[Fakta atau Hoaks] Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Keringat Pekerja Pabrik Makanan Kaleng Cina?

Selasa, 4 Februari 2020 13:36 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Virus Corona Bisa Menular Lewat Keringat Pekerja Pabrik Makanan Kaleng Cina?

Pesan berantai yang menyebut virus Corona Wuhan bisa menular lewat keringat pekerja pabrik makanan kaleng Cina beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Pesan tersebut diklaim berasal dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Berikut ini isi lengkap pesan berantai tersebut:

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
Assalammualaikum wr. wb.
Breaking News: Meneruskan info dari Ibu-ibu Dubes KBRI KL
Tolong beri tahu adik-adik, suami, istri, dan semua teman-teman
Perhatian, mulai saat ini jangan makan produksi luar dulu apapun jenisnya, khususnya produksi luar negeri Cina, karena kemungkinan besar pekerja pabrik tersebut pengidap virus Corona dan bisa jadi jatuh keringat mereka masuk ke dalam kalengan-kalengan itu, serta virus Corona yang saat ini masih jadi masalah besar dunia telah diketahui Depkes dunia sehingga makanan tersebut telah banyak disita tapi lebih banyak yang sudah terlanjur diekspor juga. Setelah terima ini cepat kirim ke saudara-saudara dan teman-teman semua. Agar tidak konsumsi makanan apapun yang dari luar. Demi keselamatan kita semua. Info dari Ibu Dubes KBRI.
(Kementrian Kesehatan RI)
{Semoga bermanfaat} Mohon bantu share ya.
!!!!WARNING!!!!
Tolong disebarluaskan
Mohon izin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini wabah mematikan hanya butuh penanganan cepat dan masih banyak makanan yang produksi luar.
Info:
RS Fatmawati, RSCM, RS Siloam, All RS
Narasumber:
Dr. H. Ismuhadi, MPH

Mohon di-share, sayangi keluarga Anda."

Gambar tangkapan layar pesan berantai di WhatsApp yang memuat narasi keliru mengenai virus Corona Wuhan.

Artikel ini akan memeriksa dua hal:
- Benarkah pesan berantai di atas berasal dari KBRI Kuala Lumpur?
- Benarkah virus Corona Wuhan bisa menular lewat keringat pekerja pabrik di Cina yang menempel pada makanan kaleng?

PEMERIKSAAN FAKTA

Dilansir dari situs media Liputan6.com, Agung Cahaya Sumirat dari Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kuala Lumpur membantah bahwa pesan berantai itu berasal dari kantor kedutaannya. "Ini hoaks ya. Ibu-ibu Dharma Wanita KBRI Kuala Lumpur, termasuk Ibu Dubes, tidak pernah membuat pernyataan seperti itu," ujar Agung pada 3 Februari 2020.

Dikutip dari situs media Kompas.com, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, pun menegaskan bahwa isi pesan berantai itu tidak benar alias hoaks. "Ini tindakan teroris menyebarkan ketakutan dan mengatasnamakan institusi lain. Jelas perbuatan melawan hukum dengan menyebarkan berita salah, tidak berdasar ilmiah dan fakta, dengan tujuan menyebarkan kebencian rasis," ujar Yuri pada 4 Februari 2020.

Menurut Yuri, penularan virus Corona Wuhan hanya dimungkinkan melalui kontak dekat yang tidak terlindung dengan penderita. "Virus Corona adalah virus influenza, sehingga penularannya melalui percikan ingus atau ludah saat bersin dan batuk. Dengan demikian, penderita harus memakai masker," ujarnya.

Selain itu, berdasarkan arsip pemberitaan Tempo, virus Corona Wuhan tidak dapat menular melalui benda mati. "Virus itu sama persis dengan benalu di pohon. Benalu tidak akan hidup di pohon yang mati, (virus) butuh sel hidup. Terkait dengan barang-barang, tentu bukan sel hidup kan, sehingga (virus) akan mati. Karenanya, sangat tidak mungkin jika (virus) menular melalui barang maupun pakaian," kata Yuri pada 27 Januari 2020.

Adapun menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Mohammad Faqih, virus Corona Wuhan bisa menular antar manusia lewat batuk dan bersin serta lewat makanan yang tercemar air liur orang yang terinfeksi virus tersebut. Selain itu, penularan virus Corona Wuhan bisa terjadi dari hewan ke manusia.

Pesan berantai serupa pernah menyebar sebelumnya

Berdasarkan penelusuran Tempo, pesan berantai dengan narasi yang hampir sama pernah menyebar pada 2014, 2017, dan 2019. Bedanya, pesan berantai itu menyinggung pengidap AIDS, bukan pengidap virus Corona Wuhan, dan makanan kaleng yang berasal dari Thailand, bukan dari Cina. Kabar bohong tersebut sudah diperiksa faktanya oleh situs Turnbackhoax.id pada 19 September 2019 dan dinyatakan sebagai hoaks.

Badan Pengawas Obat dan Makanan pun menegaskan bahwa pesan berantai itu tidak benar. BPOM menyatakan tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV dalam semua produk makanan kaleng yang dijual di pasar tradisional maupun swalayan.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa virus Corona Wuhan bisa menular lewat keringat pekerja pabrik makanan kaleng Cina adalah klaim yang keliru. Penularan virus Corona Wuhan hanya dimungkinkan lewat kontak dekat yang tidak terlindung dengan penderita, melalui percikan ingus atau ludah saat bersin dan batuk. Selain itu, virus Corona Wuhan tidak dapat menular melalui benda mati.

ANGELINA ANJAR SAWITRI

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya