[Fakta atau Hoaks] Benarkah Rieke Diah Pitaloka Sarankan Jokowi Mundur sebagai Presiden?

Senin, 20 Januari 2020 16:02 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Rieke Diah Pitaloka Sarankan Jokowi Mundur sebagai Presiden?

Klaim yang menyebut anggota DPR dari fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka, menyarankan agar Joko Widodo atau Jokowi mundur sebagai presiden beredar di media sosial. Klaim itu juga menyatakan alasan Rieke melontarkan saran tersebut, yakni karena kebijakan Jokowi telah menyengsarakan rakyat.

Berikut ini isi lengkap klaim tersebut:

Politisi dari PDIP Rieke Diah Pitaloka menyarankan kepada Jokowi untuk mundur agar untuk menghindari perpecahan anak negeri. Beliau mengatakan bahwa kebijakan kebijakan nya sudah sangat menyengsarakan Rakyat pada umumnya. Dan juga beliau menyarankan kepada Ibu Megawati bahwa sebaiknya Presiden itu dari kalangan Ketua Umum atau orang yang berprestasi bukan seorang Petugas Partai yang kecerdasan nya dibawah rata-rata agar Indonesia tidak dipermalukan oleh Negara asing...Baru nyadar ..Dyah pitaloka..klu RI 1 dibawah ratta2.

Klaim yang dilengkapi dengan foto Rieke dalam balutan jas merah itu dibagikan oleh sejumlah akun di Facebook. Salah satunya adalah akun Zevana Satriani yang mengunggahnya pada 18 Januari 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah dibagikan 96 kali dan dikomentari 186 kali.

Selain oleh akun Zevana, klaim tersebut juga dibagikan oleh akun Zaher Usman pada tanggal yang sama. Bedanya, jika akun Zevana menambahkan narasi di akhir klaim, akun Zaher menambahkan narasi di awal klaim. Narasi itu berbunyi "ini saran yang tepat briliant oneng saat itu". Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah dibagikan 214 kali dan dikomentari 39 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Zaher Usman (kiri) dan Zevana Satriani (kanan) yang memuat narasi keliru mengenai politikus PDIP, Rieke Diah Pitaloka.

Benarkah Rieke Diah Pitaloka menyarankan agar Jokowi mundur sebagai presiden?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim tersebut, Tim Cek Fakta Tempo memasukkan kata kunci "Rieke Diah Pitaloka sarankan Jokowi mundur" di mesin perambah Google. Hasilnya, tidak ditemukan sumber kredibel atau pemberitaan media atas klaim itu. Lewat pencarian di situs profesional Rieke, Rumahdiahpitaloka.org, juga tidak ditemukan artikel mengenai saran tersebut.

Tempo kemudian mengubah kata kunci menjadi "Rieke Diah Pitaloka sebut kebijakan Jokowi menyengsarakan". Hasilnya, terdapat sejumlah pemberitaan media, terutama pada 2015, tentang Rieke yang mengkritik sejumlah kebijakan Jokowi.

Salah satu yang mempublikasikan kritik itu adalah situs media Okezone.com, yakni pada 29 April 2015, dengan judul "Kritik Pedas Rieke untuk Jokowi". Dalam berita itu, Rieke mengkritik kebijakan Jokowi pada periode pertama pemerintahannya yang dianggap menyeberang dari garis konstitusi, yakni harga bahan bakar minyak.

Kemudian, seperti dikutip dari berita di situs media Jawapos.com pada 18 Januari 2018, Rieke kembali mengkritik pemerintahan Jokowi, yakni soal kebijakan impor beras yang dianggap merugikan petani karena menjelang panen raya.

Namun, dari seluruh berita terkait kritik Rieke terhadap pemerintahan Jokowi, Tempo tidak menemukan pernyataan bahwa Rieke menyarankan agar Jokowi mundur sebagai presiden. Tidak ditemukan pula informasi bahwa Rieke meminta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk tidak memilih pemimpin dari petugas partai yang kecerdasannya di bawah rata-rata.

Selain itu, narasi tersebut juga tidak terkait dengan foto Rieke dengan balutan jas merah yang disematkan. Menurut hasil pemeriksaan, foto tersebut telah dipublikasikan sejak 2015 oleh situs Jitunews dalam beritanya yang berjudul "Rieke Dukung Aksi Mogok Kerja Buruh".

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim yang menyebut Rieke Diah Pitaloka menyarankan agar Jokowi mundur sebagai presiden merupakan klaim yang keliru.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya