari 2020. Dari Jakarta, ia bertolak ke Korea Selatan pada 24 Januari dan kembali ke Kendari pada 27 Januari.

Tiba di Kendari, MW sempat masuk kerja. Namun, pada 1 Februari, ia mengalami sakit dan berobat ke Puskemas Poasia dengan keluhan demam serta sakit kepala. Keluarga kemudian merujuknya ke RS Bahteramas pada 2 Februari 2020 dan akhirnya dirawat di ruang isolasi khusus akibat kekhawatiran bahwa pasien terjangkit virus Corona Wuhan.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, informasi bahwa ada pasien yang positif terinfeksi virus Corona Wuhan di RS Bahteramas Kendari adalah informasi yang menyesatkan. Memang ada pasien yang dirawat di RS Bahteramas sejak 3 Februari 2020 dan diisolasi karena dikhawatirkan terkena virus Corona. Namun, berdasarkan hasil uji laboratorium Kemenkes, pasien itu dinyatakan mengidap bronkitis kronis, bukan terjangkit virus Corona Wuhan.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya