[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ahok Disebut Alami Masalah Otak oleh Dokter Taruna Ikrar?

Rabu, 11 Desember 2019 09:54 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ahok Disebut Alami Masalah Otak oleh Dokter Taruna Ikrar?

Gambar yang berisi narasi bahwa Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengalami masalah otak beredar di media sosial. Narasi itu disebut berasal dari Dokter Taruna Ikrar.

Salah satu akun yang membagikan gambar itu adalah akun Facebook Tari Nissa VII, yakni pada Senin, 2 Desember 2019. Selain mengunggah gambar itu, akun ini juga mengutip isi artikel dari situs Jakarta Satu yang dipublikasikan pada 30 Juli 2016.

Menurut artikel itu, Taruna mengamati perilaku dan retorika Ahok selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dari sudut pandang neurosains, menurut Taruna, Ahok termasuk pemimpin di Indonesia yang otaknya perlu diobservasi.

Artikel itu juga mengulas tiga metode yang digunakan untuk observasi, yakni performance emotions, performa emosi yang mengindikasikan ketidakstabilan kimia otak di dalam tubuhnya; unstable less empathy, ketiadaan empati terhadap persoalan sosial yang potensial menjadikannya seorang yang tidak mampu berlaku adil dalam makna sesungguhnya; dan wild decision, proses pengambikan keputusan yang tidak menyertai pertimbangan-pertimbangan matang, terutama fungsi insaniahnya.

"Dari ketiga hal tersebut, Ahok termasuk seseorang yang ketika memperoleh otoritas besar akan sangat berbahaya karena, secara sadar, bisa melakukan sesuatu yang tak lazim untuk kepentingan menunjukkan dirinya serba positif dan orang lain serba negatif," kata Taruna dalam artikel itu.

Artikel itu telah dibaca lebih dari 36 ribu kali. Sementara unggahan akun Tari telah disukai lebih dari 700 kali, dikomentari lebih dari 500 kali, dan dibagikan lebih dari 800 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Tari Nisa VII di Facebook yang memuat meme hoaks soal pernyataan Profesor Taruna Ikrar terkait Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Benarkah Dokter Taruna Ikrar menyatakan bahwa Ahok mengalami masalah otak?

PEMERIKSAAN FAKTA

Artikel di situs Jakarta Satu yang berjudul "Prof. Taruna Ikrar, Guru Besar Neurobiologi Universitas California Nilai Ahok dan Pendukungnya Alami Masalah di Otak" tersebut beredar pertama kali di tengah kontestasi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maju sebagai salah satu calon Gubernur DKI Jakarta.

Artikel itu viral di media sosial setelah dikutip oleh akun-akun di Twitter, salah satunya akun @PancaSocial2, yakni pada 1 Agustus 2016. Namun, isi artikel tersebut telah dibantah secara langsung oleh Taruna.

Melalui e-mail kepada Warta Kesehatan, Taruna menjelaskan bahwa artikel itu berisi informasi yang tidak benar dan berpotensi menyesatkan opini publik. Artikel itu, menurut Taruna, juga mengandung fitnah yang mencemarkan nama baiknya.

"Saya berharap masyarakat tidak terpancing dan bijak menanggapi serta menyikapi setiap informasi yang disampaikan lewat sumber berita online atau media sosial," kata Taruna pada 1 Agustus 2016 seperti dikutip dari situs Warta Kesehatan.

Selain Warta Kesehatan, situs berita Gosulsel.com juga mempublikasikan bantahan Taruna Ikrar. Berikut isi pesan WhatsApp dari Taruna yang diperoleh Gosulsel.com:

"“Tulisan/Berita tersebut telah menyampaikan informasi yang tidak benar dan berpotensi untuk menyesatkan opini publik serta mengandung fitnah (Rasisme and Diskriminatif) yang mencemarkan nama baik saya (Taruna Ikrar). Saya berharap agar masyarakat tidak terpancing dan bijak menanggapi serta menyikapi setiap informasi yang disampaikan lewat sumber berita online atau media sosial. Sebagai klarifikasi, bahwa tulisan tsb, BUKAN PERNYATAAN SAYA. "

Gambar tangkapan layar pesan WhatsApp dari Profesor Taruna Ikrar yang dimuat di situs berita Gosulsel.com.

Meme versi lain

Dua tahun kemudian, yakni pada 2018, meme versi lain yang narasinya diklaim berasal dari hasil riset Taruna Ikrar kembali beredar. Korbannya saat itu adalah Prabowo Subianto. Desain meme tersebut identik dengan meme sebelumnya yang dialamatkan kepada Ahok.

Meme itu beredar menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang dihelat pada 17 April 2019. Menggandeng Sandiaga Uno, Prabowo mencalonkan diri melawan calon presiden petahana, Joko Widodo atau Jokowi, yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin.

Pada 30 Desember 2018, situs berita Viva telah mempublikasikan bantahan dari Taruna Ikrar. Ia menyebut bahwa narasi dalam meme yang menjadi kampanye hitam terhadap salah satu calon presiden itu bukan berasal dari dirinya.

"Karena saya sebagai anak bangsa sangat menghormati kedua calon presiden Republik Indonesia tersebut, baik Bapak Prabowo Subianto maupun Bapak Joko Widodo," kata Taruna.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa Taruna Ikrar menyebut Ahok mengalami masalah otak merupakan narasi yang keliru. Narasi itu muncul kembali pasca diangkatnya Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) pada November 2019 lalu.

Bukan kali ini saja klaim yang keliru menimpa Ahok setelah ia diangkat menjadi Komisaris Utama Pertamina. Tim CekFakta Tempo mencatat ada tiga informasi yang keliru tentang Ahok yang beredar di media sosial dalam satu bulan terakhir.

Tiga informasi yang keliru itu adalah cover Majalah Tempo yang menyebut Ahok menjadi bos Pertamina untuk menguasai Blok Masela; serikat pekerja Pertamina yang menolak Ahok menyegel ruang komisaris Pertamina; serta foto Ahok bersama dua wanita yang dikaitkan dengan alasannya tidak menutup Alexis.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya