[Fakta atau Hoaks] Benarkah Said Aqil Bernama Asli I Made Wiryawan Saidi dan Beragama Hindu?

Jumat, 3 Januari 2020 12:49 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Said Aqil Bernama Asli I Made Wiryawan Saidi dan Beragama Hindu?

Narasi yang menyebut bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj bernama asli I Made Wiryawan Saidi dan beragama Hindu viral di media sosial. Narasi itu dibagikan salah satunya oleh akun Facebook Andri Rockers, yakni pada Rabu, 1 Januari 2020.

Informasi tersebut disertai dengan foto close up Said Aqil. Dalam foto itu, Said Aqil memakai baju bermotif batik dengan warna coklat.

Adapun narasi utuh yang dibagikan akun Andri Rockers adalah sebagai berikut:

"Dapat info dari kawan asal kota Bali.
Kawan Saya bilang, 2 tahun tak jumpa dengan pak I made, kok namanya jadi said Aqil siraj.
dan suka pake peci. Begitu imbuhnya....
Selidik punya Selidik, ternyata SAS mempunyai nama asli.
I Made Wiryawan saidi.
Beragama Hindu asal pulau lombok yg memiliki saham di kota Bali.
Kawan saya merasa terkejut.
Bagaimana mungkin seorang beragama HINDU bisa di percaya mengurus NU Bersama gerombolannya si Cornelius, Nuril, Abu janda dan Gus Guntur Di masukkan NU secara Bersama'an oleh Megawati.
Rupanya pak I made kawan lama bu megawati di vihara Bali saat hari besar HINDU.
Oh sungguh begitu bobroknya rezim ini Dari nama palsu sampai Agama di palsukan seperti junjungannya.
Thanks salam dari sobat agen CIA kita dari negara Australia.”

Sejak diunggah, narasi yang dibagikan oleh akun itu telah dibagikan 631 kali dan direspons 539 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Andri Rockers yang memuat narasi keliru mengenai Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.

Benarkah Said Aqil bernama asli I Made Wiryawan Saidi dan beragama Hindu?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan arsip pemberitaan Tempo, Said Aqil Siradj lahir di Cirebon pada 3 Juli 1953. Ia menghabiskan masa mudanya dengan menempuh pendidikan agama Islam. Said Aqil menamatkan pendidikan S1 di Universitas King Abdul Aziz, Arab Saudi, jurusan ushuluddin dan dakwah pada 1982.

Kemudian, Said melanjutkan studi di Universitas Umm al-Qura, Arab Saudi, jurusan perbandingan agama. Ia lulus S2 pada 1987. Pada 1994, Said berhasil meraih gelar doktor di Universitas Umm al-Qura jurusan akidah.

Said menjabat sebagai Ketua Umum PBNU sejak 2010. Sebelumnya, ia pernah menjadi dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Saat ini, Said masih mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim Tuban, Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri, dan Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta.

Dilansir dari laman Liputan6.com, Said Aqil juga pernah menjadi Wakil Direktur Universitas Islam Malang, penasehat fakultas di Universitas Surabaya, wakil ketua tim penyusun rancangan AD/ART Partai Kebangkitan Bangsa, serta anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) perwakilan PBNU.

Gambar tangkapan layar berita di Kompas.com mengenai masuknya Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dalam daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia pada 2020 yang dirilis oleh Pusat Strategi Islam Kerajaan Yordania.

Said Aqil pun masuk dalam daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia pada 2020 yang dirilis oleh Pusat Strategi Islam Kerajaan Yordania. Seperti dikutip dari laman Kompas.com, dalam daftar tersebut, Said menempati posisi ke-19. Presiden Joko Widodo juga masuk dalam daftar itu, yakni di posisi ke-13.

Dalam berita itu, disebutkan pula bahwa Said Aqil tumbuh dan besar di lingkungan pesantren. Ia pernah menempuh pendidikan di Madrasah Tarbiyatul Mubtadiien Kempek, Cirebon, dan Pesantren Hidayatul Mubtadiien Lirboyo, Kediri. Setelah itu, ia hijrah ke Yogyakarta dan menimba ilmu di Pesantren Al-Munawwir Krapyak.

Dikutip dari situs PBNU, NU Online, ayah Said Aqil merupakan pengasuh Pesantren Kempek, Kiai Aqil Siroj. Tepat pada 3 Juli 1953, di Kempek, Aqil Siroj dianugerahi seorang bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Said.

Said kecil tumbuh dalam tradisi dan kultur pesantren. Ia belajar ilmu-ilmu dasar keislamaan dari sang ayah. Kiai Aqil, ayah Said, merupakan putra dari Kiai Siroj, salah satu keturunan Kiai Muhammad Said Gedongan. Kiai Muhammad Said Gedongan merupakan ulama yang menyebarkan Islam dengan mengajar para santri di pesantren. Ia juga turut berjuang melawan penjajahan Belanda.

"Ayah saya hanya memiliki sepeda ontel, beli rokok pun kadang tak mampu. Dulu, setelah ayah memanen kacang hijau, pergilah ia ke Pasar Cirebon. Zaman dulu, yang namanya mobil transportasi itu sangat jarang dan hanya ada pada jam-jam tertentu," ujar Said dalam buku "Meneguhkan Islam Nusantara" karya Ahmad Musthofa Haroen pada 2015.

Ketika tinggal di Mekkah, Arab Saudi, Said Aqil menjalin persahabatan dengan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Presiden RI keempat ini kerap berkunjung ke kediaman Said. Ia pun sering diajak Gus Dur sowan ke kediaman ulama terkemuka di Arab Saudi, salah satunya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Terkait foto Said Aqil

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam unggahan akun Andri Rockers bersumber dari situs RumahKitab.com. Foto tersebut diambil saat Tim Rumah Kitab berkunjung ke kantor PBNU di Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada 21 Januari 2019.

Gambar tangkapan layar artikel di RumahKitab.com yang memuat foto asli dari foto unggahan akun Facebook Andri Rockers.

Tim Rumah Kitab bermaksud melakukan audiensi dengan Said dalam kunjungan itu. Audiensi ini merupakan upaya Rumah Kitab untuk merangkul PBNU sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia untuk bergerak bersama dalam melakukan pencegahan perkawinan anak.

Kegiatan audiensi ini merupakan tindak lanjut dari program pencegahan perkawinan anak yang dilakukan Rumah Kitab sejak 2017 di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Program tersebut didukung oleh Australia-Indonesia Partnership for Justice (AIPJ2).

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi yang menyebut bahwa Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj bernama asli I Made Wiryawan Saidi dan beragama Hindu merupakan narasi yang keliru. Said menghabiskan masa mudanya dengan menempuh berbagai pendidikan agama Islam.

Said Aqil pun merupakan putra dari pengasuh Pondok Pesantren Kempek, Kiai Haji Aqil Siroj. Kiai Aqil, ayah Said, adalah putra dari Kiai Siroj, salah satu keturunan Kiai Muhammad Said Gedongan. Selain itu, Said Aqil masuk dalam daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia pada 2020 yang dirilis oleh Pusat Strategi Islam Kerajaan Yordania.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya